Lampung Barat – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggulirkan berbagai program beasiswa, mulai dari kedokteran hingga Bahasa Lampung, sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Salah satu penerima beasiswa kedokteran, Indah Juliantika, mengaku program tersebut sangat membantu mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi yang membutuhkan biaya besar.
“Beasiswa ini menanggung uang kuliah tunggal, biaya buku, transportasi, kebutuhan sehari-hari hingga tempat tinggal selama masa pendidikan,” kata Indah saat ditemui dalam pertemuan bersama penerima program pendidikan di Lamban Dinas Bupati, Jumat (13/3/2026).
Program beasiswa itu merupakan bagian dari komitmen Pemkab Lampung Barat dalam meningkatkan kualitas SDM.
Bupati Parosil Mabsus mengatakan pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan.
“Pembangunan itu bukan hanya bicara soal fisik. Membangun sumber daya manusia yang tangguh, cerdas, dan memiliki keterampilan juga merupakan bagian penting dari pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjalankan sejumlah program pendidikan bagi pelajar di Lampung Barat.
Program tersebut di antaranya pembagian seragam sekolah gratis tiga stel, tas sekolah gratis, serta buku tulis gratis bagi siswa guna meringankan beban biaya pendidikan masyarakat.
Selain itu, Pemkab Lampung Barat juga menyediakan berbagai program beasiswa bagi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Program tersebut meliputi beasiswa kedokteran, beasiswa seni budaya, beasiswa Bahasa Lampung, beasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), hingga beasiswa di bidang kewirausahaan.
Parosil mengatakan program tersebut dirancang untuk melahirkan generasi muda Lampung Barat yang memiliki kompetensi di berbagai bidang strategis yang dibutuhkan daerah.
“Anak-anak kita nanti yang akan membangun Lampung Barat ke depan. Mereka harus memiliki gagasan, keterampilan, dan pengetahuan agar mampu memajukan daerah ini,” katanya.
Selain penguatan pendidikan akademik, pemerintah daerah juga memberi perhatian terhadap pelestarian budaya lokal melalui program beasiswa seni budaya dan Bahasa Lampung.
Menurut Parosil, bahasa daerah merupakan bagian dari identitas budaya yang perlu dijaga oleh generasi muda di tengah arus globalisasi.
“Bahasa daerah kita mulai sedikit luntur. Melalui program ini kita berharap bahasa Lampung tetap terjaga dan bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Di sektor kesehatan, Pemkab Lampung Barat juga menyiapkan program beasiswa kedokteran untuk mengatasi keterbatasan tenaga medis di daerah.
Para penerima beasiswa nantinya akan ditempatkan di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk di RSUD Alimuddin Umar serta sejumlah puskesmas di Lampung Barat.
Parosil menegaskan setiap penerima beasiswa kedokteran memiliki kewajiban untuk mengabdi di Lampung Barat selama lima tahun setelah menyelesaikan pendidikan.
“Setelah lulus mereka wajib mengabdi di Lampung Barat selama lima tahun sebagai bagian dari komitmen antara pemerintah daerah dan penerima beasiswa,” katanya.
Indah berharap program beasiswa tersebut dapat dimanfaatkan oleh generasi muda Lampung Barat yang memiliki cita-cita untuk menempuh pendidikan tinggi.
“Untuk teman-teman yang punya mimpi menjadi dokter atau menempuh pendidikan tinggi lainnya, jangan takut bermimpi. Pemerintah daerah sudah membuka jalan melalui berbagai program beasiswa,” ujarnya.