JAKARTA – Traznews. Com PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk menggelar acara Public Expose tahunannya yang memaparkan kinerja keuangan dan prospek usaha perusahaan hingga akhir September 2025. Acara tersebut berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Direktur Utama PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk, Rini Dwiyanti, dalam sambutannya menyampaikan ringkasan kinerja perusahaan yang menunjukkan stabilitas dan pertumbuhan positif di tengah tantangan ekonomi nasional.
“Izinkan saya menyampaikan ringkasan mengenai kinerja keuangan dan prospek usaha perusahaan hingga akhir September 2025. Perjalanan perusahaan menunjukkan kemampuan menjaga stabilitas kinerja keuangan dengan pertumbuhan pendapatan yang positif serta kualitas layanan yang tetap terjaga di tengah kondisi nasional yang penuh tantangan,” ujar Rini.
Menurutnya, hingga akhir September 2025, pendapatan bersih perusahaan tercatat sebesar Rp100,75 miliar, meningkat sekitar 6,35% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp94,61 miliar. Kenaikan pendapatan tersebut terutama didorong oleh peningkatan permintaan dari sektor pertambangan, konstruksi, dan industri gas di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Rini menjelaskan, efisiensi di fasilitas produksi Balikpapan turut meningkatkan kinerja distribusi produk utama seperti gas oksigen dan dry ice yang dilakukan secara selektif untuk menjaga margin keuntungan.
Beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp50,62 miliar , naik sekitar 8,63% dari tahun sebelumnya, dengan margin laba kotor sebesar 52% atau Rp52,14 miliar, meningkat 4,23% dari tahun lalu. Adapun laba bersih perusahaan hingga akhir September 2025 mencapai Rp4,57 miliar, tumbuh sekitar 8% dibanding tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kegiatan operasional dan optimalisasi aset di seluruh lini produksi berjalan efektif. Struktur keuangan perusahaan juga tetap kuat dengan total aset sebesar Rp287,75 miliar dan ekuitas meningkat menjadi Rp304,47 miliar,” tambahnya.
Rini menegaskan bahwa capaian positif tersebut tak lepas dari kondisi ekonomi nasional yang stabil. Pemerintah Indonesia berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 4% dengan tingkat inflasi terkendali, yang turut menopang sektor energi dan pertambangan di Kalimantan.
Fokus pada Efisiensi dan Keselamatan Kerja
Sementara itu, Wakil Direktur PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk, Willy Sumanteri, menjelaskan fokus manajemen pada tiga pondasi utama kinerja perusahaan, yaitu stabilitas produk, efisiensi produksi, dan keselamatan kerja.
“Kami berfokus pada tiga pondasi utama yang menjadi dasar kinerja perusahaan, yakni stabilitas produk yang konsisten, efisiensi proses produksi, dan peningkatan keselamatan kerja. Ketiganya adalah kunci keberlanjutan perusahaan,” ungkap Willy.
Ia menambahkan, sepanjang 2025 perusahaan mencatat peningkatan volume produksi sebesar 8% dibanding tahun sebelumnya. Hasil tersebut diperoleh melalui optimalisasi kapasitas, pemeliharaan mesin secara preventif, serta penerapan teknologi baru dalam proses produksi.
PT Surya Biru Murni Acetylene juga menerapkan sistem digital baru bernama PAHIT , yang memungkinkan pelacakan distribusi dan operasional secara real-time di seluruh fasilitas. Sistem ini membantu mempercepat evaluasi dan meningkatkan efisiensi manajemen sumber daya.
“Keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama kami. Hingga kuartal ketiga 2025, seluruh operasi perusahaan tercatat tanpa kecelakaan kerja yang menyebabkan kehilangan waktu kerja,” jelasnya.
Willy menuturkan, perusahaan juga memperkuat program P2K3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) melalui audit berkala, pelatihan keselamatan, simulasi tanggap darurat, dan inspeksi rutin di seluruh wilayah operasional.
Selain keselamatan, perusahaan tengah menyelesaikan proses sertifikasi ISO/IEC 17025 untuk laboratorium pengujian industri, yang menjadi tonggak penting dalam meningkatkan jaminan mutu produk.
“Kami terus memperkuat jaringan distribusi di wilayah Kalimantan sebagai bagian dari ekspansi jangka menengah untuk memperluas pelayanan dan mempercepat suplai kepada pelanggan, khususnya di kawasan Indonesia Timur,” ujar Willy menambahkan.
Penguatan SDM dan Transformasi Digital
Pada kesempatan yang sama, perwakilan manajemen, Reza, menjelaskan langkah strategis perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola hukum yang berintegritas.
“Perusahaan menempuh langkah strategis untuk memperkuat aspek SDM dan legalitas dengan pendekatan profesional, digital, dan berorientasi pada tata kelola yang baik,” kata Reza.
Hingga 2025, perusahaan telah menjalankan berbagai program pengembangan bagi 278 tenaga kerja, termasuk pelatihan teknis dan kepemimpinan untuk memperkuat kompetensi internal.
Selain itu, perusahaan juga melakukan transformasi digital dalam sistem manajemen sumber daya manusia (HRIS) untuk mengelola proses perekrutan, penilaian kinerja, hingga pengembangan karier secara terintegrasi.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap karyawan bukan hanya sebagai pekerja, tetapi juga mitra pertumbuhan perusahaan. Nilai-nilai integritas, akuntabilitas, dan inovasi menjadi panduan utama dalam setiap keputusan,” jelasnya.
Dari sisi legalitas dan kepatuhan, PT Surya Biru Murni Acetylene juga menyelesaikan proses administrasi dan dokumentasi korporasi sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Selain itu, perusahaan tengah menyiapkan ekspansi ke sektor baru berupa pengelolaan dan pemanfaatan limbah produksi menjadi bahan baku bernilai tambah yang ramah lingkungan.
“Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi nasional untuk mengurangi biaya tambahan akibat pengangkutan limbah dan menurunkan emisi karbon. Kami ingin memastikan setiap langkah ekspansi dijalankan secara aman, efisien, dan sesuai standar industri,” tutup Reza.
Dalam Public Expose 2025 PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk berkomitmen perusahaan akan selalu menjaga kinerja positif, meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat budaya keselamatan kerja, serta memperluas jaringan usaha dengan prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik.