LampungDaerah

Lahir Tanpa Dinding Perut, Butuh Bantuan Dermawan

Pringsewu – Sungguh malang nasib yang menimpa seorang  bayi, anak ke 4 dari pasangan ibu Elisa dan bapak Janah pekon Siliwangi kecamatan Sukoharjo yang terlahir tanpa dinding  perut sehingga organ dalamnya terlihat.

Bayi kecil yang lahir pada hari Jum’at (12/07), terlahir  tanpa dinding perut atau dalam istilah medis disebut Gastroschizis kelainan pada dinding perut.

Elisa  ibu dari sang bayi menceritakan ketika masih mengandung dia tidak merasakan ada keanehan atau kejanggalan semua normal namun ketika lahir dia merasa terkejut mengetahui anak nya lahir dengan kelainan tanpa kulit pada bagian perut

Sebelumnya ibu Elisa melahirkan di klinik bidan setempat namun setelah mengetahui anaknya mengalami kelainan sang anak sempat di rujuk.

“Anak saya sempat dirujuk ke rumah sakit Mitra Husada namun karena keterbatasan alat medis anak saya di rujuk kembali ke rumah sakit Abdul Muluk,” ujarnya.

Lantaran alasan biaya sang anak dibawa pulang kembali ke rumah.

Janah ayah sang bayi pria yang sehari hari bekerja sebagai buruh dikampung ini saat diwawancarai awak media hanya bisa menangis dan meminta uluran tangan serta peran dari pemerintah daerah agar bisa membantu pengobatan anaknya.

“Saya berharap kepada pemerintah daerah bisa membantu untuk proses pengobatan anak saya ini,dan semoga anak saya cepat sembuh,” ucapnya.

Dr. Triyani Rosita Sari kepala UPT puskesmas Sukoharjo menjelaskan bahwa faktor penyebab terjadinya kelainan dinding perut banyak hal bisa dari gizi atau gen.

“Untuk jalan satu satunya yang harus ditempuh adalah dengan dioprasi penutupan pada bagian perut,” ungkap Sari.

Maryono kepala pekon Siliwangi membenarkan bahwa ada warganya yang melahirkan dengan bayi yang mempunyai kelainan.

“Memang betul warga kita mengalami kendala pada biaya ini kita sudah upayakan untuk mengurus BPJS memang terhambat pada KTP yang mana orang tua bayi masih terdaftar kependudukan di kota bandung”, ungkapnya.

Tapi kita sudah kordinasikan kepada Disdukcapil kabupaten Pringsewu untuk berkordinasi dengan capil kota Bandung karena ini orgent masalah kemanusiaan.

Maryono menambahkan mengajak kepada seluruh masyarakat yang mengetahui kabar ini untuk kita bersama sama mengulurkan tangan untuk meringankan beban saudara kita yang sedang terkena ujian ,” ucapnya.[NH]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button