LAMPUNG BARAT — Jaringan listrik PLN di kawasan Pasar Kamis, Desa Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, sempat mengalami gangguan pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Peristiwa tersebut diketahui setelah seorang warga, Agus, melaporkan adanya percikan dan kondisi kabel pada tiang listrik kepada petugas PLN melalui Posko Sekincau.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas PLN segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Hasil pengecekan menunjukkan adanya kabel WiFi yang beradu dengan kabel pelanggan, sehingga menimbulkan gangguan pada jaringan.
Petugas kemudian melakukan penanganan dan perbaikan terhadap kabel yang bermasalah. Setelah dilakukan perbaikan, kondisi jaringan kembali aman.
Petugas PLN, Sahroni, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Setelah menerima laporan dari warga, kami langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan kabel WiFi yang beradu dengan kabel pelanggan sehingga menimbulkan gangguan pada jaringan. Setelah kami lakukan penanganan dan perbaikan, kondisi jaringan sudah kembali aman,” ujar Sahroni.
Sahroni secara tegas mengimbau para pemilik usaha WiFi agar tidak memasang atau menempelkan jaringan pada tiang listrik PLN.
“Kami mengimbau kepada para pemilik usaha WiFi agar membangun jaringan sendiri dan tidak menempelkan kabel pada tiang listrik PLN.
Selain dapat mengganggu jaringan listrik, kondisi tersebut juga dapat membahayakan kabel pelanggan dan berpotensi menyebabkan gangguan atau kerusakan jaringan,” tegasnya.
Menurutnya, pemasangan kabel yang tidak sesuai dapat menimbulkan risiko terhadap jaringan listrik maupun keselamatan masyarakat.
Sahroni juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas PLN apabila menemukan kabel listrik atau kabel jaringan lain yang terpasang tidak semestinya dan berpotensi membahayakan.
“Kalau masyarakat menemukan kondisi kabel yang tidak normal atau berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada petugas PLN agar bisa ditangani dengan cepat dan tidak menimbulkan risiko yang lebih besar,” pungkasnya.