Jakarta — Traznews. Com Ketua Executive Committee (Exco) Partai Buruh Kota Palembang, Sumatera Selatan, M. Rasyidi, S.H., menilai Kongres Partai Buruh ke V menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat paling bawah.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Kongres Partai Buruh ke V yang digelar di Mall Sports Kelapa Gading, Jakarta, Senin (19/1/2026).
“Apa yang sudah disampaikan oleh presiden, alhamdulillah membuat kami semakin bersemangat. Di Sumatera Selatan sendiri, Partai Buruh sudah berkembang cukup pesat. Walaupun masih tergolong muda, struktur organisasi sudah berjalan hingga ke arus bawah, mulai dari tingkat provinsi, kota, kabupaten, bahkan sudah sampai ke kecamatan dan kelurahan. Tinggal di desa yang akan terus kami konsolidasikan ke depan,” ujar Rasyidi.
Menurutnya, kongres kali ini menjadi ajang evaluasi terhadap seluruh program dan kerja politik Partai Buruh yang telah berjalan selama ini.
“Kongres ini pertama untuk mengonsolidasikan apa-apa yang sudah dilaksanakan oleh Partai Buruh selama ini. Semua program dikonsolidasikan dan dievaluasi. Mana yang sudah baik akan tetap kita tingkatkan, dan yang masih kurang tentu akan kita perbaiki,” katanya.
Rasyidi juga menyinggung perjalanan Partai Buruh pada Pemilu sebelumnya yang dinilainya penuh tantangan, namun tetap memberi pelajaran penting bagi langkah ke depan.
“Kalau dibilang sudah maksimal, belum sepenuhnya, karena waktu itu sifatnya masih persiapan menghadapi pemilu. Tapi alhamdulillah kita bisa ikut, bisa masuk, dan berjalan. Ini menjadi modal untuk persiapan 2029,” ujarnya.
Ia menegaskan, arahan dan semangat yang disampaikan Presiden Partai Buruh dalam kongres tersebut menjadi dorongan kuat bagi seluruh kader di daerah.
“Apa yang tadi disampaikan oleh Bapak Presiden Partai Buruh cukup membangkitkan semangat kami. Harapannya ke depan Partai Buruh bisa semakin kuat di seluruh Indonesia, termasuk di tingkat kabupaten dan kota, khususnya di Sumatera Selatan,” pungkasnya.
Di sesi lain saat Konfrensi pers, Said Iqbal turut menekankan pentingnya reforma agraria yang sejati. Ia menilai hingga saat ini konflik agraria masih marak terjadi, terutama antara petani dan korporasi.
“Reforma agraria belum benar-benar terjadi. Konflik petani dengan korporasi masih banyak. Ini harus diselesaikan secara adil,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga mengkritisi kondisi kedaulatan pangan nasional yang dinilainya belum berpihak kepada rakyat. Said Iqbal menegaskan bahwa kedaulatan pangan tidak cukup hanya dibahas saat harga beras naik, melainkan harus dibarengi dengan kebijakan konkret seperti penurunan harga beras dan bahan bakar minyak (BBM).
“Kedaulatan pangan bukan hanya soal harga beras naik lalu ramai dibahas. Kita minta turunkan harga beras, turunkan harga BBM. Baru itu namanya kedaulatan,” ujarnya.