Erupsi Gunung Anak Krakatau, Polda Banten Bagikan Masker dan Siapkan Layanan Kesehatan

Penulis :

Lucky sun

BANTEN – Traznews. Com Polda Banten menyampaikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang hingga Selasa (8/9/2026) masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

 

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, berdasarkan laporan aktivitas gunung api yang diterima pihaknya, amplitudo atau getaran Gunung Anak Krakatau masih berada pada kisaran 3–8 milimeter dengan gelombang yang masih dalam kondisi rata-rata.

 

“Amplitudo, ini adalah getaran, getaran gunung tersebut adalah 3-8 mm, gelombangnya masih rata-rata, status hingga hari ini, status Gunung Anak Krakatau masih Level 3,” ujar Maruli, Selasa (8/9/2026).

 

Dengan kondisi tersebut, Polda Banten mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan menghindari aktivitas dalam radius 3 kilometer.

 

“Rekomendasi diberikan kepada semua masyarakat di mana pun mereka berada, terutama yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau, untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km. Artinya, untuk menghindari radius 3 km. Itulah yang dapat kami rekomendasikan,” katanya.

 

Belum Ada Peringatan Tsunami

 

Terkait beredarnya informasi mengenai air laut surut yang disebut-sebut sebagai tanda akan terjadi tsunami, Maruli meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum memiliki sumber resmi.

 

“Kita harus mengakui bahwa kemarin banyak selebaran yang mengatakan bahwa air surut dan ada tsunami. Dari wawancara dengan teman-teman BMKG hingga hari ini tidak ada peringatan terkait hal itu,” ujarnya.

Bacaan menarik :  Bersama FWP, Polda Metro Jaya Jadi Polda Pelopor Gelar UKW untuk Jaga Jakarta

 

Ia berharap kondisi Gunung Anak Krakatau ke depan tetap terkendali dan masyarakat tidak terdampak lebih jauh oleh aktivitas vulkanik.

 

“Jadi harapan untuk masa depan adalah tidak akan ada lagi letusan? Kami harap begitu,” kata Maruli.

 

Polda Banten Bagikan Masker

 

Selain menyampaikan imbauan, Polda Banten bersama sejumlah pihak juga melakukan langkah antisipasi terhadap dampak erupsi, khususnya paparan abu vulkanik.

 

Menurut Maruli, sejumlah wilayah di Banten yang berdekatan dan berpotensi terdampak telah mendapatkan distribusi masker.

 

“Kami dari daerah Banten, hutan-hutan yang berdekatan dan terdampak oleh letusan ini, seperti Pandeglang, Cilegon, Lebak, telah membagikan masker agar masyarakat tidak terdampak,” jelasnya.

 

Polda Banten juga mencermati dampak erupsi terhadap sektor pendidikan. Maruli menyebut terdapat kebijakan peliburan sekolah di sejumlah wilayah selama beberapa hari sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.

 

“Mungkin pemerintah provinsi dan kotamadya libur sekolah dari Senin sampai Rabu, yang berarti sekitar 3 hari. Semoga masyarakat tidak terdampak,” ujarnya.

 

Aktivitas Penyeberangan Masih Berjalan

 

Untuk aktivitas penyeberangan, Maruli mengatakan kondisi masih berjalan dan pihaknya terus melakukan pemantauan, termasuk melalui kamera pengawas (CCTV) di terminal penyeberangan.

 

“Untuk transportasi feri sendiri, tidak ada masalah, masih dalam proses. Dari pengamatan, kami juga melihat CCTV di terminal,” katanya.

 

Ia menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait aktivitas penyeberangan dan terus memperhatikan peringatan dari BMKG mengenai batas aman aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Bacaan menarik :  Polresta Bandara Soetta Gulung Sindikat Penipuan Modus Tukar Kartu di loket ATM

 

Polda Banten Siapkan Personel dan Peralatan

 

Polda Banten juga memastikan kesiapsiagaan personel serta peralatan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana susulan.

 

Maruli menjelaskan bahwa kesiapsiagaan tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana di wilayah Banten.

 

“Saat ini, pos pertama untuk pencegahan bencana adalah yang telah kami, dari Wilayah Banten, laksanakan kesiapsiagaan bencana pada bulan April. Ini diantisipasi untuk kebakaran hutan dan lahan, kemudian ancaman kekeringan,” ungkapnya.

 

Menurutnya, kesiapsiagaan personel dan peralatan juga terus dilakukan menyusul perkembangan situasi di sejumlah kawasan.

 

“Kami siap untuk mengantisipasinya. Kami siap dengan personel, siap dengan peralatan, terutama yang berada di dekat area terdekat. Ada hutan Cilegon, ada kolam air, bendungan, kami siap,” tegas Maruli.

 

Masyarakat Diminta Tidak Terpengaruh Hoaks

 

Maruli kembali menekankan pentingnya masyarakat menjaga kesehatan dan memperoleh informasi hanya dari sumber resmi.

 

“Pertama, kita harus menjaga kesehatan, itu yang terpenting. Karena kesehatan itu mahal, harus begitu. Dan kedua, jangan juga aktif menunggu informasi valid dari teman-teman BMKG, karena itu bukan informasi valid. Hindari mencari informasi yang tidak valid, yang merupakan hoaks, itulah yang perlu diselidiki,” katanya.

 

Ia juga mengingatkan masyarakat yang terdampak abu vulkanik untuk mengambil langkah perlindungan diri, terutama dengan menggunakan masker.

 

Siapkan Pos Layanan Kesehatan

 

Sebagai bagian dari penanganan dampak erupsi, Polda Banten bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari pembagian masker hingga layanan kesehatan bagi masyarakat.

Bacaan menarik :  Guna Meminimalisir Penyalahgunaan Narkoba dan Kenakalan Remaja Kasat Binmas Terus Melaksanakan Penyuluhan Disekolah

 

“Kami sudah meminta kepada para pecinta hutan, kami sudah meminta untuk duduk bersama para pecinta hutan untuk pindah ke ibu kota,” ujar Maruli.

 

Ia menegaskan bahwa penanganan dampak erupsi tidak dapat dilakukan oleh kepolisian seorang diri sehingga membutuhkan kolaborasi dengan instansi terkait.

 

“Kita tidak bisa melakukannya sendiri, mereka juga memiliki layanan sosial, memiliki rumah sakit, kita harus bekerja sama,” katanya.

 

“Pada awalnya, Polda Banten bersama dengan dinas kehutanan, kami telah mengambil langkah-langkah, pertama, untuk membagikan masker. Kedua, kami juga memiliki pos layanan kesehatan di wilayah Merak, di sana bagi orang-orang yang merasa kesehatannya terdampak bisa mendapatkan masker secara gratis,” sambungnya.

 

Polda Banten juga membuka akses pengaduan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian.

 

“Ketiga, jika masyarakat merasa sangat mendesak dengan adanya hal ini, yang membutuhkan kehadiran polisi, hubungi 110, kami akan segera datang,” pungkas Maruli.

Bagikan postingan
Uitgebreide mogelijkheden rondom westace Casino voor spelers en beginners
0
Εξερεύνηση ιδεών διακόσμησης σπιτιού με https://leonsbett.gr και έμπνευση για κάθε γωνιά
0
Εξερεύνηση ιδεών διακόσμησης σπιτιού με https://leonsbett.gr και έμπνευση για κάθε γωνιά
0
Εξερεύνηση ιδεών διακόσμησης σπιτιού με https://leonsbett.gr και έμπνευση για κάθε γωνιά
0
Aconchego rural perto de https://guestaccess-nest.pt para momentos de descanso e descoberta na natureza
0
Zentrale Vorteile für Ihr Projekt durch https://clamare.de und innovative Webentwicklung verstehen
0
Respons Laporan Warga, Polda Metro Jaya Cegah Tawuran di Bassura, 20 Pemuda Diamankan
0
Polda Lampung Bongkar Peredaran Uang Palsu Rp980 Juta, Satu Tersangka Ditangkap di Bakauheni
0
TNI – Polri, Pemprov DKI Bersihkan Sampah Usai Aksi
0
Aksi di Jakarta Berjalan Damai, Polda Metro Jaya Apresiasi Masyarakat
0
Polisi Bersama Masyarakat, Polwan Sambut Peserta Aksi dengan Spanduk dan Dialog Humanis
0
Analyses rondom starshipshuffle.com bieden heldere inzichten voor optimale resultaten
0