Korea Selatan – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, Dwi Marlina Syukri, PhD beserta mahasiswa Fakultas Kedokteran diundang sebagai Pembicara Internasional pada NATPRO10 di Korea Selatan, 46 November 2026 di Jeju Island, Korea Selatan.
International Conference NATPRO10 adalah konferensi internasional yang diprakarsai oleh ASNP (The Asian Society of Natural Products), sebuah asosiasi ilmiah yang berfokus pada pengembangan penelitian, inovasi, dan pemanfaatan produk bahan alam untuk mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan kesehatan.
ASNP merupakan organisasi ilmiah yang memiliki jejaring lintas negara di kawasan Asia, dengan keterlibatan negara-negara seperti Thailand, Jepang, Indonesia, Korea Selatan, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. Keberadaan asosiasi ini menjadi wadah penting bagi para akademisi dan peneliti untuk bertukar pengetahuan, membangun kolaborasi, serta mendorong pengembangan potensi sumber daya alam melalui pendekatan ilmiah yang inovatif dan berkelanjutan.
Tidak hanya hadir sebagai pembicara, Dwi Marlina Syukri, Ph.D saat ini juga mengemban amanah sebagai Director of ASNP (The Asian Society of Natural Products) Chapter Indonesia. Posisi strategis ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus pengakuan atas kapasitas akademik, pengalaman penelitian, dan kontribusinya dalam pengembangan ilmu bahan alam. Dalam peran tersebut, Dwi menjadi salah satu penggerak kolaborasi ilmiah dan penguatan jejaring penelitian antara Indonesia dengan komunitas peneliti internasional.
Sebagai Director ASNP Chapter Indonesia, Dwi Marlina Syukri memiliki peran strategis dalam membawa potensi kekayaan biodiversitas Indonesia ke dalam jejaring penelitian internasional. Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi memiliki sumber daya bahan alam yang berpotensi dikembangkan menjadi kandidat bahan obat, agen antibakteri, antioksidan, maupun berbagai produk kesehatan lainnya. Melalui penelitian yang berkelanjutan, potensi tersebut dapat dieksplorasi secara ilmiah sehingga menghasilkan temuan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat.
Dwi Marlina Syukri, PhD, Dosen yang mengajar mata kuliah Mokrobiologi dengan H-index Scopus mencapai 12 ini, terus menunjukkan kiprah dan kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang penelitian dan pemanfaatan bahan alam (natural products). Produktivitas penelitiannya tercermin melalui berbagai artikel ilmiah yang telah dipublikasikan pada jurnal-jurnal internasional bereputasi, termasuk jurnal yang diterbitkan oleh penerbit akademik internasional seperti Elsevier dan Springer. Publikasi tersebut menjadi bagian dari kontribusinya dalam memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, terutama dalam eksplorasi bahan alam, pengembangan nanopartikel, serta penelitian yang berorientasi pada pemanfaatan sumber daya alam untuk bidang kesehatan dan kedokteran.
Dosen yang menyelesaikan s2 dan s3 nya di luar negeri ini, merupakan akademisi yang aktif menghasilkan publikasi ilmiah internasional, mengembangkan inovasi penelitian, serta memperluas jejaring kolaborasi ilmiah lintas negara, juga terus membangun kolaborasi penelitian internasional dengan peneliti dari berbagai negara, di antaranya India dan Thailand. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam pengembangan riset multidisiplin, pertukaran pengetahuan, serta penguatan kapasitas penelitian melalui kerja sama akademik lintas negara. Jejaring tersebut sekaligus membuka peluang bagi peneliti Indonesia untuk berpartisipasi lebih luas dalam pengembangan inovasi ilmiah di tingkat global.
Salah satu fokus penelitian yang terus dikembangkan adalah pemanfaatan biogenic silver nanoparticles atau nanopartikel perak biogenik yang disintesis menggunakan bahan alam. Pendekatan ini mengintegrasikan prinsip nanoteknologi dengan potensi senyawa bioaktif dari sumber daya alam, sehingga menghasilkan material inovatif yang berpotensi dikembangkan untuk berbagai aplikasi biomedis.
Menariknya, alumnus S2 Curtin University Perth Australia dan s3 Prince Of Singkla University Tahiland ini, juga tengah mengembangkan penelitian kolaboratif dengan salah satu profesor dari Australia dalam bidang pengembangan kandidat terapi kanker. Penelitian tersebut mengarah pada penggabungan bahan aktif yang berasal dari Australia dengan biogenic silver nanoparticles hasil penelitian Dwi Marlina Syukri yang disintesis menggunakan bahan alam. Kolaborasi ini diharapkan dapat mengeksplorasi potensi kombinasi kedua komponen tersebut dalam pengembangan pendekatan inovatif untuk penelitian pengobatan kanker.
Penelitian kolaboratif ini merupakan salah satu bentuk pengembangan riset yang mengintegrasikan potensi bahan alam, nanoteknologi, dan ilmu biomedis. Selain memperluas cakupan penelitian yang telah dikembangkan sebelumnya, kerja sama tersebut juga menunjukkan peluang besar bagi kolaborasi internasional dalam menghasilkan inovasi berbasis sumber daya alam dan teknologi modern untuk mendukung pengembangan ilmu kedokteran.
Kontribusi Dwi Marlina Syukri dalam penelitian bahan alam juga tercermin melalui keterlibatannya dalam membimbing dan mengembangkan penelitian mahasiswa. Salah satu contohnya adalah penelitian mengenai aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun Eucalyptus pellita terhadap Acinetobacter baumannii yang dipresentasikan oleh mahasiswa kedokteran, Karenina Mutiara Antoni, pada kompetisi poster ilmiah NATPRO10 dan berhasil meraih Juara II. Capaian tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana kolaborasi dosen dan mahasiswa dapat menghasilkan prestasi akademik yang mampu bersaing di forum internasional.
Keikutsertaan sebagai pembicara internasional sekaligus kepercayaan sebagai Director ASNP Chapter Indonesia merupakan pencapaian yang tidak hanya membanggakan secara pribadi, tetapi juga membawa nama baik Fakultas Kedokteran dan Universitas Malahayati di tingkat global. Rekam jejak publikasi internasional, kolaborasi penelitian dengan India dan Thailand, serta pengembangan riset bersama akademisi Australia menunjukkan bahwa kontribusi Dwi Marlina Syukri, PhD tidak hanya terbatas pada publikasi ilmiah, tetapi juga mencakup pengembangan inovasi dan pembangunan jejaring penelitian internasional.
Melalui kiprah dan dedikasinya inj, Dwi Marlina Syukri, PhD, berharap ini menjadi bagian dari impelmentasi Tri Darma Perguruan Tinggi dan sebagai bentuk kontribusi untuk Unversitas Malahayati, dan dapat terus menjadi motor penggerak pengembangan penelitian bahan alam dan nanoteknologi di Indonesia, memperkuat posisi peneliti Indonesia dalam komunitas ilmiah internasional, serta mendorong lahirnya inovasi berbasis kekayaan biodiversitas Indonesia untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat.