Lampung Barat-Berlimpahnya panen labu siam di kecamatan sekincau membuat para petani serta pengepul sayuran geleng-geleng kepala.
Pasalnya, hal tersebut tidak berimbang dengan harga serta penjualan labu siam yang kerap banyak kendala di pasaran .
Panen berlimpah daya beli mengurang, bahkan pedagang luar kabupaten pun saat ini enggak melirik komuditas sayuran yang di yakini bisa menjadi salah satu obat menurunkan tensi darah.

“Harga Rp.400,00 (empat ratus) rupiah saat ini, kami bingung mau dijual ke mana, setiap kios sayur kita lihat tumpukan labu siam yang terpajang” jelas Hasan kepada awak media ini,.Kamis, (17/09/25).
“Kasihan petani yang panen labu kalau tidak ada solusi! jelas petani yang modalnya pas pasan sangat terdampak ” lanjut dia.
Sementara itu di beberapa kios pengepul sayuran mengalami hal yang serupa, bahkan tak jarang labu yang dibeli dari petani hanya dibagi-bagikan kepada warga sekitar bahkan untuk makanan ternak sapi.
“Ya gimana lagi, semuanya tidak sebanding antara harga jual dan biaya perawatan, pupuk mahal bahkan susah mengalami penurunan, obat-obatan mahal, jelas petani kecil sangat terdampak” ucap warga.
Kang Hasan juga berharap harga labu Siam lekas membaik agar petani kecil tidak mengalami kerugian yang cukup banyak.
“Mudah-mudahan harga labu siam segera mengalami perubahan, perhatian dan campur tangan dari pemerintah daerah untuk mengatasi atau memberikan solusi sangat dinanti” tutupnya.