Jakarta, Traznews. Com Pameran dagang internasional tahunan untuk industri makanan, minuman, perhotelan, dan pariwisata kembali digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Tahun ini, pameran yang bertransformasi menjadi Food and Hospitality Indonesia (FHI) 2024 resmi dibuka pada 22 Juli 2025 dan akan berlangsung hingga 25 Juli 2024.
Sejak hari pertama, acara ini dipadati oleh calon pengunjung dari kalangan pelaku usaha hingga profesional yang telah melakukan pra-registrasi. Mereka berkesempatan menjalin koneksi bisnis dengan lebih dari 500 perusahaan dari 20 negara, termasuk 7 country pavilions dari Amerika Serikat, China, India, Jerman, Malaysia, Republik Korea, dan Thailand.

Pembukaan acara dilakukan oleh Portfolio Director FHI, Juanita Soerakoesoemah, dan dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya.
Usai pembukaan, Juanita Soerakoesoemah menyampaikan bahwa kolaborasi dengan berbagai kementerian menjadi kunci dalam memperkuat produk-produk kuliner dan kreatif Indonesia agar mampu bersaing di pasar global.
“Sekarang sudah saatnya kita berkolaborasi. Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, hingga Kementerian Luar Negeri turut mendorong produk kuliner kita ke luar negeri. Bahkan Bank Indonesia juga turut memberikan dukungan melalui berbagai program dan tips-tips strategis,” ujar Juanita.
Ia menegaskan bahwa peluang Indonesia untuk menembus pasar global sangat besar karena kekayaan budaya yang dimiliki. Namun, hal itu harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing produk.
“Negara-negara yang kuat di luar sana juga memiliki budaya yang kuat. Indonesia kaya akan budaya, tinggal bagaimana kita meningkatkan kualitas SDM dan produk agar lebih kompetitif serta berkelanjutan,” jelasnya.
Juanita juga mengingatkan pentingnya kesiapan industri dalam memenuhi permintaan pasar yang besar, termasuk kesiapan bahan baku dan produksi yang berkelanjutan.
“Jangan sampai saat dapat pesanan dalam jumlah besar, kita malah panik karena tidak siap dengan bahan bakunya. Ini menjadi tantangan yang harus kita jawab bersama,” pungkasnya.
Pameran FHI 2025 ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk mendorong pelaku industri makanan, minuman, perhotelan, dan pariwisata Indonesia agar lebih siap bersaing di tingkat internasional.