Jakarta ,Traznews. Com 3 februari 2026 pada hari yang berbahagia ini, dalam rangka World Sleep Day dengan tema Sleep Well, Live Better, ijinkan saya menyampaikan beberapa hal penting terkait gangguan tidur, dengan penekanan khusus pada Obstructive Sleep Apnea (OSA) yaitu suatu kondisi yang sering tidak disadari , namun berdampak besar bagi kesehatan, produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.Gangguan tidur merupakan spektrum kondisi medis yang mempengaruhi kualitas, durasi dan pola tidur seseorang. Secara umum, gangguan tidur dapat dibagi menjadi beberapa kelompok utama seperti:1.Insomnia: kesulitan memulai atau mempertahankan tidur 2.Sleep-related breathing disorders: gangguan napas saat tidur, termasuk Obstructive Sleep Apnea3.Gangguan Hipersomnia: rasa kantuk berlebihan di siang hari4.Parasomnia: Perilaku abnormal saat tidur seperti sleep walking, sleep talking5.Restless Leg Syndrome: dorongan tidak tertahanakan untuk menggerakkan kaki saat malam hari6.Gangguan ritme sirkadian : gangguan jam biologis tubuhSalah satu gangguan tidur yang paling sering namun kurang disadari oleh klinisi dan Masyarakat Adalah Obstructive Sleep Apnea (OSA). OSA adalah kondisi terjadi sumbatan berulang pada saluran napas bagian atas saat tidur yang menyebabkan henti napas sesaat (apnea) dan napas dangkal (hypopnea).
Keadaan ini dapat terjadi puluhan kali bahkan ratusan kali dalam satu malam tidur.Gejala utama OSA meliputi: 1.Mendengkur 2.Henti napas saat tidur 3.Tersedak/ terbangun dengan rasa tercekik 4.Kantuk berlebihan di siang hari 5.Sakit kepala pagi hari 6.Konsentrasi menurun 7.Perubahan suasana hati menjadi mudah marah
Gangguan tidur dapat dibagi menjadi beberapa kelompok utama, yaitu:
1. Insomnia
2. Sleep-related breathing disorders (termasuk OSA)
3. Gangguan Hipersomnia
4. Parasomnia
5. Restless Leg Syndrome
6. Gangguan ritme sirkadian
OSA ditandai dengan gejala:
1. Mendengkur
2. Henti napas saat tidur
3. Tersedak/terbangun dengan rasa tercekik
4. Kantuk berlebihan di siang hari
5. Sakit kepala pagi hari
6. Konsentrasi menurun
7. Perubahan suasana hati menjadi mudah marah
Dengan kesadaran dan penanganan yang tepat, kita dapat meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.