Dugaan Penipuan di Media Sosial, Kuasa Hukum William Ciam: Ini Bukan Penipuan, Tapi Investasi

Penulis :

Lucky suryani

Jakarta, Traznews. Com 26 Maret 2026 – Tim kuasa hukum dari Kantor Hukum Dennis Wibowo & Partner menggelar konferensi pers di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Kamis (26/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, mereka menyampaikan klarifikasi terkait tuduhan yang beredar di media sosial terhadap klien mereka, William Ciam.

 

Konferensi pers diawali dengan pernyataan resmi dari tim advokat yang terdiri dari Dennis Wibowo, S.H., M.H., C.MED., Andry, S.Kom., S.H., M.H., CIM., Muhammad Naziruddin, S.H., M.H., C.MED., Noval, S.H., serta Ridwan Adjie Pamungkas, S.H.

 

Mereka menyampaikan bahwa berdasarkan Surat Kuasa Nomor 024/SKK/DWP/III/2026, pihaknya diberi mandat oleh William Ciam untuk memberikan pendampingan hukum terkait dugaan tindak pidana yang dikaitkan dengan akun Instagram “Info Zonker Indonesia” dan/atau “scamnews.official”, serta individu bernama Jeanette Pricillia Harryman.

 

Bantahan Sengketa Utang Piutang

 

Kuasa hukum menegaskan bahwa tidak pernah terjadi sengketa utang piutang sebagaimana yang dituduhkan di media sosial.

 

Menurut mereka, permasalahan berawal dari hubungan pribadi antara William Ciam dan Jeanette Pricillia Harryman yang saat itu menjalin hubungan asmara dan sepakat membangun usaha kuliner bersama. Kesepakatan tersebut tidak dituangkan secara tertulis.

Bacaan menarik :  BRI Kanca Balaraja Berikan Perpanjangan Pinjaman untuk Dukung Usaha Toko Sembako di Cibadak

 

“Total modal usaha yang dikeluarkan sekitar AUS$ 90.000 atau setara Rp 1,08 miliar, dengan kontribusi dari saudari Jeanette Pricillia Harryman sebesar AUS$ 17.000 atau Rp 204 juta,” jelas kuasa hukum.

 

Namun, dalam praktiknya, Jeanette disebut tidak terlibat dalam operasional usaha. Seiring memburuknya hubungan keduanya, usaha kuliner yang mulai berjalan sejak 19 Oktober 2023 itu akhirnya dijalankan sendiri oleh William Ciam dengan nama “Suka-Suka”.

 

Usaha tersebut kemudian mengalami kegagalan dan berhenti beroperasi pada akhir Februari 2024, dengan sisa saldo sekitar AUS$ 3.000 atau Rp 36 juta. Selain itu, William juga disebut harus menanggung utang pajak sebesar AUS$ 7.000 atau sekitar Rp 84 juta yang baru dilunasi secara pribadi pada Juni 2024.

 

### Tegaskan Bukan Penipuan, Melainkan Investasi

 

Terkait tuduhan penipuan, tim kuasa hukum menegaskan bahwa perkara tersebut merupakan bentuk investasi, bukan penipuan.

Bacaan menarik :  Sidang Adat Tani di Kutai Barat: PT Putra Bongan Jaya Diduga Serobot 1.450 Hektare Lahan dan Tewaskan 103 Ekor Kerbau

 

“Ini bukan penipuan, melainkan investasi. Saudari Jeanette Pricillia Harryman sebagai investor sekaligus mantan kekasih klien kami diduga melakukan wanprestasi dengan meninggalkan usaha tersebut,” ujar kuasa hukum.

 

Mereka juga mengklaim memiliki bukti percakapan melalui aplikasi WhatsApp, di mana Jeanette disebut menyatakan, *“aku invest ke suka loll wkwkwkwk”* pada 20 Desember 2023 pukul 21.51 waktu setempat.

 

Pernyataan tersebut, menurut kuasa hukum, menunjukkan bahwa dana yang diberikan merupakan bentuk investasi sadar dalam usaha kuliner bersama, bukan akibat penipuan.

 

“Tidak ada peristiwa penipuan dalam hal ini. Yang terjadi adalah hubungan asmara yang berakhir, kemudian investasi dalam usaha bersama diminta untuk dikembalikan,” tegas mereka.

 

Klarifikasi Soal Mediasi

 

Kuasa hukum juga membantah adanya proses mediasi sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan di media sosial.

 

“Belum pernah ada proses mediasi dalam perkara ini. Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa yang melibatkan pihak ketiga yang netral, dan itu tidak pernah terjadi dalam kasus ini,” jelasnya.

Bacaan menarik :  Kodim 0426 Tuba Jemput Bola Vaksinasi Warga

 

Usaha Berakhir Rugi dan Tutup

 

Lebih lanjut, tim kuasa hukum menyampaikan bahwa usaha kuliner “Suka-Suka” yang dijalankan bersama tersebut mengalami kerugian secara terus-menerus, meskipun telah diupayakan secara maksimal oleh William Ciam.

 

Akibatnya, usaha tersebut dinyatakan bangkrut dan resmi ditutup.

 

Menutup konferensi pers, tim kuasa hukum menyatakan bahwa klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di publik serta melindungi hak dan nama baik klien mereka.

Bagikan postingan
Leovegas Ireland app and mobile guide – Play on the go
0
Keluarga Besar Pujakesuma, Turut Berpartisipasi Memeriahkan Hut Ke-35 Lambar 
0
Aksi Unjuk Rasa Penegakan Hukum dan Penyelamatan Marwah NU: Menuntut Pembatalan Keputusan AHWA dan Penindakan Politik Uang di Muktamar
0
Polri Tetapkan Bupati Gowa sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Perizinan
0
Kapolri Umrohkan “Duo Presisi”: Ulil & Attar Anak Warga Bogor
0
Resmikan Suoh MX Circuit, Nukman Targetkan Masuk Kalender Nasional.
0
Lions Clubs Gelar Pemeriksaan Gula Darah Gratis, Dorong Deteksi Dini Diabetes
0
Distrik 307 B1 Bekerja Sama dengan RS Carolus Hadirkan Carolus Comprehensive Diabetes Center
0
WinHero bonus: volledige gids voor Nederlandse spelers
0
WinHero no deposit bonus: app‑ en mobiel gebruiksgids
0
Bupati Parosil Mabsus Telah Menandatangani MoU Bersama BRI Liwa untuk Layanan Perbankan yang Lebih Aman
0
INAMA Hospitality Center Siap Diluncurkan, Dorong Kolaborasi Industri Perhotelan Indonesia–Malaysia
0