Jalanan Berlubang, Nyawa Melayang: Josephine Simanjuntak Desak Pemprov DKI Perbaiki Jalan!!!

Penulis :

Lucky suryani

JAKARTA,Traznews. Com 12 Februari 2026, Kecelakaan yang mengakibatkan kematian seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jalan Matraman pada hari Senin (9/2/2026) lalu menyalakan tanda bahaya seputar kondisi jalanan di Jakarta yang berlubang dan keselamatan berkendara.

 

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Josephine Simanjuntak, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan langkah-langkah perbaikan dengan segera.

 

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya salah satu anak kita yang mengalami kecelakaan belum lama ini di kawasan Matraman. Semoga keluarga yang ditinggalkan juga diberi kebesaran hati dalam menghadapi musibah ini,” katanya.

 

“Kejadian naas ini harus kita jadikan pelajaran bersama agar tidak terulang lagi di masa depan. Di satu sisi, musim hujan ini memang mengakibatkan jalanan berlubang di mana-mana,” sambungnya.

Bacaan menarik :  EPoker Place, A fabulous great technique To Take up Virtual Texas hold'em At A fabulous Great Modern casino

 

Josephine menilai bahwa masalah kerusakan jalan ini sudah terjadi selama ini dan menimbulkan bahaya terhadap pengendara jalanan, terutama para pengguna motor. Dengan adanya kecelakaan yang naas itu, ia mendesak agar Pemprov DKI Jakarta bergerak lebih cepat lagi.

 

“Selama ini sering terjadi kecelakaan, tapi itu terus berulang sampai kini ada yang menjadi korban jiwa. Artinya, upaya Pemprov DKI untuk menambal jalanan-jalanan yang rusak berlubang belum maksimal. Ini meyangkut keselamatan para pengemudi di jalan raya, sehingga harus cepat-cepat diperbaiki,” lanjutnya.

 

Terkait dengan perbaikan jalanan, Josephine juga mengingatkan Pemprov DKI Jakarta bahwa kondisi sudah berubah, di mana curah hujan yang tinggi untuk jangka waktu lebih panjang mengharuskan aspal di jalanan lebih kuat lagi menghadapi tantangan alam.

Bacaan menarik :  Antivirus Reviews - The Best Antivirus security software Programs

 

“Kondisinya sekarang juga sudah berubah. Curah hujan makin tinggi, genangan air juga menjadi lama. Perlu dipastikan kalau jalanan-jalanan kita bisa bertahan lebih lama lagi. Oleh karena itu, aspal yang digunakan untuk memperbaiki jalanan-jalanan rusak harus berkualitas tinggi,” tekannya.

 

“Ditambah, saya juga berpesan agar Pemprov DKI jangan hanya fokus memperbaiki jalanan-jalanan yang mungkin dianggap penting saja seperti sepanjang Sudirman-Thamrin, tapi ruas jalanan lainnya juga perlu diperbaiki, termasuk yang arteri,” terusnya.

 

Tidak hanya itu, Josephine juga kembali menghimbau kepada para orang tua serta orang-orang dewasa agar lebih mengawasi anak-anaknya supaya tidak berkendara selama masih di bawah umur dan belum memiliki izin mengemudi.

Bacaan menarik :  Tim 2 Beruang Jaga Jakarta Amankan 3 Pemuda Bawa Celurit di Bekasi Timur

 

“Jadi, sudah semestinya masyarakat juga mencegah anak-anaknya berkendara dengan menggunakan baik mobil maupun motor,” ujarnya.

 

“Ini untuk keselamatan mereka sendiri. Mohon kesediaannya bagi para orang tua untuk mengantar anak-anaknya apabila harus bepergian. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali,” tutupnya.

Bagikan postingan
Strategic Gameplay and Aviator Risks for Maximum Online Casino Rewards
0
Stinné příběhy Tim Burtona v Praze s https://timburtonpraha.cz a jedinečným uměním temnoty
0
Essential strategies for maximizing profits with Aviator and minimizing risk
0
Polsek Sekincau Gelar Jumling di Masjid Baitul Hikmah Sunjaya, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat.
0
0
0
0
0
Aksi Hari Santri di Gedung KPK RI: KPK NU Gelar Istighosah Kubro Desak Tangkap Nusron Wahid dan Batalkan Keputusan AHWA Muktamar NU Tambakberas
0
“Berani Menjaga KEBENARAN, Berani Menjaga dan Mengawal MARTABAT   Aksi Unjuk Rasa dengan Istigotsah Kubro bersama Kyai Kampung Dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional dan Mendukung Penegakan Hukum terutama Penberantasan Koruptor dan Penyelamatan Marwah NU Menuntut Pembatalan Keputusan AHWA dan Penindakan Politik Uang atau Risywah di Muktamar NU Ke-35 di Tambakberas Jombang  JAKARTA – Aliansi Warga Nahdliyin yang tergabung dalam KPK NU (Komisi Pemberantasan Korupsi Nahdlatul Ulama) menggelar Aksi Unjuk Rasa di depan Gedung KPK RI, Kuningan dengan istigotsah Kubro bersama Kyai Kampung Jakarta Selatan pada Jumat, 23 Oktober 2026.  Dengan melaksanakan Istigotsah bersama Kyai Kampung KPK NU untuk Mendukung KPK RI, Aksi ini diikuti oleh sekitar 250 Warga NU yang tergabung dalam KPK NU, yang bergerak dari titik kumpul Aksi Istigotsah bersama Kyai Kampung digelar sebagai Bentuk dukungan Penuh KPK NU terhadap KPK RI untuk segera Menjemput Paksa sesuai Perintah Undang-Undang, karena Nusron sudah tidak kopratif dan tidak menghargai Penegak hukum.  KPK NU Meminta agar KPK RI segera menetapkan status tersangka untuk Nusron Purnomo Dalam Kasus Korupsi dilingkungan kementrian ATR/BPN, KPK NU Juga melihat Nusron Purnomo di duga kuat uang hasil korupsinya digunakan praktik politik/ Risywah, hal ini tentu merupakan bentuk pelanggaran moral yang sangat mencedrai terhadap Marwah Kyai-Kyai Sepuh di NU yang Punya Otoritas tertinggi di Organisasi NU yang sangat berdampak menciderai keabsahan proses Muktamar NU di Tambakberas, Jombang.  Muktamarin yang tanpa rasa malu menenteng tas berisi gepokan uang tunai telah menjadi saksi bisu betapa murahnya sebuah amanah di mata mereka.  Transaksi pengkondisian suara dan penyerahan uang risywah tidak I gi dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan bahkan sangat keterlaluan dan tidal punya rasa malu mlakukan transaksi Money Politik/Risywah di Rumah Perjuangan Ndalem Pusaka Mbh Wahab Chasbullah sebagai Sang Pendiri, Penggerak dan Insiator Berdirinya NU,Ketika uang haram dan anasir-anasir jahat menentukan arah kepemimpinan, maka yang tersisa hanyalah kepalsuan dan pengkhianatan terhadap kepercayaan Umat.  Akankah kita terus diam melihat kesucian organisasi dihancurkan dan Otoritas tertingi Kyai-Kyai Sepuh di NU di injak-injak oleh para oknum anasir- anasir jahat yang hanya mengejar Kekuasaan..?Waktunya rakyat dan jamaah membuka mata: Praktek Money Politik/risywah di Tambak Beras adalah fakta, dan perlawanan terhadap kebusukan ini harus dimulai sekarang, kapan lagi kalau tidak sekarang dan siapa lagi kalau bukan kita…!  Tuntutan Utama Aksi  Melalui aksi ini, KPK NU menyampaikan poin-poin tuntutan resmi sebagai berikut:  1. Tangkap dan Adili Pelaku Politik Uang: Meminta aparat penegak hukum (KPK RI) untuk segera menangkap dan mengadili pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pembagian uang hasil korupsi pada Muktamar NU, termasuk dugaan keterlibatan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang dinilai mencederai marwah organisasi.  2. Tangkap dan Adili Gus Iful dan Juri Ardiantoro yang di duga kuat bekerjasama dengan Nusron sebagai trio Anasir jahat dalam merusak Marwah Kyai dan Marwah Institusi NU di Muktamar Ke-35 di Tambakberas Jombang.  3. Batalkan Keputusan AHWA: Menuntut pembatalan keputusan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang menetapkan Rois Aam KH. Miftachul Akhyar sebagai Rois Aam terpilih, karena dinilai cacat moral dan batal demi hukum (Melanggar Konsitusi AD/ART NU)  4.Gelar Rapat Ulang AHWA: Mendesak dilaksanakannya rapat ulang AHWA secara transparan dan berintegritas di Rumah Pusaka Mbah Wahab Chasbullah, Tambakberas, Jombang dengan terlebih dahulu mengganti Angggota AHWA (Ahlul Hali Wal Aqdi) yang sudah jelas-jelas menerima Money Politik/Risywah dengan Anggota AHWA suara terbanyak Berikutnya.  Koordinator Aksi:Muhamad Sholihin.  Sekretariat. Graha KPK NU Lantai 2, BTN Lama JI. Anggar No. 40, Kelurahan Karanganyar, Kec.  Indramayu, Kab. Indramayu, Jawa Barat
0
Essential components impacting Riverspin performance for optimized fly fishing results
0
Spannende Gewinnchancen und JackpotWorldSlotgame im dynamischen Casino-Universum
0