TIM PTSL Khusus Mertilang Ujung Minta BPN Jakarta Selatan Untuk Merevisi Surat No. B/HP. 03.01/1313-31.74/VI/2023

Penulis :

Lucky suryani

JAKARTA ,traznews.com Ketua Tim Ptsl H. Samardi SE di dampingi Konsultan Akad Asikin Aziz sambangi BPN Jakarta Selatan menyampaikan Surat Penolakan dan Bantahan bahwa Warga Mertilang Ujung RT 007/01 Petukangan Selatan Pesanggrahan Jakarta Selatan

 

 

Kehadiran Tim Ptsl menuntut BPN Jaksel Merevisi Surat No. B/HP. 03.01/1313-31.74/VI/2023 dan Membersihkan di Lahan Kami tidak ada Sertipikat siapapun. Karena hanya akal-akalan odknum Mafia Tanah yg diduga melibatkan oknum Pejabat BPN Jaksel”.

 

 

H. Samardi, SE ketua tim Ptsl yang mewakili warga terkait surat dari BPN yang di miliki oleh orang lain, dan tentunya kita bersurat untuk membantah agar apa yang kita lakukan sejak membuat surat tahun 2019, dan kedatangan kami untuk mediasi. Kita berserah dengan bukti – bukti yang tidak pernah di jual dari pihak manapun dari yang pertama kita beli dari ahli waris.

 

 

” Saya untuk meminta kepada kepala BPN Selatan ini untuk segera mediasi dan ini juga saya kirimkan juga kepada bapak presiden kepada menteri ATR badan gubernur Jakarta ini juga terkait karena dengan kalau udah ketemu presiden karena ini adalah salah satu program daripada presiden di mana di langsung di tugaskan kepada menteri ATR BPN.”

Bacaan menarik :  Keluhan Seorang Ibu Pada Kepolisian Karena Sudah Tahunan Laporanya Tidak Barjalan

 

“Apalagi sekarang yang baru pak AHY untuk selalu berkomitmen dan bersinergi bahwa kita akan memberantas korupsi untuk jangan sampai slogan saja, dan bisa di lakukan oleh pak menteri kita realisasikan, inilah dari salah satu warga masyarakat yang mana sekarang juga dirasakan beberapa susahnya untuk membuat surat sertifikat.” jelas Samardi

 

 

“Di samping juga itu ada juga mungkin dana-dana yang harus yang dikeluarkan sehingga bagi kita kita merasakan agak sulit dan berat, untuk itu tentunya instansi terkait mudah-mudahan bisa ditinjau kembali apa yang menjadi regulasi daripada kementerian untuk ditinjau sehingga tidak memberatkan dan tidak menyusahkan masyarakat kecil untuk membuat sertifikat hak miliknya.” harap Samardi

 

“Tahun 2019 kita pernah mengajukan melalui PTSL di koordinasi tim kelurahan dan sampai sekarang kita tanyakan kronologinya dengan berbagai macam argumentasi dia dan kata-kata yang ini sehingga sampai sekarang pun tidak bisa di realisasikan, dan kita sudah ada pengukuran juga di sini ada survei dalam artian kita secara yuridis sudah ditinjau secara administrasi dan secara fisik pun kita sudah di lakukan pengukuran oleh BPN, setelah kita secara administrasi tapi ada surat dari BPN menyatakan seperti itu.” terangnya

Bacaan menarik :  Meetville publie un dessin animé pour Wish Sweethearts Happy Romantic Days Celebration!

 

 

“Kita berusaha semaksimal mungkin mengumpulkan bukti – bukti yang kita miliki baik secara administrasi dan yuridis makannya kita berserah dengan bukti – bukti yang tidak pernah di jual dari pihak manapun dari yang pertama kita beli dari ahli waris.”

 

 

Sementara itu Irvan Maulana kepala tata usaha BPN Jakarta Selatan menyampaikan bahwa terkait laporan tersebut telah dilakukan mediasi, menurutnya tanah pendaftaran masuk wilayah perpindahan wilayah dari kabupaten Tangerang menjadi jakarta selatan dan telah terdaftar sebelum pergeseran wilayah perbatasan, Rabu (27/3/2024) Kantor BPN Jalan Raya Tanjung Barat Jagakarsa Jakarta Selatan.

 

” Mediasi itu memang dari warga masyarakat ada yang hadir dan juga dari kuasa pemilik sertipikat. Sebenarnya itu kan tanah – tanah perpindahan dari kabupaten Tangerang. Jadi itu tanah perbatasan Tangerang beberapa tahun itu masuk perbatasan Jakarta Selatan, ketika itu memang pendaftaran tanahya pasti jaman kabupaten Tangerang.” Kata Irvan

 

“Kemudian kemari di tahun 2020 atau 2019 warga sana mengajukan Ptsl, ketika kita cek plot memang di sana sudah terbit hak milik. Jadi Itu kami kita tidak bisa akomodir permohonan Ptsl nya.” terang irvan

Bacaan menarik :  Kolaborasi TNI AL Bersama BNN Gagalkan Peredaran Sabu-Sabu di Wilayah Kalimantan Tengah

 

 

“Jadi itukan sudah terbit hak milik jadi kita tidak bisa menerbitkan Ptsl karena sudah ada hak di sananya itu dasarnya. Jadi ketika kita bersurat ke mereka permohonan mereka kita kembalikan karena sudah ada hak miliknya jdi kita tidak terbitkan kembali hak kepemilikannya.” jelasnya

 

“Jdi ketika perpindahan perbatasan wilayah itu sudah terdaftar di BPN kota Tangerang jadi ketika ada perpindahan ke Jakarta Selatan warga semua sudah serahkan berkas kepada kami, jadi tidak ada masalah pada saat pergeseran wilayah.”tutup Irvan

Bagikan postingan
Kapolri Ungkap Polri Sudah Miliki 1.376 SPPG, Dukung Program MBG
0
Ketua JMI Kota Metro Andy Gunawan, S.H Apresiasi Kapolda Lampung Instruksikan Tembak Ditempat Pelaku Begal
0
Kapolda Lampung Perintahkan Jajaran Tembak di Tempat Para Pelaku Begal dan Curanmor
0
Ulil Presisi, Curi Perhatian di Panen Raya Ketahanan Pangan Polri di Indramayu.
0
Ganjar Apresiasi Rapimnas DPP BKPRMI, Program Terobosan Dinilai Berdampak  Sampai Daerah
0
Ketum KBPP Polri Ajak Organisasi Tetap Solid Hadapi Tantangan Digital dan Kebangsaan.
0
Munas VI KBPP Polri 2026 : Syamsu Rizal Arbi Serukan Soliditas Demi Stabilitas Nasional
0
Ketua KBPP Polri Sumsel M. Yansuri: Munas VI Pertegas KBPP Sebagai Mediator Polri  Dan Masyarakat
0
Anna Susanti KBPP Polri Sultra: Munas VI Harus Lahirkan Ketum Solid Jaga Kekompakan Organisasi
0
Pelayanan Satpas SIM Daan Mogot Dipuji Cepat dan Profesional, Pemohon Akui Semakin Nyaman
0
Polres Kepulauan Seribu Perkuat Pengamanan Dermaga Antisipasi Lonjakan Wisatawan Libur Panjang
0
Jakarta Bhayangkara Presisi Raih Kemenangan Perdana di AVC Men’s Club Championship 2026 Pontianak
0