Kepala Sekolah SMP YP Karya Keluhkan Pemasangan Pagar Pembatas Yang Ganggu Aktivitas Belajar Siswa

Penulis :

Lucky suryani

Tagerang,Traznews.com Kepala Sekolah SMP YP Karya, Nia Kania Harti, mengungkapkan kekecewaannya atas pemasangan pagar pembatas di lingkungan sekolah yang dinilai sangat mengganggu aktivitas belajar siswa. Pagar tersebut diketahui didirikan oleh Ketua Yayasan Karya, yang juga merupakan adik kandung Nia sendiri.

 

Pemasangan pagar tersebut terjadi pada Minggu, 8 Juni 2025. Saat itu, Nia melihat sejumlah pekerja tengah melakukan pengukuran di samping sekolah yang juga menjadi tempat tinggalnya.

 

“Kang itu lagi ukur apa? Mau bangun apa?” tanya Nia kepada salah satu tukang. Namun, tukang tersebut hanya menjawab singkat, “Cuma ukur saja, Bu.”

 

Namun, keesokan harinya, Senin (9/6/2025) Nia terkejut melihat pagar dari spandek dan baja ringan setinggi sekitar lima meter telah berdiri kokoh, memisahkan lahan yang sebelumnya menjadi satu kesatuan antara SMP dan SMk yang dikelola oleh yayasan yang sama.

 

Sejak saat itu, menurut Nia, kegiatan belajar mengajar di SMP YP Karya terganggu. Ia menyebut bahwa para siswa kerap mendapat gangguan dari siswa SMk yang berada di sisi lain pagar.

Bacaan menarik :  Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tuba Tinjau langsung jalan Rongolawe

 

“Anak-anak Smk suka meledek siswa kami dengan mengolok olok ke anak2 smp tsb ujarnya.

Dan menimbulkan kekesalan sehingga anak2 smp membuat suara dari seng tersebut dg melemparkan batu dllnya

Nia menjelaskan bahwa secara kekeluargaan, tanah tempat sekolah berdiri merupakan warisan orang tua kami sebagai ahli waris yang telah dihibahkan kepada seluruh anak, termasuk dirinya dan saudara-saudaranya. Yayasan Karya pun awalnya dibangun bersama secara kekeluargaan.

 

“Dulu semuanya akur, kami bersama-sama membesarkan yayasan ini. Tapi sekarang masalahnya jadi begini. Saya tidak habis pikir, padahal ketua yayasan itu saudara kandung saya sendiri,” ujar Nia sambil menangis.

 

Lebih lanjut, Nia mengaku telah diminta segera meninggalkan rumah yang juga digunakan sebagai sekolah SMP. Ia mengkhawatirkan nasib 60 siswanya, serta anak-anak yatim yang diasuhnya.

 

“Saya diminta cepat-cepat untuk pindah. Tapi bagaimana dengan nasib siswa ? Bagaimana dengan para wali murid? Ini akan menjadi masalah buat saya. Saya juga punya anak asuh yatim yang masih balita dan tinggal di sini, dan tanah ini juga sudah di warisan orang tua kepada saya” katanya.

Bacaan menarik :  Bupati Kampar Hadiri Pembukaan Apkasi Otonomi Expo 2025

 

Nia menambahkan, dirinya sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Tangerang untuk pencabutan izin operasional sekolahnya, serta ancaman akan melaporkan ke pihak kepolisian.

 

“Saya bingung. Saya akui memang saya salah terkait pengadaan laptop yang saat ini sedang dipermasalahkan, tapi tolong jangan kaitkan itu dengan pendidikan anak-anak SMP saya. Jangan sampai aktivitas mereka terganggu hanya karena urusan pribadi,” ujar Nia.

 

“Pendapatan saya dari mana untuk sehari – hari , susu anak yatim saya, biaya operasional sekolah, ini sama saja menutup kran air saya dengan pencabutan izin operasional sekolah saya” tambahnya

 

Ia pun memohon kepada Wali Kota Tangerang, Sachrudin, untuk turun tangan menyelesaikan permasalahan ini.

Bacaan menarik :  Simposium Pemuda Minang Dan Lounching IKM Academic, " Energi Baru Untuk Indonesia " 

 

“Saya mohon kepada Bapak Wali Kota untuk membantu mencarikan solusi. Yang paling penting adalah bagaimana nasib 60 siswa saya ini, mau dibawa ke mana?” ucap Nia penuh harap, sambil meneteskan air mata.

 

Media telah mencoba menghubungi EF, Ketua Yayasan YP Karya, yang juga adik kandung Nia, melalui WhatsApp pada Senin (16/6/2025), pukul 14.02 WIB namun hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan.

Bagikan postingan
Leovegas Ireland app and mobile guide – Play on the go
0
Keluarga Besar Pujakesuma, Turut Berpartisipasi Memeriahkan Hut Ke-35 Lambar 
0
Aksi Unjuk Rasa Penegakan Hukum dan Penyelamatan Marwah NU: Menuntut Pembatalan Keputusan AHWA dan Penindakan Politik Uang di Muktamar
0
Polri Tetapkan Bupati Gowa sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Perizinan
0
Kapolri Umrohkan “Duo Presisi”: Ulil & Attar Anak Warga Bogor
0
Resmikan Suoh MX Circuit, Nukman Targetkan Masuk Kalender Nasional.
0
Lions Clubs Gelar Pemeriksaan Gula Darah Gratis, Dorong Deteksi Dini Diabetes
0
Distrik 307 B1 Bekerja Sama dengan RS Carolus Hadirkan Carolus Comprehensive Diabetes Center
0
WinHero bonus: volledige gids voor Nederlandse spelers
0
WinHero no deposit bonus: app‑ en mobiel gebruiksgids
0
Bupati Parosil Mabsus Telah Menandatangani MoU Bersama BRI Liwa untuk Layanan Perbankan yang Lebih Aman
0
INAMA Hospitality Center Siap Diluncurkan, Dorong Kolaborasi Industri Perhotelan Indonesia–Malaysia
0