Rehab Setengah Miliar Tapi Kualitas Murahan, Publik Pertanyakan Proyek SDN 2 Yogyakarta

Penulis :

Pringsewu (Traznews) — Proyek rehabilitasi ruang kelas di SDN 2 Yogyakarta Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu, senilai Rp555 juta disorot tajam. Alih-alih menghadirkan ruang belajar yang layak, pekerjaan justru memunculkan dugaan kuat adanya pengerjaan asal-asalan dan potensi pemborosan anggaran.

Hasil penelusuran di lokasi memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan. Tembok yang baru dua minggu selesai dikerjakan sudah dipenuhi retakan di berbagai titik, sebuah indikasi klasik lemahnya kualitas material atau minimnya pengawasan. Bahkan, pada beberapa sudut dinding, tampak jelas perbaikan hanya dilakukan sekadarnya.

Pantauan lebih dekat menunjukkan dinding lama yang sudah lapuk diduga tidak dibongkar total, melainkan hanya ditambal di beberapa bagian lalu dicat ulang untuk menutupi kerusakan.

Bacaan menarik :  Ramadhan 1443 Hijriah,STEBI Liwa Lampung Barat Berbagi Ta,Jil.

Akibatnya, permukaan dinding bergelombang dan tidak rata, menegaskan bahwa pekerjaan jauh dari standar konstruksi yang seharusnya diterapkan untuk bangunan pendidikan.

Informasi dari papan proyek yang didapat menyebutkan bahwa kegiatan rehabilitasi ini merupakan proyek Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu dengan nilai kontrak Rp550 juta dan dilaksanakan oleh CV Amar Afifah Perdana. Namun, kualitas pengerjaan di lapangan menimbulkan pertanyaan serius: kemana perginya standar mutu dan pengawasan.

Panji, penjaga sekolah, mengaku tak mengetahui apa pun terkait proses dan detail pelaksanaan proyek tersebut.

“Saya tidak tahu apa-apa, Pak, masalah rehab sekolah ini,” ujarnya singkat.

Warga mendesak Dinas Pendidikan serta aparat pengawasan turun tangan. Retakan pada bangunan baru bukan hanya menandakan dugaan ketidakprofesionalan pelaksana, tetapi juga mengancam keselamatan para siswa yang akan menggunakan ruangan tersebut.

Bacaan menarik :  Satpam BRI KC Cilegon, Panduan Efisiensi untuk Layanan Lebih Cepat

Jika temuan ini dibiarkan, publik patut bertanya, apakah proyek pendidikan bernilai ratusan juta rupiah ini benar-benar dikerjakan untuk kepentingan siswa, atau sekadar formalitas laporan belaka. (Tim)

Bagikan postingan
Bupati Ela Hadiri Jalan Sehat Kapal Api Bersama Tribun Lampung 2026 di Bandar Sribhawono
0
Polres Lampung Barat Ungkap Kasus Penipuan dan Penggelapan, Tersangka Ditangkap di Bangka Belitung
0
UI  Dan PERADI Profesional Gelar Golf Tournament 2026 di Pondok Indah – Kolaborasi PKPA, Hadiah BMW X1 Hole in One
0
SPJI Lampung Barat Prihatin Peristiwa Dugaan Bullying di Batu Kebayan, Pengawasan Anak Harus Diperketat.
0
Soekarno Cup Membludak, Pak Cik Parosil: Top.Markotob  
0
HUT ke-4 Media Buser Bhayangkara, PWLB Apresiasi Konsistensi dalam Menyajikan Informasi kepada Masyarakat
0
AMPH Jakarta Tegaskan: Bupati Labuhanbatu dr.Hj.Maya Hasmita,Sp.OG,M.KM Tidak Boleh Disudutkan Sebelum Ada Pembuktian Hukum yang Sah
0
Perdiksi Ketum DPP PWDPI: Kasus Penyadapan Mantan Kapolri dan Sejumlah Jenderal Diprediksi Tak Akan Berlangsung Lama
0
Harga Tidak Mahal! Rasa Kuah Kaldu Bakso Tulang Tidak Kalah, Silahkan Datang Di Kedai Resto Shini
0
GRIB Jaya Jatim Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, M. Kasmu: Ungkap hingga Aktor Intelektual!
0
Dosen dan Mahasiswa Malahayati hadiri Konferensi Internasional di Jeju Korsel
0
Samsat Keliling Kabupaten Bekasi Hadirkan Kemudahan Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor Tahunan
0