Di Duga Kasus Jual Beli Bangku Sekolah Oleh Oknum Guru Nakal Di SMA.N1 BANTARBOLANG PEMALANG

Penulis :

Mujihartono

PEMALANG –TRAZNEWS.COM – Diduga jual beli bangku sekolah di SMA Negeri 1 Bantarbolang mencuat setelah adanya aduan warga masyarakat yang kecewa karena merasa tidak adil atas kebijakan pihak sekolah dalam hal ini panitia PPDB dan Kepala Sekolah sebagai pimpinan.

 

Warga masyarakat memberikan keterangan kepada TiMedia tentang keadaan atau regulasi PPDB yang tidak mencerminkan tranparansi.

 

” Kami bingung dengan aturan sekolah yang menurut kami tidak sesuai aturan yang ada dimana jelas-jelas ada beberapa calon siswa yang dari awal gugur atau tidak diterima ternyata setelah masuk kegiatan belajar mengajar beberapa siswa tersebut masuk diterima,” tutur warga masyarakat yang enggan disebut identitasnya.

Bacaan menarik :  PDAM TIRTA MULIA KAB PEMALANG SAMBUT KEMERIAHAN HARI RAYA IDUL ADHA 1444.H

 

” Kami pada akhirnya menduga ada permainan kongkalikong oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, pasalnya awal tidak diterima kok setelah masuk beberapa siswa tersebut masuk sekolah,” kesal dari warga masyarakat

 

Lebih lanjut TiMedia menemui Kepala sekolah guna klarifikasi atas keresahan atau pertanyaan warga masyarakat pada kamis ( 27/7/2023 ) Sanyoto Nugroho, S.Pd., M.Si. selaku kepala sekolah SMA Negeri 1 Bantarbolang menjelaskan

 

” Kami melaksanakan PPDB sudah sesuai dengan surat edaran Dindikbud provinsi, tidak ada permainan, kolusi apalagi korupsi,” tegas Sanyoto.

 

“Tidak ada jual beli bangku sekolah itu tuduhan tidak berdasar dan fitnah,” Tandasnya

 

Mendapat konfirmasi beserta penjelasan KS TiMedia kurang puas karena terkesan masih ada yang ditutup-tutupi dan KS merasa benar sesuai aturan.

Bacaan menarik :  Terang-terangan: Oknum Orling Kelurahan Beji Pemalang, Pungut Uang Bansos

 

Akan tetapi warga masyarakat kecewa sebab merasakan sendiri adanya ketidakadilan dan penyalahgunaan kekuasaan dengan titipan oknum-oknum.

 

Dengan adanya peristiwa seperti ini apakah salah bila warga masyarakat menduga adanya kolusi bahkan korupsi dilingkungan sekolah tersebut.

 

Masyarakat berharap para pemangku kepentingan yang lebih berwenang agar bisa mengaudit dan investigasi terhadap pihak sekolah agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi ditahun-tahun mendatang.

Bagikan postingan
Bupati Ela: 227 Ponpes di Lampung Timur Pilar Lahirkan Generasi Berilmu, Berakhlak, Dan Cinta NKRI
0
Seminar Ekonomi Pesisir di Lampung Timur, Kemenkop Dan Bupati Ela Sepakat Perkuat Koperasi Nelayan
0
.Jangan Salah Salurkan! Ahmad Yudan Baya ke PT NPR: Pastikan Penerima Punya Hak Hukum, Bukan Sekadar Nama!
0
Утончённый дизайн и Pinco для современных стильных пространств
0
Incredibili opportunità di vincita attendono su spinmillion.co.it, per unesperienza di gioco senza paragoni
0
Jelang Konferensi Ekonomi Kreatif, Brimob Sterilisasi Area Hotel Kempinski
0
Peserta Didik SPPK Angkatan ke-4 Gelar FGD di Polda Metro Jaya, Bahas Kepemimpinan Strategis
0
Sinergi Umaro dan Ulama Dinilai Perkuat Citra Humanis Polri di Tengah Masyarakat
0
Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri
0
Strategic gameplay with https://vegas-hero-casinos.uk for thrilling wins and responsible entertainment options
0
Verfijnde creaties met Foxy gold transformeren jouw stijl subtiel en onweerstaanbaar
0
Financial planning and https://beluga1988.com for securing your future investments
0