Jakarta – Traznews. Com Persekutuan Perempuan Adat Nusantara (PEREMPUAN AMAN) resmi mengumumkan penyelenggaraan Temu Nasional (Temunas) IV yang bakal berlangsung pada 15–20 Oktober 2026. Kepastian agenda lima tahunan tersebut disampaikan dalam forum Media Gathering di Jakarta, Selasa (29/9/2026), sebagai langkah awal menegaskan kepemimpinan transformatif dan kedaulatan perempuan adat atas wilayah hidupnya.
Mengubah Paradigma Korban Menjadi Pejuang Perubahan
Forum tertinggi organisasi ini dijadwalkan menghadirkan lebih dari 200 perwakilan perempuan adat dari 120 Wilayah Pengorganisasian. Keterwakilan tersebut mencakup tujuh region Nusantara, yakni Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Kepulauan Maluku, Bali Nusa Tenggara, dan Papua.
Ketua Steering Committee TEMUNAS IV, Meiliana Yumi, menjelaskan bahwa konsolidasi nasional ini bertujuan merumuskan prioritas perjuangan bagi 5.075 anggota terkonsolidasi. Forum ini menjadi wadah merefleksikan persoalan lokal untuk dibawa ke tingkat nasional.
Sementara itu, Ketua Umum PEREMPUAN AMAN, Devi Anggraini, menegaskan pentingnya mengubah cara pandang publik terhadap posisi perempuan adat. Narasi yang menempatkan perempuan adat sebatas korban ketertinggalan dan marginalisasi dinilai tidak lagi memadai.
Aksi penyelamatan wilayah adat di tingkat akar rumput terbukti banyak dipimpin oleh perempuan, seperti rekam jejak perjuangan Mama Yosepha Alomang, Intan Barus, hingga Naet Cinta di Sumatra Utara dalam menghadapi konsesi PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Transmisi Pengetahuan dan Regenerasi Kepemimpinan
Kendati memiliki peranan sentral di lapangan, perempuan adat kerap terpinggirkan dari proses pengambilan keputusan formal. PEREMPUAN AMAN berupaya mengikis hambatan struktural tersebut melalui pembinaan bertahap yang dimulai dari Pengurus Harian Komunitas, Pengurus Harian Daerah, hingga Pengurus Harian Wilayah. Langkah ini juga mendorong keterlibatan figur seperti Amo, Beby, dan Ita Yunda dalam struktur kepemimpinan.
“Pengetahuan tidak hanya terbatas pada aktivitas fisik seperti menganyam atau menenun, melainkan memastikan transmisi nilai perjuangan berlanjut antar-generasi. Perempuan adat muda harus memegang peran kunci dalam ruang politik formal agar tak makin tertinggal,” ujar Devi.
Fokus Isu Strategis Temunas IV
Sejak dideklarasikan pada 16 April 2012 di Tobelo, Halmahera Utara, organisasi sayap AMAN ini konsisten mengawal hak kolektif. Pada Temunas IV mendatang, pembahasan bakal difokuskan pada empat isu krusial: kedaulatan pangan, Kemandirian Ekonomi Rumah Tangga Perempuan Adat (KERT), penanganan kekerasan berbasis gender (GBV), dan hak atas tanah adat. Hasil konsolidasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi tawar perempuan adat di hadapan pemangku kebijakan.
Reporter: Lakalim Adalin
#TemunasIVPEREMPUANAMAN #PerempuanAdat #KepemimpinanTransformatif #MasyarakatAdat #KedaulatanPangan #PEREMPUANAMAN #HakKolektif #SrikandiAdat #MediaGathering2026 #JagaWilayahAdat