Dr Isradi Zainal , M.KKK Rektor Universitas Balikpapan Hadiri Rapat Pengurus Pusat Pleno (RPPP) ke-3 APTISI

Penulis :

Lucky sun

Jakarta, traznews. Com Rektor Universitas Balikpapan Dr Isradi Zainal , M.KKK menghadiri acara Halal Bihalal Idul Fitri 1445 H dan Rapat Pengurus Pusat Pleno (RPPP) ke-3 Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Tahun 2024. Acara digelar di The Krakatau Grand Ballroom, Jakarta, Sabtu (11-5-2024) ini dihadiri oleh Tim TKN, Hashim Djojokusumo, yang mewakili Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto.

 

Selain Dr Isradi Zainal hadir juga pengurus APTISI, termasuk Ketua Umum M. Budi Djatmiko, Pembina APTISI Marzuki Ali, Ketua Panitia PO Abas Sunarya, Laode M. Kamaluddin Rektor UICI, George Iwan Marantika sebagai Moderator serta pengurus dan anggota APTISI dari berbagai wilayah di Indonesia.

Bacaan menarik :  Di Hari Jadi Bogor ke 541 Kecamatan Parung Panjang Gelar Pentas Seni dan Budaya

 

Dr Isradi Zainal, ST, MT,MH,MM, DESS, IPU,A. Eng, yang sebelumnya merupakan Dekan Fakultas Teknik dan Dekan Fakultas Vokasi K3 Uniba menyampaikan keprihatinan atas ketidakoptimalan keterlibatan APTISI dalam pembangunan Ibukota Nusantara (IKN).

 

Ia menyoroti perlunya sinergi dari perguruan tinggi swasta untuk berpartisipasi dalam transformasi menuju Indonesia emas, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pendayagunaan masyarakat.

Profesor Junaidi menekankan pentingnya mencermati isu-isu strategis seperti IKN, yang dianggapnya terlupakan dalam diskusi tersebut.

 

“Masa depan bangsa tidak bisa melupakan IKN , dan pada diskusi IKN tidak di singgung sama sekali, artinya ikn sebagai salah satu tranformasi menuju Indonesia emas, apa yang mesti di perbaiki kaitannya dengan pendidikan, di IKN itu swasta – swasta nasional dan lokal juga harus di tingkatkan.” Kata Isradi Zainal

Bacaan menarik :  PB SEMMI Geruduk Bea Cukai Ada Apa ya??? 

 

“Dan mestinya adanya sinergitas dari perguruan tinggi swasta untuk berpartisipasi atau terlibat di pembangunan ibukota Nusantara (IKN) apakah di bidang pendidikan, penelitian dan pendayagunaan masyarakat, tadi sepertinya di lupakan padahal itu suatu hal yang penting,” tuturnya

Bagikan postingan
Kreatywność od inspiracji do realizacji przez https://rescuemagazine.pl, otwierając nowe perspektywy
0
Potential fortunes climb steadily with Aviator, but knowing when to cash out is everything
0
Strategic Gameplay and Aviator Risks for Maximum Online Casino Rewards
0
Stinné příběhy Tim Burtona v Praze s https://timburtonpraha.cz a jedinečným uměním temnoty
0
Essential strategies for maximizing profits with Aviator and minimizing risk
0
Polsek Sekincau Gelar Jumling di Masjid Baitul Hikmah Sunjaya, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat.
0
0
0
0
0
Aksi Hari Santri di Gedung KPK RI: KPK NU Gelar Istighosah Kubro Desak Tangkap Nusron Wahid dan Batalkan Keputusan AHWA Muktamar NU Tambakberas
0
“Berani Menjaga KEBENARAN, Berani Menjaga dan Mengawal MARTABAT   Aksi Unjuk Rasa dengan Istigotsah Kubro bersama Kyai Kampung Dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional dan Mendukung Penegakan Hukum terutama Penberantasan Koruptor dan Penyelamatan Marwah NU Menuntut Pembatalan Keputusan AHWA dan Penindakan Politik Uang atau Risywah di Muktamar NU Ke-35 di Tambakberas Jombang  JAKARTA – Aliansi Warga Nahdliyin yang tergabung dalam KPK NU (Komisi Pemberantasan Korupsi Nahdlatul Ulama) menggelar Aksi Unjuk Rasa di depan Gedung KPK RI, Kuningan dengan istigotsah Kubro bersama Kyai Kampung Jakarta Selatan pada Jumat, 23 Oktober 2026.  Dengan melaksanakan Istigotsah bersama Kyai Kampung KPK NU untuk Mendukung KPK RI, Aksi ini diikuti oleh sekitar 250 Warga NU yang tergabung dalam KPK NU, yang bergerak dari titik kumpul Aksi Istigotsah bersama Kyai Kampung digelar sebagai Bentuk dukungan Penuh KPK NU terhadap KPK RI untuk segera Menjemput Paksa sesuai Perintah Undang-Undang, karena Nusron sudah tidak kopratif dan tidak menghargai Penegak hukum.  KPK NU Meminta agar KPK RI segera menetapkan status tersangka untuk Nusron Purnomo Dalam Kasus Korupsi dilingkungan kementrian ATR/BPN, KPK NU Juga melihat Nusron Purnomo di duga kuat uang hasil korupsinya digunakan praktik politik/ Risywah, hal ini tentu merupakan bentuk pelanggaran moral yang sangat mencedrai terhadap Marwah Kyai-Kyai Sepuh di NU yang Punya Otoritas tertinggi di Organisasi NU yang sangat berdampak menciderai keabsahan proses Muktamar NU di Tambakberas, Jombang.  Muktamarin yang tanpa rasa malu menenteng tas berisi gepokan uang tunai telah menjadi saksi bisu betapa murahnya sebuah amanah di mata mereka.  Transaksi pengkondisian suara dan penyerahan uang risywah tidak I gi dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan bahkan sangat keterlaluan dan tidal punya rasa malu mlakukan transaksi Money Politik/Risywah di Rumah Perjuangan Ndalem Pusaka Mbh Wahab Chasbullah sebagai Sang Pendiri, Penggerak dan Insiator Berdirinya NU,Ketika uang haram dan anasir-anasir jahat menentukan arah kepemimpinan, maka yang tersisa hanyalah kepalsuan dan pengkhianatan terhadap kepercayaan Umat.  Akankah kita terus diam melihat kesucian organisasi dihancurkan dan Otoritas tertingi Kyai-Kyai Sepuh di NU di injak-injak oleh para oknum anasir- anasir jahat yang hanya mengejar Kekuasaan..?Waktunya rakyat dan jamaah membuka mata: Praktek Money Politik/risywah di Tambak Beras adalah fakta, dan perlawanan terhadap kebusukan ini harus dimulai sekarang, kapan lagi kalau tidak sekarang dan siapa lagi kalau bukan kita…!  Tuntutan Utama Aksi  Melalui aksi ini, KPK NU menyampaikan poin-poin tuntutan resmi sebagai berikut:  1. Tangkap dan Adili Pelaku Politik Uang: Meminta aparat penegak hukum (KPK RI) untuk segera menangkap dan mengadili pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pembagian uang hasil korupsi pada Muktamar NU, termasuk dugaan keterlibatan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang dinilai mencederai marwah organisasi.  2. Tangkap dan Adili Gus Iful dan Juri Ardiantoro yang di duga kuat bekerjasama dengan Nusron sebagai trio Anasir jahat dalam merusak Marwah Kyai dan Marwah Institusi NU di Muktamar Ke-35 di Tambakberas Jombang.  3. Batalkan Keputusan AHWA: Menuntut pembatalan keputusan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang menetapkan Rois Aam KH. Miftachul Akhyar sebagai Rois Aam terpilih, karena dinilai cacat moral dan batal demi hukum (Melanggar Konsitusi AD/ART NU)  4.Gelar Rapat Ulang AHWA: Mendesak dilaksanakannya rapat ulang AHWA secara transparan dan berintegritas di Rumah Pusaka Mbah Wahab Chasbullah, Tambakberas, Jombang dengan terlebih dahulu mengganti Angggota AHWA (Ahlul Hali Wal Aqdi) yang sudah jelas-jelas menerima Money Politik/Risywah dengan Anggota AHWA suara terbanyak Berikutnya.  Koordinator Aksi:Muhamad Sholihin.  Sekretariat. Graha KPK NU Lantai 2, BTN Lama JI. Anggar No. 40, Kelurahan Karanganyar, Kec.  Indramayu, Kab. Indramayu, Jawa Barat
0