Wawan Purwanto Dari BIN Apresiasi Dengan Acara Halal Bihalal Majelis Dzikir Nurul Wathon

Penulis :

Lucky sun

Jakarta , traznews. Com Indonesia jurnalis.com – Pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 2024 dan momentum mendekati Hari Kemerdekaan RI ke-79, Majelis Dzikir Nurul Wathon (MDNW) menggelar sebuah acara yang tidak hanya menyatukan dalam Halal Bihalal Nasional, tetapi juga menghadirkan kesempatan untuk konsolidasi internal dan eksternal antara ulama dan jama’ah yang tergabung dalam MDNW. Diskusi pasca Pemilu 2024 menjadi salah satu sorotan, sembari merayakan kemerdekaan RI ke-79.

 

Acara ini semakin diperkuat dengan kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Ketua Umum MDNW, KH. Misbahul Munir, Penasehat MDNW H. Ahmad Muzani (Sekretaris Jenderal Partai Gerindra), dan KH. Arwani Faisal dari Fatwa MUI. Tidak ketinggalan, perwakilan dari Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Purwanto, turut menghiasi acara bersama pengurus dan anggota MDNW dari seluruh Indonesia.

Bacaan menarik :  Dukung Gagasan DPD, Presidium Forum Negarawan Desak Kembali ke UUD 1945 Dipercepat

 

Wawan Purwanto dari Badan Intelijen Negara menyoroti makna mendalam dari Halal Bihalal, yang jauh lebih dari sekadar tradisi. Baginya, Halal Bihalal adalah simbol perdamaian, memaafkan, dan menguatkan ikatan silaturahmi serta persaudaraan.

 

“Halal Bihalal itu adalah sebuah perbuatan yang baik di mana biasa dilakukan di masa sesudah Idul Fitri dan ini makin mempererat dari persaudaraan dari silaturahim Dan saling memaafkan itu sesuatu yang mulia karena apa manusia pasti dalam kehidupan pasti ada juga keliru ataupun Sengaja maupun tidak,” ujar Wawan.

 

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sikap pemaafan adalah warisan budaya yang turun-temurun, sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad Saw. Pemaafan bukanlah tanda kelemahan, melainkan kebesaran hati. Komunikasi yang baik, menurut Wawan, tidak hanya menguntungkan dalam hubungan personal, tetapi juga dalam hubungan bisnis dan pertukaran informasi teknologi.

Bacaan menarik :  Kapolri Merespons Permintaan Sinta Aulia, Anak Penderita Tumor Kaki

 

“Dengan adanya ini maka segala sesuatu bisa dipermudah komunikasi yang baik akan menghilangkan terjadinya komunikasi dari kita oleh kita dan untuk kita selalu berkomunikasi sehingga kalau ada sesuatu bisa diselesaikan dengan diplomasi tidak perlu terjadi suatu ketegangan ataupun apalagi apa perpecahan,” paparnya.

 

Pesan Wawan Purwanto dari BIN adalah jelas: diplomatik adalah kuncinya. Menyelesaikan konflik dengan cara damai dan dialog adalah tindakan yang harus didorong, untuk mencegah eskalasi yang tidak diinginkan. Ini bukan hanya prinsip diplomasi negara, tetapi juga semangat untuk membangun kedamaian dan kesatuan di tengah keragaman.

Bagikan postingan
Polisi Bersama Masyarakat,Kapolres Lampung Barat Turun Langsung Giat   Pam Rawan Pagi 
0
Tania Apresiasi Pelayanan Samsat Kabupaten Bekasi, Penggantian Plat Nomor Dinilai Cepat
0
Dukung Program Kapolri, Polda Lampung Razia Tempat Hiburan Malam, 6 Pengunjung Positif Narkoba
0
10 Personel Pusdokkes Polri dan 200 Brimob NTB Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, Kapolda: Fokus di 6 Wilayah Rawan
0
Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah dan Kunjungi Museum di Nganjuk
0
Tiba di Sumsel, 200 Personel Brimob BKO Jalani Pembekalan Sebelum Tangani Karhutla
0
Kapolda Banten Beserta Staf dan Jajaran Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Presiden RI
0
Satpol PP Tindaklanjuti Aduan, Lima Kendaraan Ditolak Isi Biosolar
0
Bukti Nyata Slogan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolri Suyudi Bedah Rutilahu di Rumpin
0
Penuh Tawa dan Kebersamaan, Komunitas Senam Jenk Ami Hadirkan Kebahagiaan
0
Hajat Besar Hari Santri 2026! PCNU Lampung Barat Gerakkan Tiga Kecamatan, dari Pesantren hingga Lampung Barat Bersholawat.
0
Terima Kasih, Pak Prabowo!” Rini Abdila S.Pd: Penantian 12 Tahun TK/KB Cemara Betung Akhirnya Terjawab
0