TULANG BAWANG – Setelah sebelumnya menggali cerita rakyat tentang Menak Sengaji Paduka Rajou. Tim Safari Cerita Rakyat (SCR) kembali melanjutkan perjalanannya, kali ini Tim SCR menelusuri cerita rakyat tentang Menak Ngegulung Sakti, yang konon pada masanya beliau merupakan Panglima Perang.

Setiba dilokasi Makom Menak Ngegulung Sakti yang berada di Kampung Tiuh Tohow, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, Tim SCR langsung disambut oleh pengurus Makom yakni Wan Bursah atau akrab disapa Ayah Bursah.

Setelah berbincang-bincang dengan pengurus Makom, Tim SCR diajak melihat Gudang Senjata Menak Ngegulung Sakti, dan melihat peninggalan-peninggalan bersejarah lainnya, seperti rambut peninggalan Menak Ngegulung Sakti dan tempat minumnya yang terbuat dari tanah liat serta kuningan yang juga merupakan peninggalan Menak Ngegulung Sakti.

Dilokasi Tim SCR disuguhkan dengan pepohonan besar yang usianya mencapai ratusan tahun, dan sebuah rumah purba yang dibuat dengan tidak menggunakan paku, rumah tersebut berdindingkan kulit kayu, beratapkan serabut enaw.

Tidak lupa Tim SCR terus melihat – lihat, untuk membuktikan langsung, benarkah mitos cerita rakyat tentang Makom Menak Ngegulung Sakti yang tidak pernah dihinggapi burung, bahkan saking sakralnya, burung pun enggan untuk melintas diatas makom tersebut, pasalnya bilamana hal itu terjadi, burung tersebut akan terjatuh ke tanah dan mati, dan benar saja, entah secara kebetulan atau tidak, tapi selama Tim SCR berada di lokasi Makom, tidak satupun burung hinggap ataupun melintas diatas Makom beliau.

Setelah menggali cerita rakyat Menak Ngegulung Sakti dan melihat langsung benda-benda bersejarah peninggalan Menak Ngegulung Sakti, termasuk melihat gudang senjatanya yang tetap terawat, Tim SCR melakukan doa bersama di Makom Menak Ngegulung Sakti.

Idahar, salah satu Tim SCR mengatakan, bahwa dalam safari yang dilakukan banyak sekali informasi yang didapatkan, bahkan rasa bangga pun tertanam di dalam hati setelah mendengar cerita rakyat tentang Menak Ngegulung Sakti, sebab dari cerita rakyat semasanya beliau sering kali menyelesaikan tugasnya ataupun membantu wilayah-wilayah yang melakukan Peperangan, dan beliau selalu memenangi Peperangan yang diikutinya.

Tapi, kami di lokasi juga sempat mengalami beberapa kejadian yang agak janggal, seperti badan terasa berat, camera eror, suara kami mengecil dan bahkan Rahmad Sanico sebagai Presenter sudah beberapa kali kami tegur untuk sedikit membesarkan suaranya saat wawancara, tapi tetap saja suaranya mengecil, entah karena mungkin segan berada di lokasi Makom Menak Ngegulung Sakti, ataupun sebab hal di luar nalar,” ungkap Idahar.

Kemudian, lanjut Idahar, bahwa camera yang dipegang oleh Kameramen Mas Dwi Purwanto juga mengalami error saat melakukan shoot video tepatnya di lokasi petilasan Makom Menak Ngegulung Sakti dan saat masuk ke ruangan tempat penyimpanan rambut sepanjang 7 Depa dan barang-barang peninggalan lainnya.

Beruntung saat di ruangan penyimpanan rambut Menak Ngegulung Sakti, ada camera HP yang kebetulan backup, tapi di petilasannya saat ketika do’a bersama itu, semua camera yang stanby error total, tapi saat ketika selesai berdo’a, camera tiba-tiba kembali normal dengan sendirinya, pokoknya hal-hal janggal di lokasi tidak terlalu mau kami hiraukan dan kami anggap sebagai hal yang kebetulan, ataupun memang tidak diizinkan,” papar Idahar, selalu salah satu Tim SCR.

Untuk lebih jelasnya, buat sahabat SCR tonton ajadah videonya di channel Youtube Safari Cerita Rakyat, disitu juga akan diperlihatkan isi dari Gudang Senjata milik Menak Ngegulung Sakti dan dengarkan bagaimana cerita rakyat tentang Menak Ngegulung Sakti dari pengurus Makomnya langsung, dan supaya tidak ketinggalan, jangan lupa subscribe ya,” tukasnya.(***)

Tinggalkan KOmentar

Masukkan Komentar anda
Masukkan nama anda