Setelah Jadi Sorotan, Herlan Adianto Perintahkan Bongkar Drainase Proyek, Publik Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Penulis :

(Tim MGG)

TANGGAMUS (Traznews) – Gelombang kritik dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari lembaga swadaya masyarakat hingga warganet, tampaknya mulai mendapat respons. Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus, Herlan Adianto, akhirnya turun langsung ke lokasi proyek Rekonstruksi Jalan Ruas Sukamara–Kuripan di Pekon Pariaman, Kecamatan Limau.

Melalui pesan WhatsApp kepada media, Sabtu (18/7/2026), Herlan mengirimkan tautan pemberitaan dari salah satu media online yang meliput langsung kunjungannya ke lokasi proyek.

Dalam pemberitaan tersebut, politisi Partai Gerindra itu mengaku menemukan bagian pekerjaan drainase yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Ia bahkan meminta pelaksana membongkar sebagian bangunan untuk dikerjakan ulang.

“Memang benar ada sekitar dua meter lebih yang saya suruh bongkar karena tidak sesuai dengan spek. Ini akibat ada pekerja yang nakal,” ujar Herlan sebagaimana dikutip dari pemberitaan yang dikirimkan kepada redaksi.

Bacaan menarik :  Meriahkan HUT RI Ke-79 Pekon Sukamulya Adakan Perlombaan

Langkah tersebut memunculkan pertanyaan baru di tengah publik. Jika memang ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, mengapa tindakan pembongkaran baru dilakukan setelah proyek menjadi sorotan luas melalui pemberitaan media dan kritik dari berbagai pihak.

Selain itu, publik juga mempertanyakan apakah temuan tersebut hanya terjadi pada sekitar dua meter bangunan yang dibongkar, atau justru perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh pasangan drainase sepanjang ruas pekerjaan guna memastikan kualitas konstruksi benar-benar sesuai dengan dokumen kontrak dan spesifikasi teknis.

Polemik ini semakin menarik perhatian karena sebelumnya pengawas lapangan proyek, Rangga, mengaku kepada media bahwa dirinya mendapat arahan agar setiap temuan atau pertanyaan terkait proyek disampaikan kepada Herlan Adianto.

Bacaan menarik :  Pengajian Akbar Sambut Ramadhan, Bupati Parosil: "Pembangunan itu Tidak Seperti Sim Salabim Abra Kadabra ".

Pernyataan tersebut berbeda dengan klarifikasi Herlan yang sebelumnya menegaskan dirinya bukan pelaksana maupun penanggung jawab proyek, melainkan hanya menjalankan fungsi pengawasan sebagai anggota DPRD.

Perbedaan keterangan itu memunculkan pertanyaan yang hingga kini belum terjawab secara utuh.

Apa sebenarnya kapasitas Herlan Adianto dalam proyek tersebut? Apakah semata-mata menjalankan fungsi pengawasan sebagai legislator, atau memiliki peran lain sebagaimana dipersepsikan oleh pengawas lapangan.

Untuk menghindari berkembangnya spekulasi di tengah masyarakat, publik kini menunggu penjelasan yang lebih komprehensif dari seluruh pihak terkait, termasuk pelaksana proyek, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, serta Herlan Adianto sendiri, agar polemik ini dapat dijelaskan secara terang dan akuntabel. (Tim)

Bacaan menarik :  Pekon Kejadian Salurkan BLT DD Kepada 19 KPM.
Bagikan postingan
Kapolda Banten Beserta Staf dan Jajaran Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Presiden RI
0
Exceptionnel gain et jackpot bob casino, lexpérience ultime pour les amateurs de sensations fortes
0
Geliebte Slots mit https://sltomania.com.de für stundenlangen Spielspaß und große Gewinne entdecken
0
Satpol PP Tindaklanjuti Aduan, Lima Kendaraan Ditolak Isi Biosolar
0
Bukti Nyata Slogan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolri Suyudi Bedah Rutilahu di Rumpin
0
Penuh Tawa dan Kebersamaan, Komunitas Senam Jenk Ami Hadirkan Kebahagiaan
0
Hajat Besar Hari Santri 2026! PCNU Lampung Barat Gerakkan Tiga Kecamatan, dari Pesantren hingga Lampung Barat Bersholawat.
0
Terima Kasih, Pak Prabowo!” Rini Abdila S.Pd: Penantian 12 Tahun TK/KB Cemara Betung Akhirnya Terjawab
0
SDS Bahari Al Islam Raih Tiga Prestasi di FTBI
0
Pemuda Nusantara Berkeadilan Resmi Laporkan Oknum Penyidik Polres Metro Jaktim ke Kompolnas
0
Attraktive Bonusangebote mit 24casino-germany.com.de und vielfältigen Spieloptionen erleben
0
0