GPIB Hadiri Undangan Seminar Yang Digelar Oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Bersama BNPT

Penulis :

Lucky sun

Jakarta ,traznews com Bertempat di Aula SMAN 80 Jakarta, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang berkerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar seminar dengan mengangkat tema ” Smart Bangsaku Bersatu Indonesiaku”

Sebagai Narasumber Pertama dalam Seminar tersebut ialah Diena Haryana yang merupakan Founder Sejiwa Foundation, yang juga merupakan Dewan Penasehat dari DPP.Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) dan sebagai Narasumber kedua adalah Dr.Nike dari Kabid Perempuan dan Anak dari Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme,Rabu,(26/06/2024).

Seminar tersebut merupakan Kegiatan untuk membentuk generasi smart yang merupakan generasi sehat mental, keluarga cerdas dan tangguh dengan harapan seminar tersebut dapat memberikan edukasi dini untuk mengantisipasi kenakalan remaja,intoleran, Tawuran, sex bebas, geng motor dan penyimpangan lainnya.

Bacaan menarik :  Jejak Sang Rajawali: Darungan Menjadi Tuan Rumah Serap Aspirasi

Ketua Umum Gerakan Pendidikan Indonesia Baru Ir.Agung Karang dalam statement nya melalui pesan WhatsApp keawak media menyampaikan,”Wanita GPIB sebagai ibu rumah tangga di rumah harus setiap saat mengawasi perkembangan tingkah laku anak anaknya bilamana ada yg aneh atau perilaku yg tidak biasa maka segera ditanya atau diselidiki ke anaknya , cek HP anaknya apakah ada janjian untuk Tawuran, geng motor, intoleran dan lain lain,
Ajak komunikasi dari hati kehati.
Anak harus sudah pulang sampai rumah paling lambat jam 21.00,”ucap Agung Karang.

Lebih lanjut Agung Karang mengatakan,”Kenakalan anak anak dimulai dari rumah yang tidak harmonis ditambah lingkungannya, dan salah pergaulan maka peran orang tua sangat penting untuk menciptakan anak anak yang cerdas, sopan santun, Budi Pekerti yang baik, Berakhlak, bermoral dan Berkarakter Pancasila,Ciptakan Generasi Smart,”ujarnya.

Bacaan menarik :  BNPT Mengapresiasi Peluncuran Buku "Keluar dari Jerat Kekerasan" Sebagai Rujukan Strategi Pencegahan

 

Diakhir acara,Peserta seminar tersebut mendapatkan sertifikat langsung dari Taufan Bakrie MSI. Yang merupakan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme DKI Jakarta.
Perwakilan dari DPP.GPIB yaitu Leni Meriyanti, A.Md WaSekjen 1 DPP GPIB, Rika Rachmawati,SE Wasekjen 2, Lies Nur Fajar, S.Pd Wabendum 1
Dewi Sayekti, Wabendum 2 , Wina Syafiana, A.Md Ketua Departemen Sosial.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama.

Bagikan postingan
Strategic Gameplay and Aviator Risks for Maximum Online Casino Rewards
0
Stinné příběhy Tim Burtona v Praze s https://timburtonpraha.cz a jedinečným uměním temnoty
0
Essential strategies for maximizing profits with Aviator and minimizing risk
0
Polsek Sekincau Gelar Jumling di Masjid Baitul Hikmah Sunjaya, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat.
0
0
0
0
0
Aksi Hari Santri di Gedung KPK RI: KPK NU Gelar Istighosah Kubro Desak Tangkap Nusron Wahid dan Batalkan Keputusan AHWA Muktamar NU Tambakberas
0
“Berani Menjaga KEBENARAN, Berani Menjaga dan Mengawal MARTABAT   Aksi Unjuk Rasa dengan Istigotsah Kubro bersama Kyai Kampung Dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional dan Mendukung Penegakan Hukum terutama Penberantasan Koruptor dan Penyelamatan Marwah NU Menuntut Pembatalan Keputusan AHWA dan Penindakan Politik Uang atau Risywah di Muktamar NU Ke-35 di Tambakberas Jombang  JAKARTA – Aliansi Warga Nahdliyin yang tergabung dalam KPK NU (Komisi Pemberantasan Korupsi Nahdlatul Ulama) menggelar Aksi Unjuk Rasa di depan Gedung KPK RI, Kuningan dengan istigotsah Kubro bersama Kyai Kampung Jakarta Selatan pada Jumat, 23 Oktober 2026.  Dengan melaksanakan Istigotsah bersama Kyai Kampung KPK NU untuk Mendukung KPK RI, Aksi ini diikuti oleh sekitar 250 Warga NU yang tergabung dalam KPK NU, yang bergerak dari titik kumpul Aksi Istigotsah bersama Kyai Kampung digelar sebagai Bentuk dukungan Penuh KPK NU terhadap KPK RI untuk segera Menjemput Paksa sesuai Perintah Undang-Undang, karena Nusron sudah tidak kopratif dan tidak menghargai Penegak hukum.  KPK NU Meminta agar KPK RI segera menetapkan status tersangka untuk Nusron Purnomo Dalam Kasus Korupsi dilingkungan kementrian ATR/BPN, KPK NU Juga melihat Nusron Purnomo di duga kuat uang hasil korupsinya digunakan praktik politik/ Risywah, hal ini tentu merupakan bentuk pelanggaran moral yang sangat mencedrai terhadap Marwah Kyai-Kyai Sepuh di NU yang Punya Otoritas tertinggi di Organisasi NU yang sangat berdampak menciderai keabsahan proses Muktamar NU di Tambakberas, Jombang.  Muktamarin yang tanpa rasa malu menenteng tas berisi gepokan uang tunai telah menjadi saksi bisu betapa murahnya sebuah amanah di mata mereka.  Transaksi pengkondisian suara dan penyerahan uang risywah tidak I gi dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan bahkan sangat keterlaluan dan tidal punya rasa malu mlakukan transaksi Money Politik/Risywah di Rumah Perjuangan Ndalem Pusaka Mbh Wahab Chasbullah sebagai Sang Pendiri, Penggerak dan Insiator Berdirinya NU,Ketika uang haram dan anasir-anasir jahat menentukan arah kepemimpinan, maka yang tersisa hanyalah kepalsuan dan pengkhianatan terhadap kepercayaan Umat.  Akankah kita terus diam melihat kesucian organisasi dihancurkan dan Otoritas tertingi Kyai-Kyai Sepuh di NU di injak-injak oleh para oknum anasir- anasir jahat yang hanya mengejar Kekuasaan..?Waktunya rakyat dan jamaah membuka mata: Praktek Money Politik/risywah di Tambak Beras adalah fakta, dan perlawanan terhadap kebusukan ini harus dimulai sekarang, kapan lagi kalau tidak sekarang dan siapa lagi kalau bukan kita…!  Tuntutan Utama Aksi  Melalui aksi ini, KPK NU menyampaikan poin-poin tuntutan resmi sebagai berikut:  1. Tangkap dan Adili Pelaku Politik Uang: Meminta aparat penegak hukum (KPK RI) untuk segera menangkap dan mengadili pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pembagian uang hasil korupsi pada Muktamar NU, termasuk dugaan keterlibatan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang dinilai mencederai marwah organisasi.  2. Tangkap dan Adili Gus Iful dan Juri Ardiantoro yang di duga kuat bekerjasama dengan Nusron sebagai trio Anasir jahat dalam merusak Marwah Kyai dan Marwah Institusi NU di Muktamar Ke-35 di Tambakberas Jombang.  3. Batalkan Keputusan AHWA: Menuntut pembatalan keputusan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang menetapkan Rois Aam KH. Miftachul Akhyar sebagai Rois Aam terpilih, karena dinilai cacat moral dan batal demi hukum (Melanggar Konsitusi AD/ART NU)  4.Gelar Rapat Ulang AHWA: Mendesak dilaksanakannya rapat ulang AHWA secara transparan dan berintegritas di Rumah Pusaka Mbah Wahab Chasbullah, Tambakberas, Jombang dengan terlebih dahulu mengganti Angggota AHWA (Ahlul Hali Wal Aqdi) yang sudah jelas-jelas menerima Money Politik/Risywah dengan Anggota AHWA suara terbanyak Berikutnya.  Koordinator Aksi:Muhamad Sholihin.  Sekretariat. Graha KPK NU Lantai 2, BTN Lama JI. Anggar No. 40, Kelurahan Karanganyar, Kec.  Indramayu, Kab. Indramayu, Jawa Barat
0
Essential components impacting Riverspin performance for optimized fly fishing results
0
Spannende Gewinnchancen und JackpotWorldSlotgame im dynamischen Casino-Universum
0