Lampung Barat – Program ketahanan pangan yang dijalankan di Pekon Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau, kini menghadapi tantangan serius.
Pasalnya, saat memasuki masa panen, harga hasil pertanian justru mengalami penurunan drastis.(29/03).
Harga cabai merah yang sebelumnya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, kini hanya berkisar Rp8.000 per kilogram.
Kondisi ini tentu jauh dari harapan para petani yang telah mengeluarkan biaya perawatan dan produksi yang tidak sedikit.

Tidak hanya cabai, komoditas tomat juga mengalami nasib serupa. Harga tomat di tingkat petani bahkan menyentuh angka Rp1.000 per kilogram, yang dinilai sangat tidak layak dan merugikan.
Peratin Giham Sukamaju, Hermanto, mengungkapkan bahwa kondisi ini membuat para petani merasa terpukul.
Ia berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk menstabilkan harga serta memberikan solusi agar hasil pertanian tidak terus merugi.
“Kami berharap ada langkah konkret dari pemerintah, baik dalam hal pemasaran maupun penetapan harga, agar petani tidak terus mengalami kerugian,” ujar Hermanto.
Para petani pun berharap ke depan program ketahanan pangan tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memperhatikan aspek distribusi dan kestabilan harga, sehingga hasil panen benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.