Jakarta, Traznews – Drs. I Made Pande Cakra, M.Si., Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bekasi sekaligus purnawirawan perwira menengah Kepolisian Republik Indonesia (Polri), menghadiri Mahasabha XIII PHDI yang diselenggarakan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada 8–11 Oktober 2026.
Kegiatan lima tahunan tersebut menjadi momentum penting bagi umat Hindu di seluruh Indonesia untuk memperkuat persatuan, menyatukan visi, serta merumuskan arah kebijakan dan strategi organisasi dalam menjalankan peran keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
I Made Pande Cakra, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Pendidik Pasraman Indonesia (P3I), menjelaskan bahwa Mahasabha merupakan forum tertinggi umat Hindu di Indonesia yang digelar setiap lima tahun sekali.
“Mahasabha adalah acara lima tahun sekali yang merupakan forum tertinggi umat Hindu di seluruh Indonesia,” ujar I Made Pande Cakra.
Menurutnya, salah satu agenda penting dalam Mahasabha XIII adalah melakukan peninjauan terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), menyusun program kerja, serta memilih kepengurusan baru untuk menjalankan roda organisasi ke depan.
Ia menjelaskan bahwa dalam proses pemilihan kepengurusan, terdapat tiga unsur yang akan ditentukan, yakni Sabha Pandita, Sabha Walaka, dan pengurus harian atau unsur eksekutif organisasi.
Sabha Pandita merupakan wadah para pandita, sedangkan Sabha Walaka menjadi wadah bagi kalangan cendekiawan. Sementara itu, pengurus harian bertugas menjalankan fungsi eksekutif organisasi.
“Yang terpenting dari itu adalah mereview AD/ART, agar dasar kerumahtanggaan, kemudian menyusun program kerja,” jelasnya.
Ia menambahkan, rangkaian Mahasabha juga diisi dengan sidang-sidang komisi yang membahas berbagai agenda organisasi. Terdapat tiga komisi, yakni Komisi A, Komisi B, dan Komisi C, yang hasil pembahasannya akan disampaikan dalam sidang pleno.
“Besok itu yang utama adalah laporan dari sidang-sidang komisi. Ada laporan sidang-sidang komisi, sidang pleno. Kemudian malamnya itu pemilihan yang tingkat-tingkat tadi, Sabha Pandita, Sabha Walaka, pengurus harian,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa setelah rangkaian sidang dan proses pemilihan selesai, agenda berikutnya adalah pelantikan kepengurusan yang baru.
Terkait nama-nama yang disebut dalam pandangan umum para ketua PHDI provinsi sebagai kandidat pimpinan, I Made Pande Cakra menyebut dua nama yang mengemuka dalam forum tersebut.
“Kandidat yang sudah disebut-sebut tadi dalam pandangan umum ketua-ketua PHDI provinsi itu ada dua nama yang disebut. Yang satu, Letnan Jenderal TNI Nyoman Cantiasa. Yang kedua, Anak Agung Ari Dwi Payana,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kepengurusan PHDI ke depan memiliki tanggung jawab besar dalam membina umat Hindu, meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupan umat, serta memperkuat persatuan di antara seluruh komponen masyarakat Hindu di Indonesia.
Menurutnya, organisasi keagamaan tidak hanya berperan dalam pembinaan internal umat, tetapi juga perlu memberikan kontribusi nyata kepada bangsa dan negara, khususnya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan mendukung pembangunan di bidang keagamaan.
“Ke depan ini tugas utamanya kan membina umat Hindu, ya meningkatkan kesejahteraan dan makin menyatukan, kemudian mempersatukan seluruh komponen umat Indonesia, kemudian bisa memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara di bidang kerukunan maupun pembangunan keagamaan,” pungkasnya.
Melalui Mahasabha XIII ini, diharapkan PHDI dapat menghasilkan keputusan strategis, menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan umat, serta membentuk kepengurusan yang mampu menjaga persatuan dan memperkuat kontribusi umat Hindu bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.*