Klarifikasi GEPAK Lampung! Demo Batal, Jebakan Terpasang

Penulis :

Redaksi

BANDAR LAMPUNG (Traznews)  – Penangkapan Ketua Umum Gerakan Pembangunan Anti Korupsi (GEPAK), Wahyudi, oleh aparat Polda Lampung kini memasuki babak baru. Wahyudi membantah keras tudingan menerima “uang damai” dari pihak RSUDAM Lampung. Ia bahkan menuding ada jebakan terstruktur untuk menjatuhkan dirinya.

Dalam klarifikasi resminya di ruang Jatanras Polda Lampung, Senin (22/9/2025), Wahyudi mengurai detail kronologi yang selama ini simpang siur.

Menurutnya, pertemuan dengan pihak RSUDAM pertama kali digelar Jumat (19/9/2025) di Mall Boemi Kedaton (MBK), atas permintaan Kepala Bagian Umum RSUDAM, Sabaria Hasan.

“Pertemuan itu murni membahas rencana aksi demonstrasi. Bahkan demo itu sudah kami batalkan setelah koordinasi resmi dengan Polresta Bandarlampung,” tegas Wahyudi.

Bacaan menarik :  Keluarga Besar Pujakesuma, Turut Berpartisipasi Memeriahkan Hut Ke-35 Lambar 

Wahyudi menuturkan, justru pihak RSUDAM yang melempar tawaran uang atau proyek sebagai bentuk ‘perdamaian’. Tawaran itu ia tolak, karena ingin bicara langsung dengan Direktur Utama RSUDAM.

Namun, dalam pertemuan lanjutan, rekannya Fadly yang hadir mewakili dirinya, akhirnya menerima tawaran hubungan kerja sama.

“Saya sendiri tidak pernah menyetujui apapun. Posisi saya jelas, menolak,” katanya.

Babak paling mencurigakan terjadi Sabtu (20/9/2025). Seusai pertemuan dengan Sabaria Hasan dan pria bernama Yuda, Wahyudi mengaku tidak ada pembicaraan soal uang. Tapi mendadak, Yuda mengikuti mereka hingga ke parkiran dan memasukkan kantong plastik hitam ke dalam mobil.

“Tak lama setelah itu, ketika mobil berhenti di daerah Sukabumi, kami langsung disergap tim Polda Lampung. Saya yakini ini jebakan yang sudah diatur,” beber Wahyudi.

Bacaan menarik :  Rehab Setengah Miliar Tapi Kualitas Murahan, Publik Pertanyakan Proyek SDN 2 Yogyakarta

Wahyudi menuding pemberitaan yang berkembang telah membunuh karakternya dengan tudingan pemerasan Kadis BPBD Lampung. Ia mengingatkan media untuk kembali pada Kode Etik Jurnalistik.

“Jangan hanya copy-paste keterangan sepihak. Konfirmasi itu wajib. Saya tegaskan, saya korban jebakan, bukan pelaku pemerasan,” tegasnya lantang.

Ia juga mendesak pihak kepolisian agar tidak tebang pilih dalam mengusut perkara.

“Periksa juga pelapornya! Bongkar siapa yang memberikan uang jebakan itu. Saya yakin ada skenario besar di balik ini,” tutupnya.(Red)

Bagikan postingan
Rapat Koordinasi Percepatan Perizinan Berusaha di Kawasan Industri Digelar di Kementerian Perindustrian
0
Polda Banten Gelar Sertijab Dansatbrimob, Kombes Pol Hadi Saepul Rahman Resmi Menjabat
0
Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab Irwasda, Karoops, dan Dirintelkam
0
Hamim Center Hadir di Konsolidasi Jilid Pertama Relawan Prabowo, Serahkan Dukungan ke Kertanegara dan Desak Bongkar Penyadapan
0
Polsek Sekincau dan Masyarakat Gelar Jum’at Bersih
0
Meriah! SPJI dan SPPG Nusantara Tri Mekar Ajak Pelajar BNS Kenal Dunia Jurnalistik Lewat Lomba Kreatif MBG
0
Laskar Merah Putih dan ARSIP Tegaskan Dukungan kepada Presiden Prabowo, Bachtyar Tedjanegara : Ajak Kader Solid Kawal Pemerintahan
0
ALIANSI RELAWAN SEJATI PRABOWO (ARSIP) TEGASKAN DUKUNGAN KEPADA PRESIDEN PRABOWO DAN KAPOLRI:
0
Samangat Kades,Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Bersama Warga Dusun 6 Taman Negeri Gotong Royong Bangun Jalan Usaha Tani
0
Implementasikan Program Kapolri, Kapolres Lampung Barat Gelar Jumat Bersih di Pekon Sebarus
0
Wabup Lampung Barat Lepas 6 Taruna Sekolah Kedinasan Kemenhub ke Poltrada Bali.
0
Daman Nasir Minta Seluruh OPD di Lampung Barat Perhatikan Kebersihan Kantor
0