Jakarta – Traznews com Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan Pusat BKPRMI, Datuk H. Said Aldi Al Idrus, dalam puncak Milad ke-49 disertai penyerahan anugerah BKPRMI Award 2026 di Jakarta, Minggu (25/10/2026), menegaskan pentingnya penguatan sinergi lintas lembaga dan peningkatan kesejahteraan guru ngaji di daerah.
Transformasi Gerakan Pemuda Remaja Masjid Menuju Indonesia Emas 2045
Puncak perayaan hari ulang tahun organisasi kepemudaan Islam ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang organisasi. Datuk Said menyampaikan bahwa tantangan zaman mengharuskan seluruh kader di tingkat wilayah hingga daerah untuk terus bergerak aktif menjalin komunikasi dengan instansi pemerintah.
Dalam arahannya, Said menyoroti pentingnya keaktifan pengurus dalam mengakses program pembinaan serta bantuan dari kementerian terkait. Menurutnya, alokasi anggaran dan fasilitas negara untuk lembaga pendidikan Al-Qur’an telah tersedia, namun kerap tidak terserap optimal akibat minimnya jemput bola dari pengurus daerah.
Perjuangan Insentif Guru Ngaji dan Sinergi Lintas Sektoral
Isu kesejahteraan tenaga pendidik Al-Qur’an menjadi salah satu poin krusial yang disuarakan dalam forum tersebut. Saat ini, perjuangan panjang para tokoh pendahulu BKPRMI telah membuahkan hasil nyata berupa insentif bulanan bagi guru ngaji di berbagai daerah dengan besaran yang bervariasi.
“Ada yang mendapatkan 50 ribu satu bulannya, ada yang 200 ribu, dan ada yang tertinggi sekarang di Kalimantan Timur, 3 rombongan, itu satu bulan 2 juta,” ujar Said.
Selain memperkuat sektor pendidikan dasar melalui TK, TPA, dan DTA, BKPRMI juga memperluas kerja sama strategis dengan menggandeng organisasi masyarakat lain, termasuk Syarikat Islam. Kolaborasi ini dirancang untuk memaksimalkan program pembinaan umat secara berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Optimalisasi Bantuan Pemerintah dan Pengelolaan Aset Organisasi
Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Pusat turut mengingatkan para pengurus daerah agar memanfaatkan fasilitas operasional yang telah diberikan oleh negara secara tepat sasaran. Bantuan unit kendaraan operasional dari pemerintah pusat, lanjutnya, harus difungsikan secara optimal untuk kepentingan dakwah dan pelayanan umat, bukan dialihkan untuk keperluan pribadi.
Melalui momentum setengah abad ini, BKPRMI berkomitmen untuk terus mencetak generasi muda Islam yang kompeten, mandiri, dan berdaya saing tinggi demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.