Luka Lama Desa Katung: ” Panggilan Darurat untuk Pemimpin Baru”.

Penulis :

Tulang Bawang, Lampung ( Traznews )_  Di balik gemerlap pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang, terdapat sebuah cerita yang terlupakan, sebuah cerita yang melukai hati Desa Katung, tepat di perbatasan dengan Kampung Kuala Teladas, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten tulang bawang.

Alvian, seorang pelajar di Dente Teladas, merasakan sakitnya luka tersebut setiap hari. Jalan yang berlubang dan tergenang lumpur telah menjadi sahabat setianya dalam perjalanan menuju sekolah. “Sangat sulit untuk dilalui,” keluh Alvian.

Namun, jalan rusak bukan hanya masalah kenyamanan semata. Bagi warga Desa Katung, jalan tersebut adalah lambang dari keterasingan dan penindasan. Akses ekonomi mereka terhambat, harga hasil panen merosot, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik pun tenggelam dalam lumpur.

Bacaan menarik :  Sekda Tulang Bawang Raih Gelar Doktor, Hasilkan Model Tipologi Implementasi Kebijakan P4GN Berbasis Kearifan Lokal

“Demi Tuhan, kami sudah terlalu lama menantikan perbaikan jalan ini,” ujar salah seorang warga dengan suara penuh kesedihan. “Kami memohon kepada pemerintah, tolonglah bantu kami.”

Seruan pilu dari warga Desa Katung seakan menjadi nyanyian duka yang terdengar samar di tengah kehidupan sehari-hari yang sibuk. Namun, di mana suara seorang pemimpin yang berani dan peduli untuk mendengar jeritan mereka?

Namun, di tengah keragu-raguan dan kekecewaan, ada sinar harapan yang menyala. Pilkada yang akan datang menawarkan kesempatan untuk menghasilkan pemimpin baru yang berani menembus dinding ketidakmampuan. Sosok yang tidak hanya pandai berjanji, tapi juga mampu mewujudkan kata-kata menjadi tindakan nyata.

Apakah pilkada kali ini akan menjadi titik balik bagi Desa Katung dan rakyat kecil di pelosok Tulang Bawang? Ataukah luka lama ini akan terus terbuka, menunggu pemimpin yang tak kunjung datang?

Bacaan menarik :  Dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-79, SDS Bahari Al-Islam Menggelar Berbagai Perlombaan.

Suara Alvian dan warga Desa Katung adalah alarm bagi kita semua. Bahwa di balik gemerlap pembangunan, masih ada rakyat yang terpinggirkan, menantikan uluran tangan dari pemimpin yang berani dan peduli.

Bagikan postingan
10 Personel Pusdokkes Polri dan 200 Brimob NTB Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, Kapolda: Fokus di 6 Wilayah Rawan
0
Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah dan Kunjungi Museum di Nganjuk
0
Tiba di Sumsel, 200 Personel Brimob BKO Jalani Pembekalan Sebelum Tangani Karhutla
0
Kapolda Banten Beserta Staf dan Jajaran Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Presiden RI
0
Exceptionnel gain et jackpot bob casino, lexpérience ultime pour les amateurs de sensations fortes
0
Geliebte Slots mit https://sltomania.com.de für stundenlangen Spielspaß und große Gewinne entdecken
0
Satpol PP Tindaklanjuti Aduan, Lima Kendaraan Ditolak Isi Biosolar
0
Bukti Nyata Slogan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolri Suyudi Bedah Rutilahu di Rumpin
0
Penuh Tawa dan Kebersamaan, Komunitas Senam Jenk Ami Hadirkan Kebahagiaan
0
Hajat Besar Hari Santri 2026! PCNU Lampung Barat Gerakkan Tiga Kecamatan, dari Pesantren hingga Lampung Barat Bersholawat.
0
Terima Kasih, Pak Prabowo!” Rini Abdila S.Pd: Penantian 12 Tahun TK/KB Cemara Betung Akhirnya Terjawab
0
SDS Bahari Al Islam Raih Tiga Prestasi di FTBI
0