Mantan Sekda Pemalang Didakwa Terlibat Korupsi, Dapat Rp 500 Juta Untuk Biayai Kepentingan Bupati

Penulis :

MUJIHARTONO

PEMALANG, JAWA TENGAH, TRAZNEWS.COM- -Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bagus Sutejo saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang. Kamis (19/1/2023)

/Muchammad dafi yusuf
Mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Pemalang, Jawa Tengah (Jateng) Mohammad Arifin didakwa melakukan tindak pidana korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bagus Sutejo mengatakan, Mohammad Arifin didakwa dalam kapasitas ketika masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) periode 2010.

“Dia oleh bupati ditunjuk sebagai pengguna anggaran pada proyek pembangunan jalan sekitar Rp 6 miliar,” jelasnya di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (19/1/2023) Terungkap, 49 Kepsek di Pemalang Setor Uang Syukuran ke Bupati Nonaktif

Bacaan menarik :  KPK OTT Oknum Ditjen Perkeretaapian Kemenhub RI di Jakarta dan Semarang

Dalam proyek pembangunan jalan tersebut awalnya ada 10 pendaftar lelang. Namun hanya 2 yang lolos seleksi yaitu PT Riska Jaya Bakti dan PT Astra.

Video Terkini
Alasan Menag Usulkan Biaya Haji 2023 Naik Jadi Rp 69 Juta
“Akhirnya yang dipilih PT Riska Jaya Bakti karena ada selisih harga dengan pelaksana atas nama Latif,” ujarnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, Latif ternyata hanya meminjam nama PT Riska Jaya Bakti dengan janji membayar fee 3 persen.

“Karena pinjam, sampai akhir tahun kerjaan belum selesai,” kata Bagus.

Karena pekerjaan belum selesai, pengawas lapangan meminta agar proyek tersebut diblokir. Namun, terdakwa yang saat itu menjadi Kepala DPU Pemalang menolak.

Bacaan menarik :  Ketum FWJ Indonesia Minta Semua Pihak Sukseskan Anniversary ke 4th Forumnya di Purwokerto

“Terdakwa meminta 100 persen uangnya bisa dicairkan dan dibayarkan semua, karena ada masa pemeliharaan” ungkapnya.

Proyek tersebut akhirnya diteruskan namun masa pemeliharaan hanya dikerjakan sebagian saja. Setelah dihitung, ternyata ada kerugian hingga miliaran.

“Akhirnya dihitung ada kerugian sekitar Rp 1 miliar,” imbuhnya.

Uang Rp 1 miliar itu dibagi Rp 50 juta untuk Sulatif Yulianto, Rp 500 juta untuk PT Riska Jaya Bakti dan sisanya sebanyak Rp 500 juta digunakan terdakwa.

“Uang Rp 500 juta itu digunakan terdakwa untuk menyelesaikan somasi CV Asta kepada Bupati Pemalang saat itu,” kata Bagus.

Dia menambahkan, Rp 500 juta yang digunakan oleh terdakwa digunakan untuk kepentingan bupati.

Bacaan menarik :  DUA SEJOLI TERTANGKAP WARGA SAAT BERBUAT MESUM

“Terdakwa ini menggunakan untuk kepentingan lain, untuk kepentingan bupati,” imbuhnya,

Bagikan postingan
.Jangan Salah Salurkan! Ahmad Yudan Baya ke PT NPR: Pastikan Penerima Punya Hak Hukum, Bukan Sekadar Nama!
0
Утончённый дизайн и Pinco для современных стильных пространств
0
Incredibili opportunità di vincita attendono su spinmillion.co.it, per unesperienza di gioco senza paragoni
0
Jelang Konferensi Ekonomi Kreatif, Brimob Sterilisasi Area Hotel Kempinski
0
Peserta Didik SPPK Angkatan ke-4 Gelar FGD di Polda Metro Jaya, Bahas Kepemimpinan Strategis
0
Sinergi Umaro dan Ulama Dinilai Perkuat Citra Humanis Polri di Tengah Masyarakat
0
Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri
0
Strategic gameplay with https://vegas-hero-casinos.uk for thrilling wins and responsible entertainment options
0
Verfijnde creaties met Foxy gold transformeren jouw stijl subtiel en onweerstaanbaar
0
Financial planning and https://beluga1988.com for securing your future investments
0
Api Way Kambas Padam, Bupati Ela Turun Langsung Cek Lahan Bekas Kebakaran Dan Progres Menara Pantau
0
Eenvoudige winstkansen met https://uspins-casino.nl en aantrekkelijke casinospellen voor elke speler
0