Berita IndonesiaBandar LampungDaerahHukum dan KriminalLampung

Pengakuan Mengejutkan Dari Warga Waway Karya Terkait Ganti Rugi Bendung Gerak Jabung

BANDAR LAMPUNG (Traznews) – Sejumlah wartawan mendatangi Kantor Wilayah (Kanwil) Bank Rakyat Indonesia Provinsi Lampung di Bandar Lampung untuk mengkonfirmasi terkait keterangan warga masyarakat desa Sumber rejo atas nama Jeni pada tanggal 23 mei 2019 lalu.

Jeni merupakan perwakilan warga masyarakat desa Sumber rejo dan sekaligus mendampingi masyarakat saat pencairan dana ganti kerugian atas dampak genangan bendung gerak jabung dibulan April dan Mei lalu. Dalam keterangannya pada wartawan media online PawartaNusantara.com, ia mengaku diminta sejumlah uang dalam jumlah yang sangat besar keberapa pihak diantaranya pihak BRI Cabang Bandar Tanjung Karang yang merupakan pihak yang telah ditunjuk oleh pemerintah untuk melakukan pembayaran pencairan kepada masyarakat penerima ganti kerugian atas dampak genangan bendung gerak jabung.

“BRI saja 250 juta kalau mau tahu aku ambil ininya, apa namanya, bukti transfer, aku ini ngga tahu, tahu-tahu udah bergeser. Aku begini kan, aku ini banyak dikibulin orang-orang deket aku”, ucap Jeni dengan nada mengapi-api

Saat ditanya bukti transfernya kepihak BRI, Jeni menjawab, “Ada, ada itu, aku simpan semua, aku ini takut, aku ini merasa dikipungin waktu saat aku suruh menandatangani slip nomor rekening saya harus paraf disitu tanda tangan, nomormu berapa paraf, kirimkan ke nomor rekening mu nanti saya bilang”, kilahnya.

Bukan itu saja Jeni juga menyebut beberapa nama oknum dari institusi Penegak Hukum, serta oknum pejabat yang sudah purna tugas ikut minta jatah dan mendapatkan uang darinya atas pendampingan warga oleh Jeni pada saat pencairan diakhir April dan diawal Mei lalu dengan nilai ratusan juta rupiah.

Hal ini tentu perlu dibuktikan lebih jauh mengingat keterangan sepihak dari warga bernama Jeni ini bisa merusak citra BUMN milik pemerintah yang merupakan Bank kebanggaan Rakyat Indonesia, juga Institusi hukum di negara ini.

Hingga awak media online  pawarta nusantara dan TrazNews mencoba konfirmasi ke BRI Kanwil Lampung dan ditemui oleh Raisa.,S.H dari  bagian hukum, Riska Fo kanca tanjungkarang, Harto pemasaran dana kanca, dan Bpk Utomo selaku kepala logistik kanwil Bri Lampung.

Dan mengenai fee yang menurut Jeni sebesar 250 juta ditransfer ke rekening salah satu oknum pegawai BRI, pihak BRI tidak tahu menahu, “BRI hanya sarana jasa pelayanan untuk menerima setoran dan memberikan ke yang berhak mengambilnya, dan kita tidak ada kepentingan apapun, itupun atas mandat kementrian PUPR yang PPKnya balai besar mesuji sekampung, dan mengenai yang yang 250 juta itu harus dibuktikan seperti apa” ujar Harto

Dan Raisha S.H, menambahkan “pada dasarnya BRI hanya tempat menampung dana pencairan uang ganti rugi warga, yang diserahkan dari PPKnya dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, yang harus di sampaikan kenama-nama yang berhak. Sesuai list dari balai besar, dan masalah uang 250 juta itu ya monggo dibuktikan”, tambahnya singkat.

Tentunya masalah fee 250 juta ini, yang menurut Jeni diminta BRI untuk fee pencairan uang ganti rugi tanah warga yang terkena dampak genangan bendung gerak Jabung, harus bisa dibuktikan kebenarnya mengingat Jeni mengaku mempunyai bukti transfer ke salah satu rekening karyawan BRI, karna jika ini benar bisa menjadikan presedent buruk terhadap BRI yang notabene merupakan lembaga keuangan milik pemerintah, dan nama baik BRI akan jadi buruk dimata nasabahnya.

Dan jika ini cuma bualan dari seorang Jeni, ini jelas perbuatan melawan hukum, karena sudah menjual nama BRI bahkan institusi hukum dalam melegalkan tindakan pungli yang dilakukanya kepada warga penerima uang ganti kerugian atas tanah milik mereka yang terkena dampak genangan bendung gerak jabung, dan sudah sepantasnya pihak BRI dan institusi hukum yang sudah dicatut dan dicemarkan namanya, melakukan upaya hukum, supaya tidak ada lagi oknum yang denga berani mengatasnamaka BRI untuk kepentingan pribadinya.(Edo)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button