Pemalang, Traznews.com – Ratusan masyarakat khususnya warga Dukuh pucang sari kelurahan Kejene kecamatan Randudongkal kabupaten Pemalang, Keluhkan jauhnya akses ke lahan pertanian sawah, belasan kilo meter harus dilalui setiap hari nya demi untuk mengurus tanaman padi yang jadi sentra utama para petani di kampung tersebut,

Belasan tahun hal ini di jalani meski harus dengan lelah yang mendera, dan akibatnya warga sekitar hanya bisa pasrah dengan keadaan,
Kronologis jauhnya lahan pertanian dengan pemukiman penduduk Dukuh Pucang sari berawal dari puluhan tahun silam pemukiman penduduk yang berada di Dukuh kenyere akan terdampak banjir dari luapan air sungai Rambut yang mengalir deket dengan pemukiman mereka,

sementara hasil musyawarah tokoh masyarakat terdahulu mereka siap pindah dengan catatan lahan sawaherekapun ikut di ganti lahan nya yang dekat dengan pemukiman penduduk yang terbaru yaitu di Dukuh pucang sari, namun sampai saat ini sawah yang dijanjikan belum juga dipenuhi padahal sudah berjalan belasan tahun,

Ridwan salah satu tokoh pemuda saat dimintai keterangan via WhatsApp Jum’at 11/10/2019, menjelaskan,
” pada intinya semua masyarakat kecewa karena sampai hari ini lahan pertanian khususnya sawah mereka masih berada jauh dari pemukiman warga sehingga saat kita akan mengolah atau bercocok tanam harus membawa kendaraan atau berjalan kaki dengan jarak tempuh sekitar 10 sampai 15 kilo meter setiap harinya untuk bisa sampai di lahan kami, jangan kan untuk dapat bekerja maksimal sedang sampai dilokasi saja kami warga masyarakat sudah menguras tenaga, ” jelasnya,

Harapannya kepada pemerintah daerah melalui Dinas terkait agar dapat memberikan solusi bagi kami khususnya warga Dukuh pucang sari agar jalan keluar yang lebih baik sehingga kami masyarakat kecil tidak harus susah payah untuk bertahan hidup, karena kami warga setempat hanya menggantung kan hidup dari tanaman padi kami di sawah, “pintanya, (Tim /Agus).

Tinggalkan KOmentar

Masukkan Komentar anda
Masukkan nama anda