Dugaan Lalai BBWS Mesuji Sekampung, Proyek Irigasi di Pringsewu Terancam Tak Bertahan Lama

Penulis :

Pringsewu (Traznews) – Dugaan lemahnya pengawasan kembali mencoreng pelaksanaan proyek pemerintah. Kali ini terjadi pada kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Kewenangan Daerah, yang bersumber dari APBN Tahun 2025 melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung.

Proyek bernilai Rp37,8 miliar tersebut terbagi di enam kabupaten di Provinsi Lampung, salah satunya berlokasi di Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu. Namun di balik nilai anggaran fantastis itu, mutu pekerjaan di lapangan justru dinilai jauh dari harapan.

Hasil pantauan tim media di lokasi menunjukkan, pekerjaan pemasangan dinding batu dilakukan tanpa adanya lapisan pasir urug padahal komponen ini sangat penting untuk memperkuat struktur bangunan agar tidak mudah retak dan bergeser.

Bacaan menarik :  Audiensi dengan FKHN Pringsewu, Pj Bupati Marindo Kurniawan Tunjuk Dinkes Bantu Tuntaskan Pegawai Honorer Nakes Non Nakes

Ironisnya, para pekerja di lapangan mengaku tidak memahami apa itu lapisan urug, menandakan lemahnya pengarahan teknis dari pihak pelaksana.

Tak hanya itu, ketebalan dinding siring irigasi pun tampak sangat tipis, hanya menggunakan satu lapis batu belah, yang tentu berpotensi mengurangi daya tahan konstruksi terhadap tekanan air.

Lebih mengejutkan lagi, seorang pria bernama Ibet, yang disebut para pekerja sebagai pengawas proyek, ternyata tidak memahami tugasnya sebagai pengawas teknis. Saat ditemui di lokasi, jawabannya justru membuat geleng kepala.

“Kalau masalah menelusuri itu saya gak tahu, saya kan orang awam dan baru kerja di sini. Soal strukturnya saya gak tahu,” ujar Ibet dengan nada kebingungan.

Bacaan menarik :  Pernah Menjadi Guru, Kini Parosil Membawa Suara Pendidikan Lampung Barat ke Tingkat Nasional.

Namun saat ditanya apakah pekerjaan tersebut sudah sesuai ketentuan, ia justru menjawab ringan,

“Lumayan sih sudah sesuai,” katanya enteng.

Kekacauan di lapangan semakin terlihat ketika papan informasi proyek yang semestinya wajib dipasang sejak awal pekerjaan ditemukan tergeletak tak terpasang. Dari papan proyek yang tersimpan, diketahui kegiatan ini dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero), dengan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) sebagai konsultan supervisi.

Minimnya pengawasan dari BBWS Mesuji Sekampung serta lemahnya kontrol dari pihak konsultan diduga kuat menjadi penyebab rendahnya kualitas pekerjaan. Jika kondisi ini dibiarkan, proyek bernilai miliaran rupiah tersebut terancam tidak memberi manfaat optimal bagi masyarakat, bahkan berpotensi cepat rusak sebelum masa pakainya berakhir. (Tim/Red)

Bacaan menarik :  10 Alsintan Diserahkan ke Kelompok Tani, Bupati Parosil : Kalau sudah di Kasih Alsintan Jangan Diam di Tempat
Bagikan postingan
Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab Irwasda, Karoops, dan Dirintelkam
0
Hamim Center Hadir di Konsolidasi Jilid Pertama Relawan Prabowo, Serahkan Dukungan ke Kertanegara dan Desak Bongkar Penyadapan
0
Polsek Sekincau dan Masyarakat Gelar Jum’at Bersih
0
Meriah! SPJI dan SPPG Nusantara Tri Mekar Ajak Pelajar BNS Kenal Dunia Jurnalistik Lewat Lomba Kreatif MBG
0
Laskar Merah Putih dan ARSIP Tegaskan Dukungan kepada Presiden Prabowo, Bachtyar Tedjanegara : Ajak Kader Solid Kawal Pemerintahan
0
ALIANSI RELAWAN SEJATI PRABOWO (ARSIP) TEGASKAN DUKUNGAN KEPADA PRESIDEN PRABOWO DAN KAPOLRI:
0
Samangat Kades,Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Bersama Warga Dusun 6 Taman Negeri Gotong Royong Bangun Jalan Usaha Tani
0
Implementasikan Program Kapolri, Kapolres Lampung Barat Gelar Jumat Bersih di Pekon Sebarus
0
Wabup Lampung Barat Lepas 6 Taruna Sekolah Kedinasan Kemenhub ke Poltrada Bali.
0
Daman Nasir Minta Seluruh OPD di Lampung Barat Perhatikan Kebersihan Kantor
0
Dari Semarang untuk Lampung Barat, Parosil Perintahkan Disdikbud Buat Sekolah Transparan dan Berintegritas.
0
Buka Peluang Kerja bagi Warga, Kapolda Metro Jaya Gandeng Dua Perusahaan Lewat Program POLIRAN
0