Warga Mengeluh, Diduga  Limbah SPPG 1 Sekincau Mengalir ke Drainase Jalan Nasional

Penulis :

Samsul Hadi

Lampung Barat-Dugaan pembuangan air limbah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Sekincau menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga meminta pihak terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan limbah untuk memastikan telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan lingkungan yang berlaku.

 

Salah seorang warga, Tobroni, mengaku melihat langsung air limbah yang diduga berasal dari SPPG 1 Sekincau mengalir ke drainase di Jalan Nasional. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius mengingat di sekitar lokasi terdapat sejumlah fasilitas umum dan tempat ibadah, seperti masjid dan gereja.

 

“Kami berharap instansi terkait dapat melakukan pemeriksaan kembali terhadap sistem pengelolaan air limbah agar benar-benar sesuai dengan SOP dan tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujar Tobroni.

Bacaan menarik :  DPC PWDI Lampung Barat Resmi Daptarkan Diri Di Kesbangpol

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas MBG Kecamatan Sekincau yang juga Camat Sekincau, Heptanius Hidayat, S.P., mengatakan pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan terhadap sistem pembuangan limbah di lokasi.

 

“Hasil pengecekan menunjukkan limbah dibuang ke dua arah, yakni menuju kebun warga dan drainase Jalan Nasional yang alirannya mencapai ratusan meter. Meskipun air tersebut telah melalui proses Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), kondisinya masih terlihat keruh, terdapat minyak, busa, dan menimbulkan bau,” jelas Heptanius. Rabu, 29/07/26.

 

Ia menegaskan, hasil temuan tersebut akan segera dilaporkan kepada Satgas MBG Kabupaten sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut agar pengelolaan limbah dapat dilakukan secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku.

Bacaan menarik :  Polres Lampung Barat Laksanakan Anjangsana kepada Purna Tugas PNS Ibu Nur Heriyati

“Kami akan melaporkan hasil temuan ini kepada Satgas Kabupaten untuk menjadi bahan evaluasi.

 

Harapannya, apabila masih terdapat kekurangan dalam sistem pengelolaan limbah, dapat segera dilakukan perbaikan sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat,” tutup Heptanius.

Bagikan postingan
Authenticité numérique autour de mystake pour des gains rapides et sécurisés
0
Sécurité accrue pour jouer en toute sérénité avec casino en ligne fiable et maîtriser ses gains facilement
0
Bupati Ela: 227 Ponpes di Lampung Timur Pilar Lahirkan Generasi Berilmu, Berakhlak, Dan Cinta NKRI
0
Seminar Ekonomi Pesisir di Lampung Timur, Kemenkop Dan Bupati Ela Sepakat Perkuat Koperasi Nelayan
0
.Jangan Salah Salurkan! Ahmad Yudan Baya ke PT NPR: Pastikan Penerima Punya Hak Hukum, Bukan Sekadar Nama!
0
Утончённый дизайн и Pinco для современных стильных пространств
0
Incredibili opportunità di vincita attendono su spinmillion.co.it, per unesperienza di gioco senza paragoni
0
Jelang Konferensi Ekonomi Kreatif, Brimob Sterilisasi Area Hotel Kempinski
0
Peserta Didik SPPK Angkatan ke-4 Gelar FGD di Polda Metro Jaya, Bahas Kepemimpinan Strategis
0
Sinergi Umaro dan Ulama Dinilai Perkuat Citra Humanis Polri di Tengah Masyarakat
0
Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri
0
Strategic gameplay with https://vegas-hero-casinos.uk for thrilling wins and responsible entertainment options
0