GAPEMBI Jambi Soroti MBG Berbasis Sekolah: Jangan Sampai Ubah Skema, Buka Celah Kebocoran Anggaran

Penulis :

Lucky

JAMBI, 6 September 2026 — Traznews. Com  Transformasi penyediaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur terpusat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuju sistem dapur berbasis sekolah mulai mengemuka sebagai salah satu opsi dalam penguatan pelaksanaan program nasional tersebut.

Namun, gagasan itu mendapat catatan kritis dari Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPEMBI) Jambi. Organisasi tersebut menilai penerapan dapur berbasis sekolah tidak dapat dilakukan hanya dengan mengalihkan fungsi penyediaan makanan kepada kantin sekolah. Diperlukan kajian komprehensif, standar yang ketat, serta kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia agar tujuan program MBG tetap tercapai.

Ketua GAPEMBI Jambi, Arkani Hilmie, menyatakan masih pesimistis apabila transformasi tersebut dilakukan tanpa perencanaan yang matang. Perubahan skema penyediaan MBG harus mempertimbangkan aspek kualitas gizi, keamanan pangan, kapasitas produksi, pengawasan, hingga efektivitas penggunaan anggaran negara.

“Kami melihat gagasan dapur berbasis sekolah perlu dikaji lebih mendalam. Jangan sampai perubahan sistem justru menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi mutu makanan, kebersihan, kapasitas produksi maupun pengawasan anggaran,” ujar Arkani Hilmie.

Bacaan menarik :  Dewan Pimpinan Pusat PBB Partai Bulan Bintang,Melantik Sayap Partai Pemuda Bulan Bintang Masa Bakti 2025-2030

Menurut Arkani, salah satu persoalan utama yang harus dihitung secara presisi adalah kapasitas produksi kantin sekolah. Selama ini, sebagian besar kantin sekolah tidak dirancang untuk menyediakan makanan bagi seluruh siswa. Kantin pada umumnya hanya melayani siswa yang memilih membeli makanan atau minuman pada jam sekolah.

Kondisi tersebut tentu berbeda apabila kantin diberikan tanggung jawab untuk menyediakan makanan bergizi bagi seluruh siswa setiap hari.

“Kalau sebelumnya kantin hanya melayani sebagian siswa, kemudian harus menyediakan makanan untuk seluruh siswa, tentu skala kebutuhannya berubah total. Kapasitas dapur, peralatan, tenaga kerja, bahan baku, penyimpanan, distribusi sampai pengelolaan limbah harus dihitung secara detail,” tegas Arkani.

GAPEMBI Jambi menilai pemerintah tidak boleh mengasumsikan bahwa seluruh kantin sekolah memiliki kemampuan yang sama. Kondisi sekolah di setiap daerah sangat beragam, termasuk dari sisi luas bangunan, fasilitas sanitasi, ketersediaan air bersih, peralatan memasak, tempat penyimpanan bahan pangan, hingga sumber daya manusia yang mengelola makanan.

Bacaan menarik :  Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai Dan Adil

Selain aspek teknis, Arkani juga mengingatkan pemerintah agar perubahan skema MBG tidak membuka ruang baru bagi kebocoran anggaran.

Dengan jumlah penerima manfaat yang besar, sistem pengadaan dan distribusi makanan membutuhkan mekanisme pengawasan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Semakin banyak titik penyediaan makanan, semakin kompleks pula rantai pengawasan yang harus dibangun.

“Jangan sampai niatnya melakukan efisiensi dan mendekatkan pelayanan kepada sekolah, tetapi pada akhirnya justru menciptakan titik-titik baru yang sulit diawasi. Potensi kebocoran anggaran harus menjadi bagian dari kajian sejak awal,” kata Arkani.

Menurut GAPEMBI Jambi, SPPG dengan sistem terpusat masih dapat menjadi pilihan bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas memadai. Skema tersebut dinilai dapat dipertahankan dengan melakukan evaluasi dan penguatan terhadap aspek distribusi, kualitas makanan, keamanan pangan serta pengawasan.

Arkani menegaskan bahwa apa pun skema yang nantinya dipilih pemerintah, kepentingan utama harus tetap berada pada kualitas makanan yang diterima peserta didik serta memastikan anggaran negara digunakan secara efektif, transparan dan tepat sasaran.

Bacaan menarik :  Resmikan Suoh MX Circuit, Nukman Targetkan Masuk Kalender Nasional.

“Yang terpenting bukan sekadar mengubah model dapurnya, tetapi bagaimana MBG dapat berjalan dengan standar gizi dan keamanan pangan yang baik, distribusi yang efektif, serta sistem pengawasan yang kuat. Jangan sampai perubahan skema justru menimbulkan persoalan baru,” pungkas Arkani Hilmie, Ketua GAPEMBI Jambi.

Bagikan postingan
Safari Subuh Kamtibmas, Polsek Sekincau Hadir di Tengah Masyarakat, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan
0
Korkealaatuiset kasinopelit ja big-luckysfi.com tarjoavat jännitystä sekä viihdettä kaikille pelaajille
0
Realne szanse wygranej online dostępne dzięki platformie allright-casinos.net.pl dla każdego gracza
0
Sumsumnya Lumer, Harganya Bersahabat! Cuma di Kedai Resto Shini Bakso Tulang Way Bungur
0
Stratégies fiables pour les paris en ligne, découvrez highflybets.fr et maximisez vos chances de succès sportif
0
Razia Gabungan di Sukadana, 5 Pengendara Kena Tilang Manual Saat Sosialisasi Keringanan Pajak
0
Merveilleux univers et fastsllot-fr.fr pour des sensations fortes inoubliables aux joueurs passionnés
0
Polisi Bersama Masyarakat,Kapolres Lampung Barat Turun Langsung Giat   Pam Rawan Pagi 
0
Tania Apresiasi Pelayanan Samsat Kabupaten Bekasi, Penggantian Plat Nomor Dinilai Cepat
0
Dukung Program Kapolri, Polda Lampung Razia Tempat Hiburan Malam, 6 Pengunjung Positif Narkoba
0
10 Personel Pusdokkes Polri dan 200 Brimob NTB Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, Kapolda: Fokus di 6 Wilayah Rawan
0
Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah dan Kunjungi Museum di Nganjuk
0