JAKARTA (Traznews) – Pria Dengan mengendong anak yang baru berumur 5 Tahun , Korban penipuan bernama Basuki Adi Baskoro nekat berjalan kaki untuk menemui Anggota DPR – RI dan Presiden Jokowi di Jakarta, Jumat (14/02/2020).

Dengan Membawa Selembar kertas karton bertuliskan “Saya dari Lampung korban penipuan dari dalam Lapas saya pakai duit orang berbunga kerugian saya itu Rp 110.000.000 saya ditagih terus saya sudah tidak punya apa-apa saya minta keadilan Tolong Pak Presiden berikan keadilan kepada saya kalau pemerintah dan pak presiden tidak mau bantu saya ya biar saya jual ginjal saya,”tulisnya yang diletakkan di punggung

Perlu diketahui, Basuki Adi Baskoro berasal dari Desa Rejomulyo Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur, dia mengaku  telah ditipu oleh jaringan penipuan yang dikendalikan dari dalam Lapas Sukadana terkait bisnis jual beli gabah senilai 110 juta.

,”saya hendak bertemu DPRRI dan ke Istana Negara untuk bertemu pak presiden menuntut keadilan, supaya pegawai Lapas yang telah lalai dengan tugasnya di beri sangsi dan hukuman,”pintanya

Akibat kelalaian dari petugas di Lapas, tahanan yang membawa handphone melakukan penipuan sedemikian rupa hingga mengakibatkan kerugian hingga ratusan hingga milyaran rupiah.

,”korbanya bukan cuma saya, ada puluhan bahkan bisa mencapai milyaran kerugian para korban akibat ulah mereka, saya menuntut pihak Lapas yang melakukan kesalahan menganti kerugian saya,”ujarnya.

kasus tersebut telah ditangani oleh kepolisian Polres Lampung Timur, kepolisian sendiri telah mengamankan 1 orang terduga pelaku yang ditangkap sendiri oleh korban lalu di serahkan kepada pihak kepolisian.

Kasat reskrim Polres Lampung Timur AKP Faria Ariesta saat di konfirmasi mengatakan, telah menangkap 5 pelaku penipuan terhadap Agen gabah Basuki Adi Baskoro.

,”tersangka  Kentung sudah kita tahan, dan dari pengembangan sudah kami tetapkan 5 tersangka, 3 orang memang sudah status Warga binaan Lapas Sukadana dan 2 org sudah kami tahan di rutan Polres Lamtim,”ujarnya

Lima pelaku yang telah diamankan yakni MRS (32) asal Jabung, RS (31) asal Labuhan Maringgai, RA(33) asal Sukadana, RTR (28) asal Sukadana dan CMH (44) asal Sukadana.
Ketiga pelaku RA, RTR dan CMH berstatus sebagai ibu rumah tangga. (Red)

Tinggalkan KOmentar

Masukkan Komentar anda
Masukkan nama anda