JAKARTA Traznews. Com Anggota DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, menyambut baik kabar mengenai percepatan pengesahan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Lembaga Adat Budaya Betawi. Menurutnya, hal tersebut menjadi kabar menggembirakan sekaligus hadiah istimewa bagi masyarakat Betawi yang selama ini menantikan kehadiran regulasi tersebut.
Hal itu disampaikan Kevin Wu usai menghadiri peringatan Milad Perak ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) yang digelar di Pelataran Parkir Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (2/8).
“Sebagai keluarga besar FBR, kita patut bersyukur dan bangga dengan apa yang disampaikan Pak Kiai. Keresahan beliau terhadap lambatnya pengesahan Pergub Lembaga Adat Budaya Betawi akhirnya mendapat titik terang. Ini luar biasa sekali. Ini merupakan kado besar bagi komunitas Betawi, terlebih bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta,” ujar Kevin Wu.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Umum FBR KH Lutfi Hakim, MA menegaskan bahwa perjalanan organisasi selama 25 tahun bukan dibangun di atas kemewahan, melainkan lahir dari kecintaan yang tulus terhadap Betawi dan Jakarta.
“Kami ini kumpulan orang kampung, tetapi tidak kampungan. FBR lahir dari keyakinan bahwa masyarakat Betawi tidak boleh kehilangan martabatnya di tanah warisan para leluhur,” ujarnya.
Menurut Lutfi, selama seperempat abad FBR telah melewati berbagai dinamika. Organisasi tersebut pernah mendapatkan apresiasi, namun juga tidak jarang disalahpahami. Meski demikian, semangat untuk mencintai Jakarta dan menjaga budaya Betawi tidak pernah surut.
“Betawi bukan sekadar identitas. Betawi adalah cara pandang hidup, keramahan, penghormatan kepada ulama, kepedulian terhadap sesama, keberanian membela kebenaran, serta sikap terbuka kepada siapa pun tanpa memandang asal-usulnya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Lutfi juga mengungkapkan keprihatinannya karena hingga kini Pergub tentang Lembaga Adat Budaya Betawi belum juga diterbitkan, padahal proses penyusunannya telah rampung lebih dari satu tahun lalu.
“Sangat disayangkan, Pergub yang sudah lama dinantikan justru masih tertahan di meja birokrasi. Ironisnya, menurut kami, ada segelintir pihak yang mengaku sebagai tokoh Betawi justru menghambat proses tersebut. Ketika kita sedang berjuang menyelamatkan masa depan budaya Betawi, masih ada kepentingan pribadi yang mengalahkan kepentingan bersama,” katanya.
Peringatan Milad Perak ke-25 FBR berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan anggota Forum Betawi Rempug dari berbagai koordinator wilayah (Korwil) se-Jabodetabek yang memadati Pelataran Parkir Kemayoran, Jakarta Pusat.
Acara tersebut turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (Bang Doel), mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, sejumlah tokoh masyarakat, perwakilan Organisasi Masyarakat Islam Kei, Daeng Jamal, serta jajaran pengurus dan anggota FBR dari berbagai wilayah.
Momentum Milad Perak ini menjadi simbol penguatan komitmen FBR dalam menjaga eksistensi budaya Betawi sekaligus mendorong percepatan lahirnya Pergub Lembaga Adat Budaya Betawi sebagai landasan hukum untuk melestarikan warisan budaya masyarakat Betawi di tengah perkembangan Jakarta menuju usia 500 tahun.