Tolak Kekerasan, Paguyuban Indonesia Timur Se-Jabodetabek Minta Polisi Usut Tuntas Insiden di Matraman

Penulis :

Lucky

JAKARTA – Traznews. Com Seluruh Paguyuban Indonesia Timur se-Jabodetabek bersama Ormas PETIR menyatakan sikap tegas mengecam dan menolak segala bentuk penyerbuan, kekerasan, maupun pengrusakan terhadap tempat tinggal saudara-saudara mereka dari Indonesia Timur di wilayah Matraman, Jakarta.

 

 

K

Ketua DPW PETIR BOGOR RAYA ANDRE KEI LETSOIN

 

 

Melayu pernyataan sikap yang disampaikan pada Senin, 27 Juli 2026, Paguyuban Indonesia Timur se-Jabodetabek dan Ormas PETIR menegaskan bahwa tindakan kekerasan dan pengrusakan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

 

Mereka mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan pihak berwenang agar segera mengusut secara tuntas kejadian tersebut. Aparat juga diminta menangkap para pelaku dan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku secara adil dan tanpa pandang bulu.

Bacaan menarik :  Terima Sarwono Award 2026, Prof. Jatna Supriatna Tegaskan Komitmen Jaga Kekayaan Alam dan Pengetahuan Indonesia

 

Selain itu, mereka meminta adanya jaminan keamanan bagi seluruh warga Indonesia Timur yang tinggal, bekerja, dan mencari nafkah di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

 

Dalam pernyataan tersebut, Paguyuban Indonesia Timur se-Jabodetabek dan Ormas PETIR juga menyerukan kepada seluruh basudara Indonesia Timur yang berada di wilayah Jabodetabek untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi.

 

“Kepada seluruh Basudara Indonesia Timur di Jabodetabek, kami menyerukan: Mari kita bersatu, tetap tenang, jangan terprovokasi, dan jangan melakukan tindakan anarkis. Serahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwenang,” demikian bunyi pernyataan sikap tersebut.

 

Mereka juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia Timur untuk tetap menjaga nama baik daerah, mempererat persaudaraan, serta hidup rukun dengan seluruh elemen masyarakat lainnya.

Bacaan menarik :  Ketum PWDPI : Kinerja Polri Didukung Data dan Alat Canggih 

 

“Ingat, kita datang ke tanah rantau ini untuk berjuang, bukan untuk membuat onar. Sakit satu, kita rasakan semua. Tapi kita lawan dengan persatuan, doa, dan jalur hukum,” tegas mereka.

 

Di akhir pernyataannya, Paguyuban Indonesia Timur se-Jabodetabek dan Ormas PETIR kembali menegaskan komitmen untuk menolak segala bentuk kekerasan serta mengedepankan persatuan dan proses hukum dalam menyelesaikan setiap persoalan.

 

“Tolak kekerasan! Jaga persatuan! Orang Timur Basudara!” tegasnya.

 

Pernyataan sikap tersebut disampaikan di Jakarta pada 27 Juli 2026 oleh Koordinator Paguyuban Indonesia Timur se-Jabodetabek dan Ormas PETIR.

Bagikan postingan
10 Personel Pusdokkes Polri dan 200 Brimob NTB Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, Kapolda: Fokus di 6 Wilayah Rawan
0
Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah dan Kunjungi Museum di Nganjuk
0
Tiba di Sumsel, 200 Personel Brimob BKO Jalani Pembekalan Sebelum Tangani Karhutla
0
Kapolda Banten Beserta Staf dan Jajaran Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Presiden RI
0
Exceptionnel gain et jackpot bob casino, lexpérience ultime pour les amateurs de sensations fortes
0
Geliebte Slots mit https://sltomania.com.de für stundenlangen Spielspaß und große Gewinne entdecken
0
Satpol PP Tindaklanjuti Aduan, Lima Kendaraan Ditolak Isi Biosolar
0
Bukti Nyata Slogan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolri Suyudi Bedah Rutilahu di Rumpin
0
Penuh Tawa dan Kebersamaan, Komunitas Senam Jenk Ami Hadirkan Kebahagiaan
0
Hajat Besar Hari Santri 2026! PCNU Lampung Barat Gerakkan Tiga Kecamatan, dari Pesantren hingga Lampung Barat Bersholawat.
0
Terima Kasih, Pak Prabowo!” Rini Abdila S.Pd: Penantian 12 Tahun TK/KB Cemara Betung Akhirnya Terjawab
0
SDS Bahari Al Islam Raih Tiga Prestasi di FTBI
0