Bayi Lahir dengan Hidrosefalus, Perjuangan  Shanaya Menggugah Hati

Penulis :

Samsul Hadi

Lampung Barat – Tangis pertama seharusnya menjadi awal kebahagiaan. Namun bagi pasangan Ririn Damayanti dan Sigit Irawan warga Pemangku Gunung Sari, Pekon Pampangan, Kecamatan Sekincau. kelahiran buah hati mereka justru diiringi dengan ujian yang menggetarkan hati.

 

Dengan berat badan 3000 gram, panjang 47 cm, dan lingkar kepala 32 cm, Shanaya hadir ke dunia dengan kondisi yang membutuhkan perhatian medis serius.

Sejak hari pertama kehidupannya, Shanaya harus menjalani perawatan intensif. Ia sempat ditempatkan di inkubator selama kurang lebih 6 jam sebelum akhirnya mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit.

 

 Diagnosis yang diterima orang tuanya begitu berat: hidrosefalus, kondisi penumpukan cairan di dalam otak yang dapat meningkatkan tekanan pada kepala dan berisiko pada tumbuh kembangnya.

Bacaan menarik :  Jejak Peradaban Kuno di Situs Megalitikum Batu Brak, Destinasi Wisata Sejarah yang Memikat di Lampung Barat

 

Tak butuh waktu lama, Shanaya harus menjalani operasi sejak usia yang masih sangat dini. Sebuah langkah medis yang tak hanya menguji kekuatan tubuh kecilnya, tetapi juga keteguhan hati kedua orang tuanya.

 

Kini, setelah melewati masa kritis, Shanaya telah diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan di rumah.

 

Meski demikian, perjuangan belum usai. Kondisinya masih terus dipantau secara berkala oleh tenaga medis dari Puskesmas Sekincau, dengan kunjungan rutin dari bidan desa yang memastikan tumbuh kembangnya tetap terjaga.

Di balik harapan yang terus dijaga, terselip pula kekhawatiran.

 

Orang tua Shanaya mengungkapkan adanya kondisi pada kaki kiri sang bayi yang tampak agak miring, yang juga memerlukan perhatian khusus ke depannya.

Bacaan menarik :  Guru Cantik Asal Lampung Barat Diutus Ke Semarang, Dalam Ajang Pornas XXI KORPRI 2023.

 

“Bidan desa juga rajin datang ke rumah untuk memantau perkembangan anak kami,” ujar Sigit dengan nada penuh harap saat ditemui.

 

Perhatian dan dukungan pun mengalir dari berbagai pihak. Pemerintah Kecamatan Sekincau, PJ Peratin Pampangan, hingga Bhabinkamtibmas telah datang langsung menjenguk dan memberikan semangat kepada keluarga kecil ini. Lanjut Sigit.

Meski biaya pengobatan utama telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan, keluarga Shanaya masih menghadapi berbagai kebutuhan tambahan selama proses pemulihan.

 

Dengan penuh kerendahan hati, mereka membuka pintu bagi para dermawan yang tergerak untuk membantu.

 

Harapan mereka sederhana, namun begitu dalam: melihat Shanaya tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya.

 

Bagi masyarakat yang ingin berbagi kebaikan, bantuan dapat disalurkan melalui:

Bacaan menarik :  Korban Tenggelam Di Sungai Semuong, Ditemukan Meninggal Dunia 

No. Dana: 081379431973

Atas Nama: Ririn Damayanti (Ibu Shanaya)

 

Di tengah segala keterbatasan, kisah Shanaya adalah pengingat bahwa harapan selalu ada, bahkan dari tubuh kecil yang sedang berjuang melawan ujian besar.

Bagikan postingan
Ketum KBPP Polri Ajak Organisasi Tetap Solid Hadapi Tantangan Digital dan Kebangsaan.
0
Munas VI KBPP Polri 2026 : Syamsu Rizal Arbi Serukan Soliditas Demi Stabilitas Nasional
0
Ketua KBPP Polri Sumsel M. Yansuri: Munas VI Pertegas KBPP Sebagai Mediator Polri  Dan Masyarakat
0
Anna Susanti KBPP Polri Sultra: Munas VI Harus Lahirkan Ketum Solid Jaga Kekompakan Organisasi
0
Pelayanan Satpas SIM Daan Mogot Dipuji Cepat dan Profesional, Pemohon Akui Semakin Nyaman
0
Polres Kepulauan Seribu Perkuat Pengamanan Dermaga Antisipasi Lonjakan Wisatawan Libur Panjang
0
Jakarta Bhayangkara Presisi Raih Kemenangan Perdana di AVC Men’s Club Championship 2026 Pontianak
0
Pihak RSUD KH.Ahmad Hanafiah Berkomitmen Mengevaluasi Tata Letak Ruang Perawatan,Tingkatkan Standar Kebersihan Dan Pelayanan
0
Said Aldi BKPRMI: Puluhan Ribu TKTPA Kini Dapat Bantuan Operasional, Dorong Kesejahteraan Guru Ngaji
0
Dari _Combat Force Menuju Strategic Force_, Seminar Nasional Seskoad Bahas Masa Depan TNI AD
0
MWC NU Sekincau Gelar Musyawarah Kerja ke 2, Perkuat Kelembagaan untuk Pelayanan Umat.
0
Perayaan HUT KNTI ke-17 2026: Nelayan Tradisional Jakarta Utara Suarakan Perlindungan Wilayah Tangkap
0