Jakarta,Traznews.com Rabu, (6/8/2025) – Pada Acara Diskusi Publik Berani Bicara dengan mengusung tema, “Rumah untuk Strategi Pemerintah Mempercepat Akses Hunian Layak” yang digelar di Rumah Besar Gatotkaca, Jakarta, Rabu (6 Agustus 2025).
Acara diskusi publik ini turut dihadiri oleh Ketua Umum REI, Paulus Totok Lusida, dan Tenaga Ahli PCO, Dedek Prayudi dan dipandu oleh moderator, Tenaga Ahli PCO, Cep Deni, serta Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah.
Kepada awak media, Paulus Totok Lusida sebagai Ketum REI periode 2019-2023 mengatakan,
“Sangat bermanfaat untuk masyarakat Indonesia Lewat program itu tidak dibuat seperti membalik tangan, program itu Membuatnya itu memakan tadi sperti yg kita saksikan tadi. Kenapa saya sampaikan ini karena perijinan saja 2,5 tahun ditambah lagi menterinya begitu, bagaimana, sampai mana dan lain lain, begitu,” kata Paulus Totok Lusida.
Lebih lanjut Paulus Totok Lusida mengemukakan harapannya,
“Harapannya ya semoga ini bisa membangkitkan industri perumahan (real estate) karena fair kondisi sekarang kurang menggembirakan, End usernya kena kasus trick collectabilitas karena banyak kena pinjol, terakhir judol, sehingga Ya itu menjadi masalah karena saat pengajuan saya ngecek ngga ada masalah BI checking, Terakhir begitu ngecek lapor ke BI kena collect kasihan yang bawa ya,” harap Paulus.
Puncaknya Paulus mengatakan,
“Masing-masing sesuai kemampuannya , yaitu kemampuan dibawah 12 juta bisa membeli rumah MPV, Tetapi kalau BI checking jelek ya ngga bisa ya, itu harus OJK yang menghapus BI Checkingnya ya,” pungkas Paulus sebagai Ketua Umum REI periode 2019-2023.
Sinergis hal itu, sebagai informasi tambahan bahwa Paulus Totok Lusida Optimis Mendukung Terealisasinya Program Pemerintah yang menginisiasi program pembangunan dan renovasi tiga juta rumah sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto. Tujuan utama program ini adalah untuk menanggulangi ketimpangan sosial dan ekonomi yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia. (*LS).