Jakarta, Traznews. Com 29 September 2026 — Perempuan Adat menjaga sumber pangan, merawat pengetahuan, dan
mengelola ruang hidup komunitasnya. Namun, suara Perempuan Adat masih kerap diabaikan ketika
membicarakan mengenai keputusan soal pembangunan dan wilayah adat. Situasi ini menjadi pokok
pembicaraan PEREMPUAN AMAN dalam pertemuan dengan media di Jakarta, Selasa (29/9), menjelang
Temu Nasional IV (TEMUNAS IV).
“Di kampung, ketika Perempuan Adat bersuara tentang pembangunan atau perluasan lahan di tanahnya
sendiri, suara kami sering tidak didengar, bahkan Perempuan Adat sering disuruh kembali ke dapur.
Padahal, kami punya usulan dan pandangan yang ingin disampaikan tentang tanah kami. Hal ini juga
terjadi di tanah saya. Ada banyak tekanan yang membuat perempuan sulit bersuara lantang untuk
mempertahankan tanahnya,” kata Novilla Aru, anggota Steering Committee TEMUNAS IV dan Pengurus
Harian Komunitas PEREMPUAN AMAN Sawesuma.
Pengabaian tersebut juga terlihat dalam cara peran Perempuan Adat dipandang di komunitas. “Perempuan
sering dianggap hanya sebagai pelengkap dalam upacara. Ketika pemimpin Perempuan Adat dibutuhkan,
barulah perempuan dicari-cari. Situasi ini masih berlangsung hingga sekarang,” ujar Arimbi Heroepoetri,
anggota Steering Committee TEMUNAS IV dan Dewan Pakar PEREMPUAN AMAN.
PEREMPUAN AMAN akan menyelenggarakan TEMUNAS IV pada 15–20 Oktober 2026 di Sentul,
Bogor, dengan tema “Memperkokoh Kepemimpinan Transformatif Perempuan Adat: Merawat
Pengetahuan Menuju Kehidupan yang Berdaulat.” Lebih dari 200 Perempuan Adat dari berbagai Wilayah
Pengorganisasian di Nusantara akan hadir membawa pengalaman dan pandangan dari wilayah
masing-masing.
Rangkaian TEMUNAS IV akan mempertemukan pengalaman tersebut dalam empat sarasehan:
kedaulatan pangan dan ekonomi rumah tangga; pengetahuan Perempuan Adat dan kedaulatan wilayah
adat; resiliensi menghadapi kekerasan berbasis gender; serta hak kolektif Perempuan Adat dalam tata
kelola pemerintahan Masyarakat Adat. Dialog Publik juga akan membahas kepemimpinan Perempuan
Adat dalam mendorong perubahan.
Sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi PEREMPUAN AMAN, TEMUNAS IV menjadi ruang
bagi anggota untuk merefleksikan perjalanan organisasi dan menentukan arah perjuangan bersama. Forum
ini juga akan merumuskan resolusi, mengukuhkan Dewan Nasional, serta memilih Ketua Umum untuk periode berikutnya. Melalui proses tersebut, PEREMPUAN AMAN ingin memperkuat posisi Perempuan
Adat sebagai pemegang hak yang turut menentukan keputusan atas kehidupan dan wilayahnya.
“Selama ini Perempuan Adat masih dilihat sebagai objek, belum sebagai subjek pemegang hak.
Pemberdayaan yang dilakukan pemerintah masih sebatas aktivitas dan belum menguatkan ruang politik
Perempuan Adat. Bagi kami, kerja domestik yang kerap dianggap kelemahan justru harus menjadi
landasan kekuatan untuk membangun partisipasi. Namun, partisipasi saja tidak cukup bagi kami,” kata
Devi Anggraini, Ketua Umum PEREMPUAN AMAN.
Tentang PEREMPUAN AMAN
Persekutuan Perempuan Adat Nusantara (PEREMPUAN AMAN) adalah organisasi sayap Aliansi
Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang bersifat otonom dan nirlaba. Saat ini, PEREMPUAN AMAN
menghimpun 5.075 anggota individu dalam 120 Wilayah Pengorganisasian di tujuh region Nusantara.
Kontak media:
Sekretariat Nasional PEREMPUAN AMAN
rumah-pa@perempuanaman.or.id | +62-811-8808-0031