JAKARTA – Traznews. Com Perkembangan bisnis laundry di Indonesia dinilai terus membuka peluang baru, seiring perubahan gaya hidup masyarakat dan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan pencucian yang praktis. Kondisi tersebut turut mendorong pelaku usaha penyedia mesin laundry untuk membaca perubahan tren sekaligus melakukan pengembangan model bisnis.
Hal itu disampaikan Muhammad Naufaldi Hakim Wakil ditektur PT. Kharisma Putra Sejahtera saat ditemui media usai menghadiri Festival Laundry dan UMKM 2026 di Gedung SMESCO, Jakarta, Minggu (13/9/2026).
Naufaldi menjelaskan, PT. Kharisma Putra Sejahtera merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan mesin laundry. Namun, untuk memahami secara langsung kebutuhan pasar, pihaknya juga menjalankan sejumlah pilot project sebagai benchmark dalam pengembangan bisnis laundry.
“Pusat Mesin Laundry. Tapi pilot project kita, benchmark kita untuk laundry itu adalah Antina Fresh Laundry. Ada yang full service, ada yang self service. Gimana ceritanya berdirinya laundry ini? Sebenarnya karena kita baca tren ya mas,” ujar Naufaldi
Menurutnya, perkembangan bisnis laundry self service menjadi salah satu tren yang menarik perhatian perusahaan. Ia melihat model laundry tersebut memiliki pasar yang cukup ramai meski menawarkan harga yang relatif terjangkau.
Naufaldi juga memaparkan sejumlah keunggulan yang dikembangkan dalam bisnis laundry mereka. Salah satunya adalah penerapan sistem pembayaran hybrid pada mesin laundry.
“Dari keunggulannya, dengan payment system dengan hybrid, jadi satu mesin itu ada yang pakai coin dan Qris jadi kalau internet lagi gak ada, kita bisa pake opsi coin,” jelasnya.
Sebagai perusahaan yang fokus menjual mesin laundry, Naufaldi mengatakan PT Kharisma Putra Sejahtera tidak ingin membuka terlalu banyak cabang laundry sendiri. Menurutnya, hal tersebut berkaitan dengan hubungan perusahaan dengan para pelanggan yang membeli mesin.
Karena itu, perusahaan memilih membuat pilot project dalam jumlah terbatas untuk menguji sekaligus mengetahui secara langsung performa mesin yang mereka jual.
“Makanya kita bikin pilot project buat nyoba-nyobain mesin. Dan itu ga banyak,” ujarnya.
Distribusi mesin yang dilakukan perusahaan telah menjangkau berbagai wilayah Indonesia. “Kita seluruh Indonesia paling jauh sampai Puncak Jaya, Papua,” ungkapnya.
PT. Kharisma Putra Sejahtera tidak hanya menyasar usaha laundry skala kecil. Menurut Naufal, perusahaan juga menyediakan mesin untuk berbagai segmen, mulai dari klien komersial hingga kebutuhan industri.
” Kita jual untuk semua segmentasi pasar, komersial, sampai industrial. Jadi kita ke rumah sakit provide, ke hotel provide, ke mining industry, tambang-tambang kita provide, kapal pesiar juga kita provide. Pokoknya selama ada tempat yang bisa dipasang mesin kita bisa provide,” jelasnya.
Terkait produksi mesin, Naufaldi menjelaskan bahwa perusahaan memiliki sejumlah merek dan menyesuaikan jenis mesin dengan kebutuhan pengguna.
Menutup keterangannya, Naufaldi berharap Festival Laundry dan UMKM serta organisasi yang menaungi pelaku industri laundry dapat terus konsisten memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis laundry di Indonesia.
“Semoga ASLI jadi organisasi yang terus konsisten ya. Terus berdampak, nggak berhenti di satu titik. Walaupun sekarang market lagi turun, tapi aku harap ASLI bisa jadi wadah buat menopang eksisnya bisnis laundry di Indonesia,” pungkas Naufaldi.