Film Garapan Sutradara Sonu Samtani Dengan Naskah Tisa TS Ini Mengangkat Isu kekerasan

Penulis :

Lucky suryani

Jakarta,  Traznews. Com 14 Juni 2026 — Penyintas kekerasan seksual sering menyimpan luka yang terlalu

sering dipaksa diam. Penyintas kekerasan seksual kerap menghadapi kenyataan pahit: pelaku

terlindungi, korban disalahkan, dan suara mereka tenggelam dalam stigma. Di tengah realita ini

Arjuna Mega Films, Rain Creation, dan Lex Pictures siap menghadirkan film drama terbaru

berjudul Saat Aku Bersuara yang akan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18

Juni 2026.

 

Film ini mengisahkan Nadia (Marshanda), seorang pengacara muda cerdas dengan karier

cemerlang yang hidupnya tampak sempurna usai dilamar kekasihnya, Reza (Nino Fernandez).

Namun kegelisahan mulai menggerogoti Nadia ketika firma hukum tempatnya bekerja

Bacaan menarik :  Polda Metro Jaya Ungkap 1.517 Kasus Narkoba Selama Oktober–Desember 2025, 2.054 Tersangka Diamankan

memenangkan kasus yang melibatkan putra seorang pengusaha kaya sebagai terduga pelaku

pemerkosaan.

Situasi semakin memanas ketika suatu malam tragedi justru menimpa Nadia sendiri, berawal

dari upayanya menolong sahabat karibnya, Andien (Rini Yulianti).

Bersama Andien, Riana (Hana Malasan), dan Adrian (Ibnu Jamil) seorang Jaksa Penuntut

Umum yang menyimpan luka pribadi akibat kegagalan sistem hukum, Nadia berupaya

membangun kembali hidupnya. Film ini juga menggambarkan perjuangan Nadia memperbaiki

hubungan yang renggang dengan sang ayah (Teuku Rifnu Wikana), sembari membuktikan

bahwa keberanian untuk bersuara mampu menghadirkan harapan baru.

Saat Aku Bersuara mengangkat isu sensitif yang dekat dengan realita sosial Indonesia,

kekerasan seksual, trauma, stigma, dan perjuangan para penyintas melawan budaya bungkam

Bacaan menarik :  Ketegangan KPK Kejagung Disorot, Ketum Baladhika Adhyaksa Yunan Buwana Ingatkan Percepatan Penanganan Kasus Korupsi

yang selama ini melindungi pelaku dan menyudutkan korban.

Film ini adalah bentuk perlawanan. Perlawanan terhadap hukum yang timpang, terhadap

masyarakat yang lebih memilih diam daripada berpihak kepada penyintas, serta ketakutan yang

selama ini membelenggu para penyintas untuk angkat bicara. Film ini hadir dengan satu janji

kepada penontonnya; keluar dengan harapan. Harapan bahwa semua orang harus bersuara.

Bahwa tidak ada penyintas yang harus berjuang sendirian. Dan bahwa perubahan dimulai

ketika satu orang berani bersuara.

Saat Aku Bersuara juga mengajak penonton memaknai pentingnya dukungan persahabatan,

keluarga, dan keberanian menyuarakan kebenaran ketika harapan mulai memudar di tengah

keadilan yang sering dipertanyakan.

Bagikan postingan
Leovegas Ireland app and mobile guide – Play on the go
0
Keluarga Besar Pujakesuma, Turut Berpartisipasi Memeriahkan Hut Ke-35 Lambar 
0
Aksi Unjuk Rasa Penegakan Hukum dan Penyelamatan Marwah NU: Menuntut Pembatalan Keputusan AHWA dan Penindakan Politik Uang di Muktamar
0
Polri Tetapkan Bupati Gowa sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Perizinan
0
Kapolri Umrohkan “Duo Presisi”: Ulil & Attar Anak Warga Bogor
0
Resmikan Suoh MX Circuit, Nukman Targetkan Masuk Kalender Nasional.
0
Lions Clubs Gelar Pemeriksaan Gula Darah Gratis, Dorong Deteksi Dini Diabetes
0
Distrik 307 B1 Bekerja Sama dengan RS Carolus Hadirkan Carolus Comprehensive Diabetes Center
0
WinHero bonus: volledige gids voor Nederlandse spelers
0
WinHero no deposit bonus: app‑ en mobiel gebruiksgids
0
Bupati Parosil Mabsus Telah Menandatangani MoU Bersama BRI Liwa untuk Layanan Perbankan yang Lebih Aman
0
INAMA Hospitality Center Siap Diluncurkan, Dorong Kolaborasi Industri Perhotelan Indonesia–Malaysia
0