JAKARTA – Traznews. Com Keluarga Katolik Keuskupan Amboina asal Provinsi Maluku dan Maluku Utara yang berdomisili di wilayah Jabodetabek menggelar perayaan Natal bersama di Aula Serbaguna Pusat Kesehatan TNI AD, Jalan Mayjen Sutoyo, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (17/1/2026).
Perayaan Natal ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga (Bdk. Matius 1:21–24)” dengan subtema “Bersatu dan Berdampak bagi Sesama”. Acara tersebut turut dihadiri Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra, serta diikuti sekitar 1.500 umat Katolik asal Maluku dan Maluku Utara dari berbagai wilayah Jabodetabek.
Ketua Panitia Natal Bersama, Anakletus Fasak, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum awal bagi keluarga Katolik Maluku dan Maluku Utara di Jabodetabek untuk membangun wadah kebersamaan yang selama ini belum pernah ada.


“Ini sebenarnya adalah langkah awal bagi kami sebagai keluarga Katolik. Selama ini umat Katolik asal Maluku dan Maluku Utara memang sudah lama ada di Jabodetabek, tetapi perkumpulan seperti ini belum pernah ada. Karena itu, kami merasa penting untuk membangun kebersamaan umat Katolik yang berasal dari Maluku dan Maluku Utara,” ujar Anakletus.
Ia menjelaskan, Maluku dan Maluku Utara dipilih karena keduanya merupakan satu wilayah gerejawi. Kehadiran sekitar 1.500 peserta dalam perayaan perdana ini, menurutnya, menjadi hal yang sangat istimewa.
“Ini perdana dan menjadi sesuatu yang berbeda bagi kami. Walaupun persiapan hanya sekitar satu bulan, kami bisa mendatangkan umat dari Bogor hingga Tangerang,” katanya.
Anakletus mengaku terharu melihat antusiasme umat yang hadir, mengingat selama ini masyarakat Maluku dikenal tersebar di berbagai daerah dan sulit untuk dihimpun dalam satu kegiatan besar.
“Saya merasa terharu, karena orang-orang Maluku itu ada di mana-mana. Tapi untuk merangkul semuanya seperti ini sangat sulit. Karena itu, kami memulai dari dalam, dari komunitas kecil kami sebagai umat Katolik. Harapannya, nanti kami bisa berdampak bagi saudara-saudara kami di luar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan Natal bersama ini direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun, namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi umat.
“Ini bukan program wajib yang harus selalu dilaksanakan, tetapi akan disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, kami juga sudah merencanakan kegiatan lain, termasuk membangun kerja sama dengan kementerian-kementerian,” jelas Anakletus.
Salah satu bentuk kerja sama yang direncanakan adalah dengan Kementerian Hak Asasi Manusia, terutama terkait isu-isu pelanggaran HAM di Maluku.
“Kemarin kami sudah bertemu dengan pihak kementerian. Isu-isu seperti pelanggaran HAM, termasuk persoalan tambang emas di Provinsi Maluku, menjadi perhatian serius dan dinilai relevan bagi kami,” pungkasnya.