Jakarta — Traznews. Com Bobby Albertus Kondoy menegaskan pentingnya profesionalisme, integritas, dan penegakan hukum yang berkeadilan dalam pelantikan pengurus Advokat Indonesia Professional periode 2026–2031 yang dipimpin langsung ketua umum Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, SH, MH yang digelar di Fairmont Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Dalam keterangannya, Bobby menilai organisasi advokat harus diisi oleh para praktisi hukum yang memiliki kualitas profesional serta mampu menjalankan tugas tanpa tebang pilih dalam menegakkan keadilan.
“Kita dituntut untuk profesional, tidak boleh pilih kasih. Harus menegakkan keadilan dengan benar,” ujar Bobby.
Ia menjelaskan, keterlibatan unsur notaris dalam organisasi advokat memiliki peran penting untuk membantu menelaah berbagai persoalan hukum, khususnya terkait dokumen dan akta yang kerap memunculkan sengketa di kemudian hari.
“Banyak juga akta notaris yang bermasalah. Karena itu, notaris dilibatkan supaya bisa meneliti apakah akta itu benar atau tidak,” katanya.
Bobby yang pernah berprofesi sebagai notaris di Yogyakarta mengungkapkan, persoalan administrasi hukum sering kali baru diketahui setelah bertahun-tahun, bahkan dalam rentang lima hingga sepuluh tahun setelah dokumen diterbitkan.
Selain menyoroti profesionalisme, Bobby juga menegaskan komitmen organisasi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum, termasuk warga kurang mampu yang menghadapi persoalan hukum.
Namun demikian, ia menekankan bahwa setiap perkara tetap harus dipelajari secara objektif sebelum diberikan bantuan hukum.
“Kita lihat dulu kasusnya seperti apa. Tidak bisa langsung bilang dibantu tanpa melihat duduk persoalannya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bobby menegaskan organisasi advokat harus menjauh dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta mampu menghadirkan akses keadilan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
Di akhir keterangannya, Bobby berharap seluruh advokat dapat menjaga marwah profesi dan tetap bekerja secara profesional dalam menjalankan tugas penegakan hukum.
“Harapan ke depan, rekan-rekan sejawat jangan membuat malu profesi. Kita harus benar-benar menegakkan keadilan,” pungkasnya.