Jakarta , Traznews. Com Persatuan Masyarakat Taeh Jakarta Raya dan Sekitarnya (Permata Jaya) menggelar acara Halal Bihalal sekaligus memperingati 50 tahun berdirinya organisasi tersebut. Acara yang mengusung tema “Rang Tae Malope Taragak Jo Dunsanak Savanah Jo Sarantauan” ini berlangsung meriah di Gedung Al-Azhar, Jakarta Selatan, pada Minggu (1/6/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat serta jajaran pengurus Permata Jaya, di antaranya Rosmawinal (Bendahara), Irfan piliang (Ketua Umum), Delmar Andik (Sekretaris), dan Guswita selaku Ketua Panitia serta Siska herawati bunda kanduang Paliko.

Permata Jaya merupakan organisasi masyarakat perantau asal Nagari Taeh Baruah yang berada di Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Guswita, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Ia juga menekankan pentingnya momen ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus mengenang perjalanan panjang Permata Jaya.

“Kami mengusung tema ‘Kabukik Samo Mandaki, Kabarua Samo Manurun, Susah Samo Diraso’. Kami sebagai panitia mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga. Kami menyadari dari tahun ke tahun biaya penyelenggaraan cenderung meningkat. Namun, berkat semangat dan kekompakan kita semua, Alhamdulillah acara ini bisa terlaksana dengan baik,” ujar Guswita.
Ia menjelaskan bahwa total biaya penyelenggaraan acara mencapai Rp40 juta, sementara dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp36.960.000. Untuk itu, pihak panitia masih membuka kesempatan bagi hadirin yang ingin turut berkontribusi menutupi kekurangan tersebut.
“Selain bersilaturahmi, acara hari ini juga menjadi momen untuk mengenang para pendiri dan tokoh Permata Jaya. Kita telah kehilangan tokoh pemersatu di perantauan. Semoga para arwah pendahulu kita mendapat tempat terbaik di sisi-Nya bersama orang-orang saleh,” tutup Guswita.
Sementara itu, Ketua Umum Permata Jaya, Irfan, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara tersebut setelah dua tahun tidak mengadakan pertemuan besar.
“Seluruh masyarakat keluarga besar Permata Jaya yang ada di Jabodetabek, Bogor, Bandung, dan Sukabumi, Alhamdulillah hari ini bisa berkumpul kembali. Insya Allah, rasa kekeluargaan dan kebersamaan kita sebagai orang Taeh di rantau akan semakin dekat dan berkesinambungan,” ujar Irfan.
Irfan juga mengenang awal mula berdirinya Permata Jaya yang terjadi secara spontan pada tahun 1974.
“Pembentukan Permata Jaya kala itu bersifat mendadak. Tiga orang tokoh orang tua kita berinisiatif menyatukan masyarakat Taeh di Jakarta yang saat itu belum banyak, hanya sekitar 50 kepala keluarga. Mereka umumnya tinggal di sekitar Jalan Sabang, Grogol, dan Tanjung Priok, dengan keterbatasan sarana transportasi. Namun dari situlah kebersamaan kita mulai terbangun,” jelasnya.
Acara juga memberikan apresiasi penghargaan untuk para tokoh dari keluarga besar Permata Jaya dan di akhiri undian KIM untuk peserta Permata Jaya.
Acara Halal Bihalal dan peringatan 50 tahun Permata Jaya ini pun menjadi momen penting untuk mempererat tali persaudaraan di antara para perantau asal Nagari Taeh Baruah.