Seminar Internasional Manuskrip Al Qur’an,160 professor dan Doktor Membedah Manuskrip Mushaf Mashhad Razavi 

Penulis :

Lucky suryani

JAKARTA – Traznews. Com Kegiatan seminar internasional diselenggarakan oleh Cinta kasih fatimah dan

Muassasah Aalulbait Li Ihyai Turats. Khatam Institute di bawah naungan Pesantren Khatamun Nabiyyin sebagai yang bertanggung jawab penuh kegiatan seminar internasional, Sabtu (24/10/2026) Yuan Garden Hotel Jakarta.

 

Seminar ini menghadirkan kurang lebih 160 professor dan doktor dalam ilmu al-qur’an. Kurang lebih 70 perguruan tinggi Islam negeri maupun swasta. Setiap masing-masing lembaga mengutus delegasi dalan kegiatan seminar internasional.

 

Hadir beberapa tokoh penting yaitu,

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA Minister of Religi Religious Affairs yang mewakili, Prof Dr M Darwis Hude, M.Si. Director of Postgradure Universitas PTIQ Jakarta, Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A, Director of PTKI, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia | Professor of Qur’anic Exegesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Morteza Karimi Nia Qur’anic Manuscript Codicology Researcher Al-Qur’an Manuscripts & Codex Mashhad Editor, Moch Menachem Ali, MA. Min. Associate Professor of Philology, Dosen Filolog Universitas Airlangga, Surabaya, dan Dr. A Syukrie, M. Si Filolog dan Peneliti di Lajnah Pentashihan Mushal Al-Qur’an (UMPO) yang di pandu moderator Muhammad Hazir Rahim, M.A Executive Director MaWaRa Institute.

 

Sayyid Mujtaba Faqih Imani, selaku representatif Muassasah Aalulbait Li Ihyai Turats, menyerahkan hadiah berupa salinan manuskrip kuno Al-Qur’an Mushaf Mashhad Razavi kepada Kementerian Agama Republik Indonesia. Penyerahan tersebut diterima oleh Dr. H. Abdul Aziz Sidqi, M.Ag., selaku Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama RI. Salinan manuskrip tersebut selanjutnya diperuntukkan bagi koleksi Museum Baitul Qur’an.

 

Salah satu keistimewaan Mushaf Mashhad Razavi adalah tingkat kelengkapannya yang sangat tinggi. Manuskrip ini memuat sekitar 95% teks Al-Qur’an, sehingga menjadi salah satu manuskrip Al-Qur’an awal yang paling lengkap dan memiliki nilai penting bagi penelitian sejarah teks Al-Qur’an.

 

Bacaan menarik :  AJB Kecam Keras Ucapan Hotman Paris kepada Wartawan, Dinilai Lukai Marwah Pers dan Cederai Semangat Kebebasan Jurnalistik

Mushaf Mashhad Razavi merupakan salah satu manuskrip Al-Qur’an awal yang memiliki arti penting dalam kajian sejarah Al-Qur’an. Manuskrip ini diperkirakan berasal dari abad pertama Hijriah, sehingga termasuk dalam kelompok manuskrip Al-Qur’an paling awal yang masih dapat dikaji hingga saat ini.

 

Mushaf ini ditulis menggunakan aksara Hijazi, yaitu bentuk tulisan yang berkembang pada periode awal Islam. Karakter tulisan, susunan teks, serta berbagai aspek kodikologis dan paleografis yang terdapat di dalamnya. memberikan data penting untuk memahami sejarah penulisan, transmisi, dan perkembangan mushaf Al-Qur’an pada masa awal Islam.

 

Mushaf Mashhad Razavi merupakan bagian dari koleksi Astan Quds Razavi di Masyhad, Iran, dan menjadi salah satu objek penting dalam penelitian manuskrip Al-Qur’an serta sejarah Islam. Keberadaannya menyediakan sumber material yang berharga bagi para peneliti untuk memahami sejarah Al-Qur’an berdasarkan bukti manuskrip yang berasal dari periode awal Islam.

 

Tingkat kelengkapan Mushaf Mashhad Razavi memungkinkan para peneliti mengkaji sebagian besar teks Al-Qur’an dalam satu manuskrip awal, sekaligus menelaah karakteristik penulisan dan susunan mushaf pada periode tersebut. Oleh karena itu, manuskrip ini memiliki kedudukan penting dalam penelitian mengenai sejarah transmisi teks Al-Qur’an, tradisi manuskrip awal, serta perkembangan bentuk dan karakteristik mushaf Al-Qur’an.

 

Seminar ini bekerja sama dengan beberapa lembaga yaitu universitas PTIQ Jakarta, Pendidikan Kader ulama masjid Istiqlal ( PKUMI) dan Lembaga Pentashihan Mushaf Al Qur’an (LPMQ )

Karakteristik Umum Mushaf

 

Mushaf Mashhad Razavi adalah salah satu dokumen Al-Qur’an terpenting yang tersisa dari abad pertama Hijriah. Sebagian besar lembarannya saya temukan di Perpustakaan al-Atabah ar-Razaviyyah, terbagi pada dua naskah bernomor 18 dan 4116. Naskah pertama terdiri atas 123 lembar dan naskah kedua 129 lembar sehingga keseluruhannya mewakili lebih dari 95 persen teks Al-Qur’an. Inilah Al-Qur’an terlengkap yang sampai kepada kita dengan khat Hijazi dari abad pertama Hijriah, dan jarang sekali dijumpai mushaf Hijazi kuno yang menghimpun seluruh karakteristik yang ada padanya.

Bacaan menarik :  Musrenbang Lampung 2026, Pemkab Lampung Timur Dorong Akselerasi Infrastruktur Dan Hilirisasi

 

Di antara keistimewaan mushaf ini adalah struktur teks aslinya berbeda dari naskah-naskah Al-Qur’an lain yang berasal dari abad pertama Hijriah sesuai dengan riwayat resmi Utsmani. Sedangkan susunan surahnya sesuai dengan susunan yang dinisbatkan kepada sahabat Abdullah bin Mas’ud.

 

Untuk memudahkan perujukan kepada lembaran mushaf ini, digunakan satu sistem penomoran yang baku: lembaran naskah nomor 18 ditandai dengan huruf (A) dan naskah nomor 4116 dengan huruf (B). Misalnya, (A12a) berarti halaman muka lembar ke-12 dari naskah nomor 18, dan (B12b) berarti halaman belakang lembar ke-12 dari naskah nomor 4116.

 

Mushaf ini memiliki format vertikal dengan ukuran yang relatif besar. Berdasarkan pengukuran yang saya lakukan sendiri, dimensi lembaran naskah nomor 18 adalah 46×34,5 cm, sedangkan naskah nomor 4116 sekitar 40×30 cm. Dimensi lembaran ini telah mengalami perubahan akibat kerusakan yang menimpa kedua naskah selama berabad-abad sehingga ukurannya bervariasi antara 40×29 cm hingga 39×27 cm. Setiap halaman memuat sekitar 22 atau 23 baris, namun kadang berkurang menjadi dua puluh baris atau bertambah hingga dua puluh lima baris.

 

Untuk penjelasan lebih lanjut lihat: Ibnu al-Jauzi, al-Muntazham fi Tarikh al-Muluk wa al-Umam, 15/59; dan as-Subki, Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubra, 4/65.

 

Apa itu Mushaf Mashhad Razavi.

 

Mushaf Mashhad Razavi adalah salah satu dokumen Al-Qur’an terpenting yang tersisa dari abad pertama Hijriah. Sebagian besar lembarannya saya temukan di Perpustakaan al-Atabah ar-Razaviyyah, terbagi pada dua naskah bernomor 18 dan 4116. Naskah pertama terdiri atas 123 lembar dan naskah kedua 129 lembar sehingga keseluruhannya mewakili lebih dari 95 persen teks Al-Qur’an. Inilah Al-Qur’an terlengkap yang sampai kepada kita dengan khat Hijazi dari abad pertama Hijriah, dan jarang sekali dijumpai mushaf Hijazi kuno yang menghimpun seluruh karakteristik yang ada padanya.

Bacaan menarik :  KETUA MA RESMIKAN OPERASIONAL 13 PENGADILAN TINGKAT BANDING BARU DAN 38 GEDUNG PENGADILAN TINGKAT PERTAMA

 

Di antara keistimewaan mushaf ini adalah struktur teks aslinya berbeda dari naskah-naskah Al-Qur’an lain yang berasal dari abad pertama Hijriah sesuai dengan riwayat resmi Utsmani. Sedangkan susunan surahnya sesuai dengan susunan yang dinisbatkan kepada sahabat Abdullah bin Mas’ud.

 

Untuk memudahkan perujukan kepada lembaran mushaf ini, digunakan satu sistem penomoran yang baku: lembaran naskah nomor 18 ditandai dengan huruf (A) dan naskah nomor 4116 dengan huruf (B). Misalnya, (A12a) berarti halaman muka lembar ke-12 dari naskah nomor 18, dan (B12b) berarti halaman belakang lembar ke-12 dari naskah nomor 4116.

 

Mushaf ini memiliki format vertikal dengan ukuran yang relatif besar. Berdasarkan pengukuran yang saya lakukan sendiri, dimensi lembaran naskah nomor 18 adalah 46×34,5 cm, sedangkan naskah nomor 4116 sekitar 40×30 cm. Dimensi lembaran ini telah mengalami perubahan akibat kerusakan yang menimpa kedua naskah selama berabad-abad sehingga ukurannya bervariasi antara 40×29 cm hingga 39×27 cm. Setiap halaman memuat sekitar 22 atau 23 baris, namun kadang berkurang menjadi dua puluh baris atau bertambah hingga dua puluh lima baris.

 

 

Untuk penjelasan lebih lanjut lihat: Ibnu al-Jauzi, al-Muntazham fi Tarikh al-Muluk wa al-Umam, 15/59; dan as-Subki, Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubra, 4/65.

Bagikan postingan
Seminar Internasional Manuskrip Al Qur’an,160 professor dan Doktor Membedah Manuskrip Mushaf Mashhad Razavi 
0
Kapolda Lampung Sambangi Kota Metro, Gelar Jumat Keliling dan Perkuat Sinergitas TNI-Polri di Makorem 043/Garuda Hitam
0
Meski Ada Laporan ke Polda Jabar, Sentul City Terus Garap Lahan Tetangga Prabowo
0
Novi Marzani: Kalau Data Korupsi BUMD Rp30 Miliar Tidak Valid, Saya Tuntut Balik Ketua Fortuba!
0
Empat Prestasi Diraih, SMPN 1 Sekincau Siap Harumkan Nama Lampung Barat di Tingkat Provinsi.
0
Aroma Intervensi Oknum Wantimpres Terasa Pada Sidang Pra Peradilan ke 2 di PN Depok 
0
Polsek Sekincau Gelar Jumling di Masjid Baitul Hikmah Sunjaya, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat.
0
0
0
0
0
Aksi Hari Santri di Gedung KPK RI: KPK NU Gelar Istighosah Kubro Desak Tangkap Nusron Wahid dan Batalkan Keputusan AHWA Muktamar NU Tambakberas
0