Klarifikasi GEPAK Lampung! Demo Batal, Jebakan Terpasang

Penulis :

Redaksi

BANDAR LAMPUNG (Traznews)  – Penangkapan Ketua Umum Gerakan Pembangunan Anti Korupsi (GEPAK), Wahyudi, oleh aparat Polda Lampung kini memasuki babak baru. Wahyudi membantah keras tudingan menerima “uang damai” dari pihak RSUDAM Lampung. Ia bahkan menuding ada jebakan terstruktur untuk menjatuhkan dirinya.

Dalam klarifikasi resminya di ruang Jatanras Polda Lampung, Senin (22/9/2025), Wahyudi mengurai detail kronologi yang selama ini simpang siur.

Menurutnya, pertemuan dengan pihak RSUDAM pertama kali digelar Jumat (19/9/2025) di Mall Boemi Kedaton (MBK), atas permintaan Kepala Bagian Umum RSUDAM, Sabaria Hasan.

“Pertemuan itu murni membahas rencana aksi demonstrasi. Bahkan demo itu sudah kami batalkan setelah koordinasi resmi dengan Polresta Bandarlampung,” tegas Wahyudi.

Bacaan menarik :  LHK Desak Mendikti Evaluasi Plt Rektor UHO Jelang Pilrek 2026, Dugaan Intervensi & Fee Proyek    

Wahyudi menuturkan, justru pihak RSUDAM yang melempar tawaran uang atau proyek sebagai bentuk ‘perdamaian’. Tawaran itu ia tolak, karena ingin bicara langsung dengan Direktur Utama RSUDAM.

Namun, dalam pertemuan lanjutan, rekannya Fadly yang hadir mewakili dirinya, akhirnya menerima tawaran hubungan kerja sama.

“Saya sendiri tidak pernah menyetujui apapun. Posisi saya jelas, menolak,” katanya.

Babak paling mencurigakan terjadi Sabtu (20/9/2025). Seusai pertemuan dengan Sabaria Hasan dan pria bernama Yuda, Wahyudi mengaku tidak ada pembicaraan soal uang. Tapi mendadak, Yuda mengikuti mereka hingga ke parkiran dan memasukkan kantong plastik hitam ke dalam mobil.

“Tak lama setelah itu, ketika mobil berhenti di daerah Sukabumi, kami langsung disergap tim Polda Lampung. Saya yakini ini jebakan yang sudah diatur,” beber Wahyudi.

Bacaan menarik :  Lampung Barat Hadir Dalam  Kriyanusa Tahun 2023  Jakarta Convention Center (JCC).

Wahyudi menuding pemberitaan yang berkembang telah membunuh karakternya dengan tudingan pemerasan Kadis BPBD Lampung. Ia mengingatkan media untuk kembali pada Kode Etik Jurnalistik.

“Jangan hanya copy-paste keterangan sepihak. Konfirmasi itu wajib. Saya tegaskan, saya korban jebakan, bukan pelaku pemerasan,” tegasnya lantang.

Ia juga mendesak pihak kepolisian agar tidak tebang pilih dalam mengusut perkara.

“Periksa juga pelapornya! Bongkar siapa yang memberikan uang jebakan itu. Saya yakin ada skenario besar di balik ini,” tutupnya.(Red)

Bagikan postingan
Penuh Tawa dan Kebersamaan, Komunitas Senam Jenk Ami Hadirkan Kebahagiaan
0
Hajat Besar Hari Santri 2026! PCNU Lampung Barat Gerakkan Tiga Kecamatan, dari Pesantren hingga Lampung Barat Bersholawat.
0
Terima Kasih, Pak Prabowo!” Rini Abdila S.Pd: Penantian 12 Tahun TK/KB Cemara Betung Akhirnya Terjawab
0
SDS Bahari Al Islam Raih Tiga Prestasi di FTBI
0
Pemuda Nusantara Berkeadilan Resmi Laporkan Oknum Penyidik Polres Metro Jaktim ke Kompolnas
0
Attraktive Bonusangebote mit 24casino-germany.com.de und vielfältigen Spieloptionen erleben
0
0
Wichtige Informationen über granawins-de.com.de und Tipps für den erfolgreichen Weinanbau
0
Rozważne zakłady z bisoncasino i komfortowa rozrywka online dla każdego gracza
0
Bupati Nias Ya’atulo Gulo di Rakernas VII HIMNI 2026: Tantangan Nias Pulau Impian Ada di SDM
0
Polri Tambah Dukungan Personel Brimob Lintas Daerah untuk Penanganan Karhutla
0
Subuh Keliling, Upaya Polri Perkuat Harkamtibmas melalui Kedekatan Dengan Masyarakat
0