Ribuan ikan di KJA Danau Ranau Lumbok Seminung Mati Mendadak, Kerugian Ratusan Juta

Penulis :

Red

Lampung Barat- Ribuan ekor ikan budidaya yang berada di Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Ranau, wilayah Pekon Keagungan, Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, mati mendadak pada Senin sore, 7 September 2026.

Peristiwa tersebut mengakibatkan pemilik KJA mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

KJA yang terdampak merupakan milik Haryadi, warga Pekon Keagungan. Kematian ikan tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 17.00 WIB, saat pemilik melakukan pengecekan terhadap kondisi ikan di keramba seperti biasa.

Namun, saat dilakukan pemeriksaan, Haryadi mendapati ribuan ikan dalam kondisi lemas dan sebagian besar telah mati. Ikan-ikan tersebut terlihat mengapung di permukaan air keramba.

Kondisi tersebut sontak membuat pemilik KJA terkejut. Pasalnya, sebelum kejadian, ikan-ikan yang dibudidayakan masih dalam kondisi normal.

Bacaan menarik :  Terkait Tuntutan Kepada PLTMH Besai, Ulul Azmi Soltiansah Sarankan Pokdarwis WB Rafting Segera Audiensi Dengan Bupati Dan DPRD

“Sekitar pukul 17.00 WIB saya melakukan pengecekan. Saat dilihat, ikan sudah banyak yang mati dan sebagian mengapung,” ujar Haryadi saat ditemui di lokasi.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kematian ribuan ikan tersebut belum diketahui. Pemilik bersama warga masih melakukan pengecekan dan berupaya mengamati kondisi air di sekitar lokasi KJA.

Kematian ikan secara mendadak ini juga menjadi perhatian karena budidaya ikan melalui KJA merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat di sekitar Danau Ranau.

Warga berharap pihak terkait, termasuk instansi yang membidangi perikanan dan lingkungan, dapat segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta mengambil sampel air maupun ikan guna mengetahui penyebab kejadian tersebut.

Bacaan menarik :  Bakti Sosial DPC, Ketua DPD KWRI Serahkan Piagam Penghargaan HPN Award ke Dendi Ramadhona

Apabila tidak segera diketahui penyebabnya, para pembudidaya ikan di Danau Ranau dikhawatirkan mengalami kejadian serupa yang dapat menimbulkan kerugian lebih besar.

Haryadi berharap adanya perhatian dan langkah cepat dari pemerintah maupun pihak terkait untuk mengetahui penyebab kematian ikan tersebut, sekaligus memberikan solusi kepada para pemilik KJA.

“Kami berharap ada pemeriksaan dari pihak terkait agar penyebabnya bisa diketahui. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang dan semakin banyak pembudidaya yang mengalami kerugian,” harapnya.

Hingga Senin malam, jumlah pasti ikan yang mati serta total kerugian masih dalam proses pendataan. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah dilakukan pemeriksaan dan pendataan secara menyeluruh.(**)

Bagikan postingan
Penuh Tawa dan Kebersamaan, Komunitas Senam Jenk Ami Hadirkan Kebahagiaan
0
Hajat Besar Hari Santri 2026! PCNU Lampung Barat Gerakkan Tiga Kecamatan, dari Pesantren hingga Lampung Barat Bersholawat.
0
Terima Kasih, Pak Prabowo!” Rini Abdila S.Pd: Penantian 12 Tahun TK/KB Cemara Betung Akhirnya Terjawab
0
SDS Bahari Al Islam Raih Tiga Prestasi di FTBI
0
Pemuda Nusantara Berkeadilan Resmi Laporkan Oknum Penyidik Polres Metro Jaktim ke Kompolnas
0
Attraktive Bonusangebote mit 24casino-germany.com.de und vielfältigen Spieloptionen erleben
0
0
Wichtige Informationen über granawins-de.com.de und Tipps für den erfolgreichen Weinanbau
0
Rozważne zakłady z bisoncasino i komfortowa rozrywka online dla każdego gracza
0
Bupati Nias Ya’atulo Gulo di Rakernas VII HIMNI 2026: Tantangan Nias Pulau Impian Ada di SDM
0
Polri Tambah Dukungan Personel Brimob Lintas Daerah untuk Penanganan Karhutla
0
Subuh Keliling, Upaya Polri Perkuat Harkamtibmas melalui Kedekatan Dengan Masyarakat
0