Lampung Barat — Aksi pencurian di kawasan perkebunan kopi Lampung Barat kembali membuat warga resah. Tidak hanya hasil panen kopi yang menjadi incaran, para pelaku kini juga nekat menguras perlengkapan pertanian milik warga yang disimpan di gubuk kebun.
Peristiwa terbaru terjadi di Pekon Kota Besi, Kecamatan Batu Brak, Senin malam (25/5/2026). Gubuk milik seorang petani bernama Lihin diduga dibobol komplotan pencuri saat kondisi kebun dalam keadaan sepi dan minim penerangan.
Dalam kejadian tersebut, sejumlah perlengkapan pertanian milik korban raib dibawa pelaku. Barang-barang yang hilang antara lain drum penampung air, mulsa, lampu tenaga surya serta beberapa alat penunjang aktivitas berkebun lainnya.
Korban menduga pelaku berjumlah lebih dari dua orang lantaran banyaknya barang yang berhasil diangkut dalam satu malam.
Apalagi lokasi perkebunan berada di kawasan perbukitan yang cukup sulit dijangkau.
“Sekarang bukan cuma kopi yang dicuri, perlengkapan kebun juga habis dibawa. Lampu tenaga surya, drum air sampai alat-alat lainnya ikut hilang,” ujar Lihin.
Menurut warga, aksi pencurian di wilayah tersebut belakangan semakin sering terjadi. Para pelaku diduga sudah memahami situasi kebun warga dan memanfaatkan waktu saat pemilik tidak berada di lokasi.
Kondisi ini membuat masyarakat Pekon Kota Besi merasa khawatir. Sebagian besar warga menggantungkan perekonomian keluarga dari hasil perkebunan kopi sehingga maraknya pencurian dinilai sangat merugikan petani.
Warga berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi aksi pencurian yang terus terjadi di wilayah Batu Brak dan sekitarnya.
Mereka juga meminta patroli malam ditingkatkan, terutama di area perkebunan yang rawan menjadi sasaran pelaku kejahatan.
Sebelumnya, sejumlah petani di kawasan Kubang dan Sekol Balak juga mengaku kehilangan kopi hasil panen yang ditinggalkan sementara di kebun. Bahkan pelaku disebut tidak segan memetik kopi langsung dari batang pohon hingga merusak ranting tanaman.
“Biasanya mereka beraksi malam hari. Ada kopi yang sudah dimasukkan karung dan ditinggal semalam karena mau diangkut pagi, ternyata hilang,” ungkap salah seorang warga.
Maraknya aksi pencurian tersebut membuat para petani berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah dan aparat keamanan demi menjaga hasil perkebunan kopi yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Lampung Barat.