Pringsewu (Traznews) – Warga Dusun Saribumi, Pekon Wates Selatan, Kecamatan Gadingrejo, mengungkapkan keresahan mereka terhadap aktivitas dua tambang tanah urug yang diduga beroperasi tanpa izin resmi. Aktivitas tambang tersebut dituding menjadi pemicu utama banjir rutin dan kerusakan parah infrastruktur jalan di wilayah itu.
Setiap kali musim hujan datang, air bah dari kawasan perbukitan mengalir deras ke pemukiman, menggenangi puluhan rumah warga. Fenomena ini mulai terjadi sejak dua tambang tersebut beroperasi.
“Dulu aman-aman saja, enggak pernah banjir. Tapi sejak ada tambang, air langsung nyelonong ke rumah-rumah. Jalan juga rusak parah,” ujar STR, salah satu warga yang terdampak.
Tambang yang masing-masing dikelola oleh dua pria bernama Herman dan Juari itu, menurut warga, tidak pernah memperlihatkan dokumen legalitas. Meskipun pernah membangun saluran air, warga menilai upaya tersebut tidak serius.
“Saluran air yang dibikin kecil, jadi tetap aja airnya meluap. Baru dibikin juga setelah warga ribut-ribut,” tambah STR.
Kerusakan jalan yang parah kini menjadi ancaman bagi pengguna kendaraan. Jalan pekon yang dulu beraspal mulus, kini berubah menjadi jalur penuh lubang dan lumpur, membahayakan keselamatan warga.
Media ini masih berupaya menghubungi pihak pengelola tambang untuk mendapatkan klarifikasi serta informasi terkait izin usaha mereka. Tim wartawan dan pemantau lingkungan juga tengah menghimpun data untuk memperkuat laporan.
Masyarakat berharap, aparat penegak hukum dan pemerintah daerah bertindak cepat dan tegas menghentikan aktivitas tambang yang dinilai telah merugikan lingkungan dan kehidupan warga. (*)