Lampung Barat, – Sampaikan rasa belasungkawa, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, mengunjungi rumah duka Dwi Putri Apriliani Dini (25), warga Lampung Barat yang ditemukan meninggal dunia di Batam, Kepulauan Riau. Dwi Putri diduga menjadi korban perdagangan manusia yang berujung pada penyekapan dan penganiayaan.
Dwi Putri, yang berasal dari Pekon Pura Mekar, Kecamatan Gedung Surian, Lampung Barat, dikabarkan terjebak dalam jaringan perdagangan manusia. Ia diduga menjadi korban kekerasan yang mengakibatkan kematiannya di Batam.
Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian yang diwakili oleh Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Chandra Pasca, Plt. Kepala Dinas Sosial Aliyurdin, serta Peratin Pura Mekar, Anderi, turut hadir di rumah duka.
Korban diketahui bekerja di kawasan Jodoh Seraya, Batam. Sebelum mulai bekerja, Dwi ditempatkan di mess penampungan trainee di Jodoh Permai, Batu Ampar, untuk proses orientasi. Namun, dalam perjalanan pekerjaannya, ia diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan yang berujung pada kematian yang sangat tragis.
Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam. “Kami sangat berduka atas kejadian yang menimpa saudari Dwi Putri. Ini adalah tragedi yang sangat memilukan bagi keluarga dan masyarakat Lampung Barat. Kami juga berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita semua dalam melindungi hak-hak tenaga kerja, agar tidak ada lagi korban serupa di masa mendatang.” Ujar Wakil Bupati Lampung Barat.
Kabar duka ini cepat menyebar di Lampung Barat, memicu rasa empati dan perhatian dari warga setempat. Salah satu keluarga korban, menyampaikan terima kasih atas proses pengurusan jenazah yang telah selesai. “Alhamdulillah, pengurusan jenazah Almarhumah Dwi Putri A Dini telah selesai, dan saat ini sudah diterbangkan ke Lampung melalui Batam-Palembang. Semoga segala dosa-dosanya diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan. Insya Allah, kami akan kawal proses hukum agar pelaku dihukum seberat-beratnya,” ujar dengan penuh haru.
Ia juga menambahkan, “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, khususnya kepada Wakil Bupati dan pihak-pihak terkait yang telah membantu proses ini, serta kepada warga Lampung Barat yang memberikan dukungan moral dan doa kepada keluarga kami.” Tambahnya.
Saat ini, polisi telah berhasil menangkap salah satu pelaku yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Namun, pihak kepolisian masih mengembangkan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami kemungkinan keterlibatan lebih dari satu pelaku. Menurut informasi yang beredar, diperkirakan ada antara tiga hingga enam pelaku yang terlibat dalam jaringan perdagangan manusia ini. (**).