Film Garapan Sutradara Sonu Samtani Dengan Naskah Tisa TS Ini Mengangkat Isu kekerasan

Penulis :

Lucky suryani

Jakarta,  Traznews. Com 14 Juni 2026 — Penyintas kekerasan seksual sering menyimpan luka yang terlalu

sering dipaksa diam. Penyintas kekerasan seksual kerap menghadapi kenyataan pahit: pelaku

terlindungi, korban disalahkan, dan suara mereka tenggelam dalam stigma. Di tengah realita ini

Arjuna Mega Films, Rain Creation, dan Lex Pictures siap menghadirkan film drama terbaru

berjudul Saat Aku Bersuara yang akan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18

Juni 2026.

 

Film ini mengisahkan Nadia (Marshanda), seorang pengacara muda cerdas dengan karier

cemerlang yang hidupnya tampak sempurna usai dilamar kekasihnya, Reza (Nino Fernandez).

Namun kegelisahan mulai menggerogoti Nadia ketika firma hukum tempatnya bekerja

Bacaan menarik :  Pekerjaan Normalisasi Way Oyot Jadi Sorotan Komisi III DPRD Pringsewu

memenangkan kasus yang melibatkan putra seorang pengusaha kaya sebagai terduga pelaku

pemerkosaan.

Situasi semakin memanas ketika suatu malam tragedi justru menimpa Nadia sendiri, berawal

dari upayanya menolong sahabat karibnya, Andien (Rini Yulianti).

Bersama Andien, Riana (Hana Malasan), dan Adrian (Ibnu Jamil) seorang Jaksa Penuntut

Umum yang menyimpan luka pribadi akibat kegagalan sistem hukum, Nadia berupaya

membangun kembali hidupnya. Film ini juga menggambarkan perjuangan Nadia memperbaiki

hubungan yang renggang dengan sang ayah (Teuku Rifnu Wikana), sembari membuktikan

bahwa keberanian untuk bersuara mampu menghadirkan harapan baru.

Saat Aku Bersuara mengangkat isu sensitif yang dekat dengan realita sosial Indonesia,

kekerasan seksual, trauma, stigma, dan perjuangan para penyintas melawan budaya bungkam

Bacaan menarik :  Pelaksanaan Pekerjaan Normalisasi Way Oyot di Sukoharjo 3 Tampak Amburadul

yang selama ini melindungi pelaku dan menyudutkan korban.

Film ini adalah bentuk perlawanan. Perlawanan terhadap hukum yang timpang, terhadap

masyarakat yang lebih memilih diam daripada berpihak kepada penyintas, serta ketakutan yang

selama ini membelenggu para penyintas untuk angkat bicara. Film ini hadir dengan satu janji

kepada penontonnya; keluar dengan harapan. Harapan bahwa semua orang harus bersuara.

Bahwa tidak ada penyintas yang harus berjuang sendirian. Dan bahwa perubahan dimulai

ketika satu orang berani bersuara.

Saat Aku Bersuara juga mengajak penonton memaknai pentingnya dukungan persahabatan,

keluarga, dan keberanian menyuarakan kebenaran ketika harapan mulai memudar di tengah

keadilan yang sering dipertanyakan.

Bagikan postingan
10 Personel Pusdokkes Polri dan 200 Brimob NTB Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, Kapolda: Fokus di 6 Wilayah Rawan
0
Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah dan Kunjungi Museum di Nganjuk
0
Tiba di Sumsel, 200 Personel Brimob BKO Jalani Pembekalan Sebelum Tangani Karhutla
0
Kapolda Banten Beserta Staf dan Jajaran Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Presiden RI
0
Exceptionnel gain et jackpot bob casino, lexpérience ultime pour les amateurs de sensations fortes
0
Geliebte Slots mit https://sltomania.com.de für stundenlangen Spielspaß und große Gewinne entdecken
0
Satpol PP Tindaklanjuti Aduan, Lima Kendaraan Ditolak Isi Biosolar
0
Bukti Nyata Slogan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolri Suyudi Bedah Rutilahu di Rumpin
0
Penuh Tawa dan Kebersamaan, Komunitas Senam Jenk Ami Hadirkan Kebahagiaan
0
Hajat Besar Hari Santri 2026! PCNU Lampung Barat Gerakkan Tiga Kecamatan, dari Pesantren hingga Lampung Barat Bersholawat.
0
Terima Kasih, Pak Prabowo!” Rini Abdila S.Pd: Penantian 12 Tahun TK/KB Cemara Betung Akhirnya Terjawab
0
SDS Bahari Al Islam Raih Tiga Prestasi di FTBI
0